Halaman

Kamis, 29 Desember 2016

Dunia Dimensi Mandat dan Amanat

Welcome to my blog. Have nice a day and Always God Bless Us.

                                   DUNIA DIMENSI MANDAT DAN AMANAT




Amanat adalah sebuah hal dari seseorang yang di percayakan kepada kita sendiri. Dan kita mempunyai kewajiban untuk menjaganya hingga dimana masa orang pemberi amanat mengambil haknya itu. Biasanya hal yang sering diamanatkan adalah kekuasaan, harta, atau barang-barang yang relatif murah hargaya. Amanat menurut sebagian orang itu berat menjalankannya, sedangkan sebagian orang lagi menganggap amanat begitu mudah. Ya, memang penglihatan sudut pandang bisa mencerminkan karakter kehidupan seseorang itu seperti apa.

Mandat dan amanat diberikan kepada seseorang yang tidak sembarang. Mereka adalah para orang yang dapat dikatakan kedisiplinan, cerdas dan penuh kebijaksanaan dalam hidupnya. Memang mereka adalah orang-orang yang mendapatkan pendidikan tinggi, sehingga tidak salah para pejabat yang duduk di bangku kekuasaan saat ini, bila dikalkulasikan 98% lulusan dari universitas dalam dan luar negeri yang kualitasnya pada bagus.

Tentu dalam hal itu kita sudah mengetahuinya. Namun, begitu disayangkan saat ini Negara Indonesia memiliki banyak orang yang cerdas dan kemiskinan orang jujur. Di era globalisasi saat ini orang jujur selalu kalah dengan orang kaya, dimana mereka bebas  melakukan segala hal untuk mencapai keinginannya tanpa dengan memperhatikan halal dan haramnya. Bagi mereka lebih baik haram bisa mewujudkan segala impiannya. Walaupun dengan rela mengorbankan harga diri dan kehormatannya. Terus, apakah kursi kekuasaan bisa dibeli dengan uang ?

Bisa ‘Ya’ dan ‘Tidak’. Alasannya ? indonesia walaupun terkenal dengan para koruptornya, akan tetapi masih banyak orang baik didalamnya. Dimana mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan jalan yang benar. Mereka tidak ingin sukses dengan instan. Karena, filosofi hidup terkait dengan instan yaitu “Bila kalian hidup berhasil dengan instan maka kehancurannya pun akan instan.” Kita tahu Allah Swt Maha Raja dan Maha Adil, sehingga Dia bebas hendak melakukan apapun kepada hanba-Nya, termasuk bagi orang yang jujur dengan kesulitannya.

Hidup di dunia memanglah  demikian, dimana orang kuat dan kaya yang mesti berkuasa bukan orang yang memiliki karakter dan memenuhi syarat sebagai pemimpin. Dan itu terjadi pada saat ini, dimana orang cerdas dengan kemiskinannya akan di kalahkan dengan orang kaya walaupun bodoh.

Dan jika negeri dipimpin oleh orang yang tidak cerdas hanya menggunakan uangnya, maka bumi ibu pertiwi tidak akan lama lagi akan mengalami kehancuran. Dimana banyak rakyat yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah, sedangkan aparat pemerintah bersenang riang dengan segala apa yang ada. Astagfirullah.

Di sebagian daerah indonesia sudah mengenal tradisi, “siapa yang banyak uang dia pemenang”. Faktanya, ada di daerah bagian barat dimana dia menyalonkan sebagai kepala desa, untuk mendapatkan kursi itu dia banyak mengeluarkan uang, dimana uang tersebut selain untuk dijadikan modal kampanye yaitu untuk diberikan kepada tetangganya setiap pagi hari. Maksudnya membeli hak pilih dari setiap orang agar dia mendapatkan suara terbanyak, sehingga ia berhasil. Inilah yang dimaksud dengan sogokan.

Tradisi yang tidak mengherankan lagi bagi sebagian orang. Terus ko bisa ya kebiasaan ini terjadi di bumi indonesia kita ? Ya, itu karena ada yang mengawalinya. Dan setiap awal pasti ada akhirnya. Maka dari itu, saatnya indonesia untuk mengakhiri itu semua, jangan lagi biarkan mereka para tikus negara menggerogoti keuangan kita. Mari kita bergerak untuk menumpas kejahatan besar ini. Karena, bila dibiarkan terus. Maka beban negara semakin sempurna. Dimana problematika hidup terus bertambah hingga mencapai titik puncak masalah.

Kalau sudah demikian ? siapa yang  akan bertanggung jawab. Kalian kah ? Tidak. Bukan kalian tapi kita bersama. Ya walaupun itu disebabkan oleh satu orang tapi tetap satu atau beberapa orangpun tidak akan bisa mampu menyelesaikan permasalahan yang demikian besar ini. Penulis tahu bahwa kita sebetulnya tidak patut membantunya, dan biarkan mereka (pejabat) yang menyelesaikan permasalahan itu.

Benar, tapi apakah dengan dia bekerja sendiri hidup kita akan secepatnya pulih seperti kehidupan sediakala. Tidak, yang ada waktu habis hanya untuk menunggu dia melakukan perbaikan dari apa yang telah dia lakukan. Kalau kita hanya menunggu duduk santai diatas sofa. Tindakan itu akan sia-sia saja, yang ada masalah akan tambah parah.

Mau hidupmu mati karena menunggu orang lain berhasil ? Tentu tidak. Hanya orang bodohlah yang menyatakan ‘setuju’. Memang kita pantas untuk marah, membenci, dan mencacimaki nya. Tapi sudahlah jangan terlalu panatik dan berlebihan. Sekarang kita improve diri sendiri, bukankah kita juga pernah melakukan kesalahan, bukankah kita tau bagaimana rasanya bila di hina oleh orang lain, bukankah kita  tahu bahwa sakitnya di cacimaki. Ya perasaan itu pernah kita alami, dan begitu sakit rasanya. Walaupun dia pantas untuk mendapatkan itu semua, tapi demi kehidupan bersama kita harus pula bekerjasama.

