Halaman

Minggu, 24 Juli 2016

3 Bagian Penting Untuk Menilai Kepribadian



Prototif Kepribadian



Kenalilah
Niscaya akan kenal orang lain
Dan pahami orang lain, maka anda akan tahu siapa diri Anda
           
Kita hidup dalam kelucuan yang luar biasa. Betapa tidak, sebab kita hidup tetapi tak pernah tahu diri  kita sendiri. Kalau sampai usia dewasa, kita masih belum bisa menjawab pertanyaan, ‘siapakah saya’, maka sulit bagi kita untuk tahu posisi diri kita yang sebenarnya. Dan kita nyata benar belum tahu dari sendiri. Dalam keadaan seperti ini, kita akan sering terjebak oleh ketidakmampuan diri tetapi dianggap sebagai kehebatan diri. Kita sering tertipu oleh kemampuan diri, tetapi tidak bisa memanaj kemampuan itu, sehingga hidup kita tetap bertengger dalam kubangan keterbelakangan. Kata kata hikmah mengingatkan bahwa yang terpenting dalam hidup ini, ‘bukanlah menghitung berapa jumlah kemampuan diri, melainkan akan dibagaimanakan kemampuan yang kita miliki.
Tetapi apapun alasannya, terlebih dahulu kita wajib mengetahui kemana kecenderungan diri kita ketertarikan. Tidaklah bijak manakala kita memaksakan diri pada suatu hal tertentu, padahal kita belum tahu berada dimana diri kita. Lebih penting kita tahu posisi diri kita ketimbang perbuatan yang kita lakukan. Tetapi tentu akan lebih utama kita berbuat setelah tahu posisi diri kita yang sebenarnya. Tahu merupakan alat untuk mendongkrak MAU, yaitu munculnya kemauan dan kemauan mendorong MAMPU, yaitu talenta bertindak dan mempu menghasilkan MALU, yaitu martabat diri untuk mencapai yang terbaik, itulah formula Three M.
Berdasarkan pada hasil analisis banyak pakar, dari beberapa kecenderungan dapat dikelompokan  pada tiga hal yang menjadi pusat kecenderungan tindakan seseorang, yakni :
§      Thinker
Kelompok orang yang lebih menunjukan kecenderungannya pada kemampuuan dan keterampilan berpikir (Thinking skill) serta problem solving (Pemecahan masalah ) yang berdasarkan pada kerangka berpikir tertentu. Kecenderungan prototif kepribadian Thinker, berpikir obyektif, sistematik, imajinatif dan berpikir radian (radiant thinking) yaitu berpikir memancar bukan linier prototif orang seperti ini, ketika menghadapi suatu masalah , akan memberi jawaban dengan cara memikirkan terlebih dahulu, apa yang menyebabkan, bagaimana kerangka teorinya, metodologi apa yang sekiranya relevan dan dampak pengiring dari cara penyelesaian yang diambil. Kemampuan berpikir dalam masyarakat tradisional seringkali dikaitkan dengan keterampilan dalam bekerja sedang pada masyarakat modern berkaitan dengan kamampuan memecahkan masalah secara sistematik.

Untuk menguji seberapa kuat Anda memili tipe ‘thinker‘ berikan respons atau jawaban terhadap beberapa pertanyaan atau pernyataan di bawah ini :
·         Kenapa jumlah hari dalam satu minggu hanya ada 7 hari saja ?
·         Kenapa 2 x 2 = 4 ?
·         Kenapa burung bisa  terbang ?
·         Kenapa ikan hidup di air ?
·         Berapa jumlah lapangan kerja yang dapat dilahirkan dalam satu tahun ?
·         Berapa jumlah mahasiswa yang begitu lulus bisa langsung kerja ?
Bila jawaban Anda untuk keseluruhan pertanyaan di atas sama, yaitu sejumlah yang dapat dipikirkan, maka anda memiliki tipe thinker. Tetapi jika Anda menjawab cukup apa adanya, dengan jawaban yang sudah lazim, maka anda bukan tipe pemikir, tetapi tipe pengekor.
§      Maker
Pada saat melihat sesuatu disekitar kita, setiiap orang akan memberi respond dengancara yang berbeda beda. Ketika kita berjalan dan melihat bekas botol aqua terapung di atas air. Maka tipe maker akan spontan berpikir di buat apa, jadi apa, dan bagaimana botol itu lebih memiliki nilai ekonomis untuk dimodifikasi. Botol awua bisa jadi trompet tahun baru, perahu layar, pistol, spidol, viva air, pot bunga, lampu hias, kursi ajaib, dan seterusnya, mamka ini  kategori individu maker, bukan thinker.

§      Trader
Ketika anda berada pada kerumunan orang atau kesendirian, kemudian Anda melihat setiap orang memiliki keragaman kesenangan, kepuasan, dan keadaan serta kebutuhan , kemudian dalam diri Amda muncul pikiran untuk memenuhinya, maka Anda lebih kuat cenderung pada tipe Trader. Hasrat untuk memenuhi kebutuhan orang lain dan kemampian mengangkat barang yang tidak seberapa tetapi laku dijual mahal, ini semakin mmperkokoh Anda pada tipe trader. Perhatikan contoh kasus di pasar X, pada suatu hari Pak Adun dikirim  kangkung yang hampir seluruh daunnya bekas dimakan ulat, bagaimana agar kangkung ini tetap laku. Maka Pak Adun mengangkat nilai kesehatan bahwa kangkung ini bebas pestisida, karenanya ulatpun memakannya. Karena bebas pestisida maka lebih sehat dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Dengan cara ini maka jualan kangkung Pak Adun justru laku lebih cepat. Pak Adun memiliki tipe trader, karena mampu mengangkat nilai suatu barang sehingga memiliki nilai jual yang sama atau bahkan lebih baik.
Ketiga karakter orang (Thinker, Maker dan Trader) senantiasa berkaitan langsung dengan kecerdasan merekayasa sesuatu atau situasi. Bukanlah seorang thinker jika pemikirannya terlambat lahir, bukan seorang maker atau produser ulung, bila produknya out of date dan bukan seorang trader, pemasar yang hebat, kalau kalah langkah dalam melakukan penawaran.

Tuhan Mencintai kita semua. ^-^