Dengan kondisi seperti ini jangan membuat ciut mental kita. Kebanyakan dari kita sering menyalahkan keadaan, padahal semua hal yang terjadi atas kehendak-Nya. Yang harus kita lakukan saat ini adalah bagaimana caranya untuk memperbaiki keadaan kearah yang positif. Dan itu akan menjadi pekerjaan berat untuk kita. Segala apapun membutuhkan proses untuk mendapatkannya. Dan kita lakukan bersama. Setelah itu, kita tegakan hukum dengan sebaik baiknya dan seadil adilnya. Agar tidak ada lagi yang berani untuk melakukan praktik korupsi di bumi indonesia tercinta ini.

Membiarkan diri sendiri terjelengub ke lubang penuh dengan kesesatan. Berarti anda telah menyakiti kehidupan anak, cucu dan cicit mu kelak. Mau kah kehidupan anakmu itu sengsara ? Ya. Itu bisa kita atasi mulai dari saat ini juga. Melakukan perubahan sejati demi kehidupan anak kita yang lebih sejahtera.

Dalam setiap masalah kesempatan selalu ada. namun, kembali lagi kepada diri sendiri. Maukah kita mengambil kesempatan itu, supaya kelak tidak pernah kita sesali. Penulis mengingatkan agar tidak pernah membiarkan sebuah kesempatan selagi itu belum pasti baik atau buruk yang akan menimpamu. dengan catatan dimana kesempatan itu memberikan keyakinan kepada dirimu sendiri untuk bisa berubah.

Cal As-Sayyid Al-‘Azhim



Minggu, 25 Desember 2016

Nasihat Para Pemenang

Welcome to my blog. Have nice a day and Always God Bless Us.

Tak Boleh Lelah dan Kalah



Dunia pendidikan di indonesia dapat dikatakan bagus, walaupun masih banyak sekolah yang dengan fasilitas buruk. Apalagi kita ingat dengan kejadian yang terjadi tahun 2016 dimana ada sekolah dasar roboh ketika muridnya melaksanakan ujian sekolah. Begitu miris ya sob ? Ada beberapa hal nih sob yang pengen penulis sampaikan kepada seluruh pelajar. Apa memangnya ? sebuah pesan dari jasa para pahlawan kita yang telah gugur di medan perang.

Para pahlawan yang gugur di medan perang, itu menunjukan kepada kita semua. Mereka merelakan nyawanya, untuk apa ? yah demi meraih kemerdekaan dan memberikan kehidupan yang aman, nyaman bagi anak dan cucu dan cicitnya. Mereka mengabdi kepada negara berjuang  bersama demi meraih kemenangan. Dalam dunia sejarah pendidikan jaman dulu. Orang orang yang bisa menuntut ilmu hanyalah orang tokoh kalangan keraton.

Yang lainnya ? yaps, menderita batin dan raga sebagai pesuruh kaum penjajah dari luar yang tak di undang. Apalagi mereka harus bekerja tanpa diberi makan dan upah. Jika menolak, siksaanlah yang mereka dapat. Misalnya, di pecutlah, di pukullah, dan rata rata rakyat lemah yang dijadikan pesuruh itu meninggal karena kelaparan dan siksaan terus menerus untuk bekerja pada kaum iblis.

Tak salah sebagian warga negara demi kehidupannya sejahtera, mereka justru menghianati negerinya sendiri untuk mengabdi kepada para penjajah. Apa pendapat kalian sob ? sikap apa yang mesti kita lakukan ?

Mari kita percayakan saja kepada Allah sebagai Tuhan kita dengan terkenal dengan terakurat dalam keadilan-Nya. Nah, dalam kondisi seperti ini begitu pas bila mana rakyat indonesia bergotong royong bekerja sama membangun indonesia. Dengan memiliki rasa tekad yang kuat dimana ‘Kami tak mengenal kalah dan lelah’ menjadikan budaya kerjanya. Baik itu pekerjaan kantor, sekolah, rumah dsb.

Maka indonesia akan sedikit lebih cepat dalam membenahi segala permasalahan pelik yang dihadapi. Seorang pemimpin tetap saja membutuhkan rakyat dalam kesinambungan hidup sosial. Dimana ada yang sebagai mandor ada juga orang yang siap sebagai perusuh. Tentunya diantara mereka harus bisa sinkron dalam bekerja. Sama presiden harus bisa memahami kebutuhan dan permasalahan apa saja yang di hadapi rakyatnya saat ini.

Yang kemudian di sambung dengan kebijakan seperti apa yang pas dalam mengatasinya. Begitupun seluruh rakyat indonesia jangan begitu gampang menyerah dan lelah ketika bekerja. Terus kerjakan apapun itu dengan penuh kesadaran dan kesabaran. Satu hal yang penting ketika kalian bekerja adalah akhlaq mulia.

Revolusi mental sudah mengatakan ikrarnya untuk selalu mengupdate negeri ke arah yang jauh lebih baik. karena saat ini kesadaran sebagian rakyat sudah kembali kepada jati dirinya sebagai  bagian dari warga negara indonesia. Dimana mereka saling bahu membahu, gotong royong, saling menghormati dan menghargai sekaligus saling menolong satu sama lainnya. Hal ini betul betul menunjukan rasa Nasionalisme seseorang kepada dasar negara kita ialah Pancasila.

Untuk menjadikan kita siswa yang bernilai dimanapun anda berada, janganlah lepas dari pekerjaan yang bersifat memuliakan orang. Seperti pepatah “Bila kalian memuliakan orang lain, maka anda akan dimuliakan oleh langit dan bumi”. Kalian tidak usah bingung bagaimana caranya, sederhana kalian bisa mengakui dan menghormati orang lain. Jangan jadikan kehadiran diri kalian di antara mereka tidak nyaman.  Pak Mario Teguh mengatakan “Kegagalan tidak akan menjadikan Anda orang gagal jika  Anda tidak berhenti, tidak menyerah. Anda tidak dilahirkan untuk menyerah”.

Hukum kehidupan memanglah begitu. Begitu  gimana ? sultan Muhamad Al-fatih sang penakluk konstantinopel berkata, “Mengukir sejarah tidak diperuntukan untuk orang pecundang.” Dari ungkapan ini, kita bisa memahami bahwa semua orang bisa mengejar mimpinya jika dia selalu berusaha terus tidak seperti pecundang, yang dikasih satu,dua, tiga, empat dan lima cobaan langsung merasakan pesimis drastis dan ketidak percayaan diri bahwa dirinya itu tidak akan bisa untuk selamanya mengerjar impiannya sendiri.

Padahal Tuhan memberikan cobaan tersebut bukan semata-mata cobaan, melainkan itu bisa jadi pelajaran demi pelajaran secara alami yang Tuhan berikan agar orang itu menjadi pribadi yang tegar dan belajar dari kesalahan. Serta dimana kegagalan itu bisa untuk menambah daya dorong kepercayaan kepada kemampuan diri sendiri serta Allah SWT sebagai penentu dari apa yang dia usahakan tersebut.

Setelah menyimak beberapa video dan film orang-orang hebat yang ada di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia. Penulis bisa menyimpulkan kenapa orang-orang ini bisa menjadi orang ternama dari kesuksesan yang di buatnya sendiri. Misalnya saja, penulis ambil contoh. Bapak BJ Habiebie presiden ke 3 kita ini.

BJ habiebie membuat bukunya yang bernama “Tak pernah kalah dan lelah.“ Dari buku yang dia ciptakan ini mudah mudahan bisa menginspirasi jiwa para pemudanya, agar senantiasa terus bekerja tanpa menyerah.

Selain itu, kita sering membaca buku sejarah para ilmuan yang ada. Baik itu ilmuan islam maupun ilmuan non-islam. Rahasia mereka hingga berhasil ialah terus mencoba walaupun kegagalan terus menimpa mereka. Tapi, mereka memiliki jiwa karang yang tak bisa di mudah di hancurkan oleh ratusan kali ombak laut.

Mereka terus mencoba, mencoba, mencoba dan mencoba. Mereka yakin dari berbagai kegagalan itu bisa membuat dirinya akhirnya berhasil. Proses dalam menciptakan suatu hal yang mustahil seperti halnya hujan. Hal ini sama dengan apa yang dilakukan Thomas Alfa Edison, seorang ilmuan penemu bola lampu.

Ada hubungan antara hujan dengan proses. Kita tahu bahwa proses itu pasti ada aja kegagalan. Tapi, dalam proses itu tidak akan selamanya gagal. Sama seperti hujan, ketika hujan tengah berlangsung. Pasti lama kelamaan hujan berhenti, tidak mungkin hujan terus menerus. Maka dari itu, berpikir positiflah agar kita bisa selalu yakin dengan apa yang kita cita-citakan selama ini. 

Kita lihat bagaimana kesabaran dan keteguhan hati Thomas Alfa Edison dalam menciptakan lampu yang saat ini kita pakai setiap hari di rumah sebagai penerangan. dengan terkenal 1.000 kegagalannya, akhirnya pada proses ke 1.001 Thomas Alfa Edison berhasil mewujudkan impiannya yang begitu mustahil. Bahkan, pada masanya orang-orang mencap dirinya sebagai orang gila. Karena, penemuannya yang begitu mustahil akan tetapi dia tetap mencobanya terus menerus hingga pada percobaan ke 1.001 dia berhasil.

Inilah buah proses dari “Tak kalah dan lelah.” Pepatah penulis, “Siapapun yang mendapatkan kegagalan yang banyak dari usahanya, maka keberhasilnnya akan mendapatkan kedudukan yang paling tinggi diantara para usahator lainnya.” Contohnya, Nabi Muhamad SAW.

Dalam buku sirah Nabawiyyah, sejarah beliau begitu agung hingga sampai sekarang. Sejarahnya banyak di baca khalayak orang. Nabi Muhamad SAW terkenal dengan suri teladannya. Misalnya, kita sering merasa jengkel andaikan ada seseorang dari kita menghina dan merendahkan diri kita sendiri, maka tidak dengan akhlaq Rasulullah SAW. Dia selalu bersikap mulia, seperti nasihat mengatakan, air kopi dibalas dengan air susu. Itulah salah satu suri teladan yang ada di nabi besar kita SAW.

Selain itu, beliau selalu tidak mudah menyerah ketika di hadapkan dengan kaum yang menentang ajaran islam. Sejarah mengatakan, “pada saat itu Rasulullah SAW di lempar batu hingga berdarah. Malaikat jibril menawarkan kepada beliau, agar kaum yang memeranginya itu di timpakan bencana atas ijin Allah. Tapi, coba lihat dengan akhlaqnya yang mulia beliau justru berdoa. Supaya kaum ini diberikan hidayah dan petunjuk dari Allah dan diampuni dosa-dosanya karena ketidaktahuan mereka.”

Subhanallah, itulah secuil sejarah yang menggambarkan keagungan akhlak beliau. Dengan kegigihannya yang kuat dan tidak mudah menyerah, alhamdulillah agama islam bisa sampai ke tangan kita saat ini. oleh karenanya, kita patut bersyukur dan memperbanyak sholawat atas nabi. Saat ini kita adalah seorang muslim dan muslimah.

Dan buku record dunia masih menyatakan, bahwa Nabi Muhamad SAW sebagai orang pertama yang berpengaruh di dunia. Dan masih banyak orang-orang dengan cerita sejarahnya masing-masing yang bisa kita jadikan pelajaran besar agar kita selalu berusaha dan Allah sebagai penentunya.

Dalam buku kajian islam dinyatakan dengan tegas bahwa kita manusia hanya bisa ikhtiar dan Allah sebagai Raja. Jika kita mengalami kegagalan, maka kita harus bersenang hati. Kenapa ? karena, kita bisa belajar dan mengetahui sudah sejauh mana kemampuan sendiri daripada orang lain. Pilihannya dua, 1. Apakah kita ingin menjadi seorang pemenang ? atau 2. Apakah kita ingin menjadi seorang pecundang ?

Bumi indonesia tidak membutuhkan para pecundang melainkan para pemenang. Ciri orang pemenang ialah dia tidak kalah dengan kondisinya sendiri. Dimana saat ini sedang ada di tangan kita, kemudian kita bisa menggunakannya dengan bijak dan apa yang kita kerjakan bisa bermanfaat bagi sesama. Itulah seorang pemenang.

Seorang pemenang bukan tandanya dia kaya, rumah besar, atau mobil mewah. Akan tetapi, sekali lagi seorang pemenang sejati ialah yang bekerja terus tak kalah dan lelah dan dimana pekerjaannya itu bisa berguna bagi sesama manusia.

Saatnya kita menjadikan pribadi pemenang. Pemenang dimanapun kita berada, saling membantu dan saling melindungi. Menjadikan pribadi dengan mental yang kuat, hati yang kokoh, niat yang suci illahi rabbi, dan yang pasti tak kalah dan lelah dengan berbagai cobaan kegagalan dunia ini. kita hadapi bersama, kita retas bersama, kita perbaiki bersama demi indonesia raya dan pusaka. Tentunya dengan tangan-tangan kita semua.


Bismillah.

Cal As-Sayyid Al-'Azhim

Jumat, 23 Desember 2016

Nasihat Tentang Cermin Kepribadian Ku

Welcome to my blog. Have nice a day and Always God Bless Us.

Cermin Kepribadian Ku


Dalam hidup sering terjadi hal yang telat kita pikirkan tentang suatu hal. Padahal suatu hal tersebut jika di kerjakan banyak manfaatnya. Hanya saja karakter setiap individu amatlah berbeda. Dan keberbedaan itu, dibentuk oleh lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Ya, keluarga adalah pendidikan dan pembinaan pertama dalam membentuk kepribadian seseorang yang kemudian di tunjang lingkungan sekitar. Seperti yang dikatakan seorang disiplin ilmu dalam psikologi, “Bahwa keluarga adalah pendidikan awal kemudian lingkungan.”

Tuhan menciptakan dunia ini sudah lengkap selengkap-lengkapnya. Mulai dari kebutuhan jasmani dan rohani, aturan main, dsb. Selain itu, Tuhan telah menciptakan manusia pun berbeda-beda dengan karakternya masing-masing. Maka tidak ada manusia yang sama, sekalipun itu anak kembar. Karena nyatanya, meskipun mereka kembar pasti saja ada yang berbeda baik itu ada di fisik ataupun di karakternya sendiri.

Selain itu, Tuhan menciptakan dunia ini sangat amatlah indah, Dia adalah desainer dan konseptual yang super hebat. Lihat saja! Bagaimana Dia mendesain alam yang seluas ini berlapis-lapis dengan megah dan cocok dengan kebutuhan manusia yang ada di tempat tersebut. Bahkan, musim di setiap negara pasti berbeda-beda, adat dan tradisi serta kebudayaannyapun satu negara dengan negara lain pasti berbeda. Maka dari itu, tidak salah karakter dan kebudayaan seseorang bisa di cetak lewat lingkungan nya.

Benua Eropa, Asia, Amerika, Afrika, dan Australia pastinya masing-masing diantara mereka memiliki sejarah, adat, kebudayaan hingga karakter yang berbeda. Itulah Maha Besar Tuhan yang tidak ada sebanding dengan-Nya. Hanya manusia yang sering ingkar dengan kerahman dan kerahiman-Nya. Mereka menganggap seakan bahwa dunia ini bisa diraih hanya dengan bekerja, bekerja, bekerja tanpa ada akhlaq yang melandasinya.

Bekerja tanpa akhlaq tidak akan benar. Kenapa ? Bilama anda bekerja atau sedang mengerjakan apapun itu baik tugas kantor, tugas sekolah, tugas rumah tangga, dan tugas tugas lainnya. Yang dimana itu banyak sekali tidak cukup dengan sejam atau dua jam, tapi anda di tuntut bekerja seharian untuk menyelesaikan tugas tersebut. Maka bisa di duga, bagi orang yang bekerja tanpa akhlaq akan dilanda setres tertekan, tidak ikhlas, marah-marah, dsb.

Dan itu akan berberda bagi orang yang mengerjakannya dengan dibarengi akhlaq. Bagi orang ini, mereka sadar bahwa dengan marah atau stres suatu pekerjaan tidak akan cepat selelsai dengan baik. Melainkan macam orang ini, tau betul bahwa ini adalah sebagian dari amal ibadah kepada Allah, dan amal itu akan dipandang lebih mulia di hadapan-Nya jika dikerjakan penuh keikhlasan dan kebanggan.

Sudut pandang seseorang akan memebedakan pola pikir dan keputusan dalam bekerja. Dan sudut pandang itu bisa jadi di tunjang dengan pengetahuan umum, pengetahuan keagamaan, pengetahuan spiritual, pengetahuan hukum, pengetahuan adat dan kebudayaan, serta pengetahuan-pengetahuan lainnya.

Kembali lagi, jika bekerja tidak di landasi akhlaq yang mulia. Maka bisa jadi, dia sangat berani melakukan sebuah kecurangan. Kenapa ? orang yang hanya mengandalkan bekerja bekerja dan bekerja. Mereka hanya fokus dengan pekerjaannya bukan dengan hakikat bekerja itu buat apa sih selain untuk mendapatkan uang sebagai nafakah keluarga ?

Sebagian mereka tidak berpikir kesana. Oleh karenanya, dengan hanya fokus ujung-ujungnya uang. Segala apapun yang dia kerjakan semata-mata karena uang. Ini salah satu contohnya saja. ‘KORUPSI’.

Banyak pejabat melakukan tindakan korupsi itu di karenakan minimnya akhlaq mulia. Mereka hanya mengandalkan kualitas kecerdasannya saja, tidak dengan EQ (Emosional Quation) dan SQ (Spiritual Quation). Makanya, mereka begitu berani melakukan penyelipan uang baik itu kecil maupun besar. Harusnya di tulis 10.000 eh malah yang ditulisnya 1.000. yang 9.000 lagi kemana ?

Nah, dari sinilah penulis ingin memberikan secuil gambaran mengenai cerminan kehidupan ku. Maksudnya, kita sangat tahu betul bahwa orang sekarang dari 100% hanya 40% orang yang jujur. Tau dari mana ? Kalian bisa mengatahuinya sendiri.

Coba cek, ketika siswa UAS dan UN berapa orang dari mereka yang berani jujur untuk mendapatkan nilai kecil?, pengamen sekarang di jakarta sudah menjadi pekerjaan, kita tiap tahun bayar pajak 31 Pajak OP dan 30 April Pajak Badan tapi kenapa jalan jalan pada butut,seorang penjual sering bohong bilangnya belinya 2.000 padahal yang asli belinya 1.000 karena ingin untuk lebih, konektur bus buat anak sekolah 5.000 pas ada anak sekolah di mintanya 6.000 karena bensin naik padahal bensin belum naik, ada juga yang mau nikahpun harus berbohong punya mobil padahal mobilnya hasil ngerental, dsb.

Dan, Coba lihat di sekeliling kita. jaman sekarang banyak orang pacaran. Dan kita sering mendengar si cowok akan setia, tapi coba lihat dia justru punya pacar lebih dari satu. Dan begitupun yang dilakukan sebagian cewek. Mau anda punya suami yang pembohong, hawa ? dan mau anda punya istri pembohong, adam ?

Jika tidak mau. Maka kita harus memperbaiki diri dari saat ini juga!. Karena hukum mengataka, jodohmu itu adalah cerminan dari dirimu sendiri. Jika anda orang sholeh maka insya Allah andapun akan mendapatkan istri yang sholehah juga, begitupun anda seorang pemabuk maka istri anda juga pasti pencandu mabukan hingga dimana anak dari kita akan mengikuti garis kebiasaan kita saat ini.

Keputusan baik atau buruk itu ada diri kita sendiri saat ini. Syurga dan neraka siap menerima kita dari segala apa yang telah kita pebuatan selama hidup di dunia ini. mulai sekarang cobalah bercermin ! tanyakan pada diri sendiri, apakah saya pantas berbuat maksiat padahal Allah selalu memberikan kita rizki dan rahmat-Nya setiap hari tiada henti ? Jika Allah tidak memiliki 99 nama sempurna asmaul husna, misalnya Maha pengasih dan penyayang. Kita saat ini yang melakukan maksiat, bisa jadi langsung di hantam bencana. Tapi, Allah SWT tidak demikian, Dia senantiasa sabar menunggu hamba-hamba-Nya untuk bertaubat walaupun hamba tersebut di penuh segunung dosa. Subhanaallah.

Kembali lagi kepada orang jujur. Ya, saat ini negeri kita membutuhkan orang yang selain bekerja keras dan cerdas diapaun memiliki akhlaq yang begitu mulia. Sehingga dimanapun dia bekerja, jabatan apapun yang dia pegang, setinggi apapun kedudukannya, bagi orang ini semuanya itu tidak menjadikan dirinya ujub, sombong, paling ini dan paling itu pokoknya deh.

Dia selalu tawadhu, menganggap dirinya adalah manusia lemah tidak ada kebesaran selain miliki Allah semata. Dan dia pastinya akan memegang amanatnya itu dengan penuh ketakutan dan syukur. Takutnya dimana ia berlaku khianat dan syukurnya bahwa dimana dia telah mendapatkan kepercayaan dari Allah. Makanya orang seperti ini akan sungguh-sungguh dengan segenap jiwa dan raganya walaupun harus mati, demi memegang amanatnya itu karena Allah.

Dan ini amat jauh berbeda dengan pejabat saat ini. kita bisa membayangkannya, andaikan semua pejabat yang ada di seatera nusantara ini dari sabang sampai merauke memiliki sikap kepribadian akhalq yang mulia. Maka Indonesia tidak akan seperti ini. kemiskinanlah, pengangguranlah, diskriminasilah, korupsilah, sogokanlah, pembunuhanlah, pencurianlah, gelandanganlah, banjirlah, dsb.

Dengan demikian, mari sebelum semuanya sampai ketitik nadir. Kita masih ada harapan yang besar, dan harapan itu ada dipundak kita pemuda/i ibu pertiwi. Kita seimbangkan pengetahuan akhirat dan dunia, kita seimbangkan hukum alam dan hukum buatan manusia, jadikanlah Muhamad teladan kita, dan Allah sebagai penolong serta pelindung kita bersama.

Kita jadikan pribadi ini menjadi pribadi yang bercahaya, sehingga dimanapun kita berada bisa memberikan penerangan bagi siapapun juga. Dan itu wajib dimulai dari saat ini juga, saat ini juga, saat ini juga, saat ini juga, dan saat ini juga. Mari kita, tanami bibit akhlaq di hati ini hingga kelak menjadi pohon yang kuat, tak lekang oleh panas dan tak kuyup dengan hujan.

Kita bersama wujudkan cita-cita besar Republik Indonesia ini agar lebih baik. Kita retas permasalahan yang ada dengan jiwa cahaya kita, kita tumbangkan orang-orang munafik, dan kita buat para pahlawan dulu tersenyum manis dan bangga bahwa Indonesia bisa terbang laksana gagahnya burung garuda. Dan itu karena pemuda/i yang berbudi luhur dan menjaga kebudayaannya sendiri.

Semoga Allah SWT meridhoi kita bersama. Kita pasti bisa. Aamin. 

Cal As-Sayyid Al-'Azhim

Rabu, 21 Desember 2016

Eps.1 Cerpen "Mati Ku Esok Hari"

Welcome to my blog. Have nice a day and Always God Bless Us.

Mati Ku Esok Hari


Tahun 2010 adalah tahun yang begitu indah bagiku. Tak salah aku mengatakan demikian, karena pada tahun 2010 kelurga besar ku masih ada dan kumplit. Banyak hal yang telah kami lakukan bersama. Selain itu, kami banyak di anugerahi limpahan rizki, rumah luas, mobil 3 berlabel mercedes bens, BMWX dan Terrios mobil yang biasa ku gunakan bersama keluargaku adventure mengelilingi pegunungan wilayah indonesia.

Lebih dari 12 pegunungan  yang berada di berbagai wilayah Indonesia telah ku jajaki bersama. Dan itu sering kami lakukan ketika mengisi hari libur sekolah. Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada sang Khalik. Caranya ? lewat tadabur alamlah yang kami bersama lakukan. Hingga kami betul-betul merasakan kehadiran energi yang dahsyat memasuki relung hati ini. Kami berpikir tak ada lagi maha besar kecuali Dzat Kuasa Allah Swt. Oleh karena itulah, kami sekeluarga tidak menginginkan rasa sombong mendirikan rumah dan menetap di hati ini.

Ayahku lah yang senantiasa memberikan nasihat kepada putra putrinya untuk senantiasa sederhana. Ku ingat kata-kata nasihatnya, “Nak, jika kamu suatu saat nanti sudah berhasil banyak uang. Janganlah dibelikan barang-barang pribadi yang kamu  sendiri tak membutuhkannya. Tapi bantulah saudaramu yang membutuhkan pertolonganmu. Walaupun kalian tau ayahmu ini seorang pejabat tapi janganlah kalian merasa berbeda dengan yang lainnya. Maksud ayah intinya sederhana.“ Ya, seperti itulah ayah. Ayah adalah tokoh teladan dalam keluarga dan inspirasi bagi anak-anaknya.  

Makanya ayah sering mendapatkan pujian dari tetangga dan masyarakat luas karena wibawa dan  kesahajaannya. Dan kesahajaannya itu nular kepada putra-putrinya. Dimana para putra nya sendiri senantiasa menjalani kehidupan ini dengan kata  "Secukupnya“.

Bukan ayah saja. Ibu pula senantiasa mengajari kami sebuah kasih sayang antar sesama. Ku ingat kejadian dulu, dikala ayah sebelum terpilih menjadi gubernur jawa barat, dan kami masih tinggal di  gubuk yang begitu sangat sederhana. Pada masa itu, sebuah musibah menimpa keluarga tetangga ku, dimana ibunya mencari pinjaman uang untuk membawa anaknya yang sedang sakit berat ke rumah sakit untuk menjalani rawat.

Ibu tersebut sudah mencarinya kesana kemari tapi hasilnya tetap nihil. Hingga sampailah di depan rumah kami. Terjadilah dialog antara ibuku dan ibu dari anak sakit tadi.

“Ada yang bisa saya bantu bu..“ Tanya ibuku.
“Maaf bu. Tujuan saya datang kemari hendak pinjem uang, untuk berobat anak saya.“ Kata ibu tadi sambil menangis.

“Kenapa anaknya bu?“

“Anak saya lagi sakit. Ia mesti dirawat karena penyakitnya sudah tambah parah dan kami tidak mempunyai biaya, maka dari itu saya berharap ibu bisa bersedia meminjamkan uang.“

“Berapa bu, biayanya?“

“Dua juta lima ratus ribu rupiah."

Ibu lantas merasa begitu iba melihat kondisi keluarganya. Dia merasa kebingungan entah apa yang seharusnya ia lakukan. Karena, uang yang ia miliki saat ini merupakan tabungan untuk berangkat ke tanah suci dan biaya sekolah untuk putra putrinya. Sebelum ibu tambah bingung dengan keputusannya, maka ia mendiskusikan empat mata dengan ayah di kamar. Entah apa saja yang dibicarakan ayah dan ibu, suara diskusi mereka tak bisa kudengar dengan jelas.

Setelah beberapa menit, akhirnya ibu dan ayah keluar dari kamarnya dengan membawa uang. Terbersit di hati ini mengatakan “Pasti ibu dan ayah akan memberikannya.“ Dan benar saja.

“Ini bu uangnya. Semoga anak ibu bisa cepat sembuh“ kata ibu.

“Aamin.Alhamdulillah. Terimakasih ya bu pak atas pinjaman uangnya. Mudah-mudahan uang ini bisa bermanfaat. Dan insyaallah uang ini saya kembalikan beberapa bulan kedepan, ya kalau bisa saya nanti usahakan secepatnya. Semoga ibu dan keluarga dimudahkan dan dilapangkan rizkinya. Tuhan mencintai kalian. Sekali lagi terimakasih pak bu.“

“Iya bu. Sama-sama. Aamin.“ Tembal ayah dan ibu.
Setelah itu, ibu tadi langsung berpamitan diri untuk segera membawa anaknya masuk rumah sakit...
...

Nah, Demikian lah ibu dan ayah dengan sifat dermawannya. Dimana mereka menolong orang itu dengan penuh keikhlasan.

Aku banyak belajar dari keluarga ku sendiri. aku sangat bersyukur  bisa lahir dalam lingkungan keluarga dalam kondisinya seperti ini. Tak ada hal suatu pun yang menggantikan kebahagiaan selama ini ialah hanya keluarga ku.

Ditengah malam yang begitu sunyi tak bisa menerkam suasana hati ini ketika kumpul bersama keluarga. Aku begitu bahagia setiap hari, dimana keluarga yang penuh dengan nilai luhur, penuh keharmonisan, penuh cinta dan kasih sayang, hingga ibu dan ayahku tahu bagaimana cara mengajari anaknya untuk tumbuh menjadi manusia yang berguna dimanapun dan dalam bidang apapun.
Dimana kebahagiaan yang ku dapati malam ini, tidak ada duanya selama berbagai kebahagiaan yang sudah saya dapatkan sebelumnya. Hingga tak terasa waktu sudah melampaui batas waktu untuk tidur. Ku lirik jam di dinding putih itu sudah menunjukan pukul 10.17 p.m.

Setelah melihat jam tangannya, lantas ayahpun menyuruh anak-anaknya untuk tidur karena besok harus sekolah. Begitupun ayah dan ibu berangkat untuk tidur juga karena besok ada undangan dari camat acara resmi di kecamatan.

Dimalam itu aku tidur dengan bermimpi yang tak pernah ku mimpikan sebelumnya, begitu menakutkan dengan penuh kesedihan yang tiada tara, hingga mata ku mengeluarkan air tanpa disadari. Hati ku merasa tak tenang, penuh kemisterian, dan kemalangan. Bagaimana tidak demikian, aku bermimpi kedua orang tua ku meninggal karena kecalakaan mobil.

Hari esok yang dinantikan pun tiba. Pagi hari semuanya sudah ada di meja makan, dan siap untuk sarapan pagi. Ayah selalu memimpin do’a sebelum makan bersama. Beberapa menit kemudian, sarapan pun selesai dan setiap orang pada sibuk bersiap siap untuk kegiatannya.

aku dan kedua saudaraku berangkat ke sekolah di anter pak zaenudin. Sedangkan ibu dan ayah pergi berdua berangkat ke undangan sebagaimana rencananya. Kali ini ayah yang menyetir mobil di temani ibu, karena pak zaenudin supir keluarga harus mengantarkan kami ke sekolah. Di perjalanan hati ku merasa gelisah tidak seperti biasanya. Mungkin karena mimpi buruk tadi malam. “Apakah mimpi itu akan terjadi ?“ Tanya hatiku. Semoga mimpi buruk itu hanya mimpi biasa saja. Ku harap Tuhan melindungi ibu dan ayah diperjalanan sana. Aamin.

Bersambung.....Eps.1

Nantikan episode selanjutnya... Tiba-tiba seseorang dari belakangan berteriak seperti ada suatu hal yang penting ingin disampaikan...

Cal As-Sayyid Al-'Azhim


Nasihat Tentang Kebersihan Hati

Welcome to my blog. Have nice a day and Always God Bless Us.

Muka ku Gambaran Hati ku





Sungguh aku malu dihadapan-Nya jika diriku ini terjelengub kelubang yang penuh kehinaan. Setiap perbuatan akan mendapatkan balasan. Balasan itu akan kita terima kelak di alam akhirat. Bagi yang senantiasa menghiasi hari-harinya penuh degan kebajikan. Maka amatlah berbahagia. dan begitupun sebaliknya, siapapun yang senantiasa hidupnya penuh kemaksiatan. Maka sangat amatlah rugi.

Mungkin dihari ini kita merasa amat senang karena segala apapun bisa kita penuhi. Tapi siapa tahu akan seperti apakah kehidupan kita kelak di akhirat ? Dan mungkin bisa saja, sekarang kita merasa tidak senang dan bahagia di dunia ini  karena begitu pahitnya hukum dunia. Tapi siapa tahu kita kelak akan merasakah kehidupan yang amat penuh kesenangan dan kebahagiaan.

Dunia sifatnya fana dan akhirat sifatnya kekal. Pernahkah kita memahaminya hingga kita betul-betul mengerti dan faham akan perbedaannya ? pernahlah tapi tidak sesering mungkin. Iyakan ? Jika kita senantiasa berpikir, menganilisis, hipotesis hingga kesimpulan dari perbedaan antara dunia fana dengan dunia akhirat. Maka, kita akan mengetahui kehidupan orang yang sukses dunia dan akhirat.

Ada sebuah hubungan, siapapun orang yang sukses urusan akhiratnya maka akan sukses di dunianya pula. Ada pepatah sunda, “Pami akherat ka garap dunia mah pasti nuturkeun.“ Bagi dikalangan santri, mereka pasti pernah mendengar pepatah ini. Dan itu biasa mereka gunakan sebagai pelecut semangat dalam mencari ilmu Allah.

Setelah menelaah dari sekilas apa yang sudah kita lakukan sejak dulu sampai sekarang merupakan amal bagi diri sendiri. Apakah itu baik mupun buruk akan kita pertanggung jawabkan setelah kita meninggal. Dan benarlah apa yang dikatakan pepatah tadi, dan ini terbukti nyatanya. Banyak diantara kita, dimana mereka lebih mementingkan urusan akhirat daripada dunianya maka mereka selalu mendapatkan keberkahan dari Allah dalam hidupnya. 

Contoh, ini di sampaikan oleh teman baru penulis berasal dari rombongan banglades ketika ia berada di sumedang, saya lupa namanya siapa. Akan tetapi dia mengatakan, “Ada seorang ahli ibadah shalat tahajud dan duha. Dan Allah menyayanginya, buktinya orang ini bisa hafal kamus jepang dan bahasa daerah jepang itu sendiri dengan baik.“ Kemudian contoh lain, “B.J habiebie adalah contoh yang sudah publik dimana orang-orang sudah pada tau dari kecerdasannya. Dimana dia bisa membuat pesawat dan memiliki IQ yng tinggi. Kamu tau kenapa dia bisa begitu ? ya, dia tidak pernah melewatkan shalat tahajud, duha dan saum senin dan kamis.“ Dan masih contoh lainnya.

Jika kita bisa membuat Allah cinta kepada kita maka apapun yang kita butuhkan insyaAllah Allah akan memberikannya dengan mudah. Nah, dalam membicarakan soal cinta Allah. Kita harus tau bagaimana caranya kita mendapatkan cinta-Nya.

Cara untuk mendapatkan cinta-Nya ialah dengan senantiasa taat kepada Allah. Dalam buku Asmaul Husna prospektif imam Al-Ghazali tertera, “Siapa saja yang ingin di cintai Allah SWT  maka taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu selalu ingat kepada Allah, maka Allah pun akan ingat kepada kita. Dan apapbila kamu taat sebagai wujud cintamu kepada Allah, maka Allah akan mencintai mu pula.“ Mudah mudahan kita bisa senantiasa taat kepada Allah, menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya. Aamin.

Ali bin Abi Thalib adalah hati tanpa noda. Beliau adalah salah satu figur teladan bagi umat muslim. Dimana beliau adalah khalifah yang terkenal dengan keberaniannya.contohnya perang khandaq,  Ketika tidak ada seorang muslim yang berani melawan tentara mekkah di pimpin oleh abu sufyan yang hendak membunuh muhamad,  dia berani melawan mereka tersebut sendirian.
Pada akhirnya Allah menolong Ali bin Abi Thalib sehingga salah seorang penglima tentara abu sufyan di tebas kakinya hingga mati. Para tentara mekkah dan abu sufyan pun pergi menyelamatkan diri dari Ali bin Abi Thalib. SubhanaAllah, dari cerita singkat ini kita bisa menilai begitu hebatnya beliau. Ali bin Abi Thalib adalah salah satu contoh fakta dimana beliau di cintai Allah SWT.  

Hati tanpa noda berarti hati yang bersi atau suci. Kita terkadang bisa mengetahui suasana hati seseorang. Darimana coba ? ya, dari wajahnya. Karena, wajah bisa dikatakan refleksi dari hati. Kalau hati galau, biasanya orang akan cenderung diam mukanya seakan banyak masalah penuh beban, kali sakit hati sebagian orang akan menangis, dsb.

Begitupun dengan kondisi hati yang senantiasa di bersihkan lewat dzikirullah maka muka akan terlihat sedap untuk dipandang, cerah dan ceria. Dan hati yang penuh dengan noda mereka cenderung kasar, muka marah dan ditakuti orang. Realita hidup ini nampak nyata, siapa yang melakukan kejahatan walaupun sembunyi-sembunyi , lambat ataupun cepat kejahatan tersebut bisa terbongkar jika Allah berkehendak, dan itu sangat mudah bagi Allah. Hanya saja dari kita sedikit sekali  yang memahami kebesaran-Nya.

Tapi entah kenapa, banyak daripada kita tidak mengerti dan memahami tentang kebesaran Allah SWT lewat hal yang kecil. Mungkin dari kita pernah berpikir ? kenapa ya setiap hari dengan hari yang tetap sama. Akan tetapi, kehidupan seseorang dengan orang lain terus saja berbeda. Hari senin gini, hari selasa gitu, hari rabu gini gitu, hari kamis gitu gini, dan ini terus menerus hingga ajal sudah tiba.

Nah, inilah bukti bahwa Allah Maha Besar. Semuanya sudah ada yang ngatur, baik itu rizki, jodoh dan mati. Tapi kenapa kita sering melupakan hal sekecil itu ?. Yang ingin penulis sampaikan ialah kita jangan menyalahkan waktu tapi bagaimana kita menggunakan waktu.

Kita sering marah karena tiba-tiba ada musibah yang menimpa kita atau suatu yang sudah membuat kita jengkel. Jika kita marah karena itu, berarti kita telah menodai hati kita sendiri. Kenapa ? kita kan tau hidup Allah yang ngatur. Tapi kenapa kita yang mengaku dan mempercayainya mesti marah karena itu. Padahal kita sudah tau sebelumnya bahwa apapun yang Allah berikan itu ada suatu kebaikan besar buat kita. Marah bisa menodai hati dan kita bisa tau seseorang marah karena suatu hal dari wajahnya sendiri.

Saudaraku, “Hati ku Gambaran ku“ adalah nasihat yang mengingatkan tentang begitu mahalnya hati. Hati seorang beriman kepada Allah akan bersih/suci dan hati orang yang tidak menTuhankan Allah tetapi malah menTuhankan hawa nafsu, maka  hati akan kotor dan berkarat. Sehingga orang ini akan mengalami 4 perkara, diantaranya :
1.   Hilangnya rasa ketenangan jiwa dan raga
2.   Hidupnya penuh beban masalah
3.   Tidak ada pertolongan Allah
4.   Mendapatkan azab Allah  di dunia dan akhirat.

Semua orang mengakui bahwa mereka suka kepada orang yang cerdas dan berkarater tauhid kuat.  Poradigma orang yang berhati suci dan kotor akan tampak berbeda. Berikut adalah manfaat dari keberhasilan hati, diantaranya :
1.   Dicintai Allah SWT
2.   Hidupnya penuh rahman dan rahim-Nya.
3.   Cerdas dan bijaksana
4.   Hati selalu mendapatkan ketenangan.
5.  “Bisa saja mendapatkan informasi suatu hal yang mustahil karena diberitahu langsung oleh Allah.“ Kh. Zaenudin MZ
6.   Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
7.   Dsb.
Orang yang hatinya bersih selalu connect dengan Allah SWT, yang mereka pikirkan tidak lepas mengenai kehidupan akhirat. Maka dari itu, mereka senantiasa melakukan kebajikan dengan ikhlas tanpa memandang apapun di dunia ini. Yang mereka lakukan selalu berfokus pada apa yang mereka kerjakan karena Allah semata.

Dengan hati yang bersih/suci akan dicintai Allah dan jika sudah di cintai Allah segala apapun urusan di dunia ini akan dimudahkan, karena Dia lah pemilik jagat ini. Siapa yang tidak mau ? Apapun yang kita inginkan Allah berikan. Insya Allah asalkan hati kita selalu bersih tanpa noda, yang dipikirkan hanyalah Allah. Seperti halnya para kekasih Allah.

Kebanyakan hawa nafsu adalah penyebab dari kotornya hati. Dari Kh. Aa Gym, “Hawa nafsu selalu mempermudah suatu hal yang besar.“ Ya, hawa nafsu adalah musuh yang ada di tubuh ini. Siapa saja yang  bisa menaklukannya, banyak kebaikan yang akan dia dapatkan. Dan sebaliknya siapapun yang justru di perbudak hawa nafsunya banyak keburukan yang dia peroleh.

Oleh karenanya, memang betul hidup ini adalah pilihan. Pepatah perpus Smk Negeri 2 Sumedang mengatakan, “Hidup itu pilihan, apapun yang kamu pilih hari ini akan menentukan masa depanmmu.” Anda ingin masuk pintu kanan atau kiri tergantung keputusanmu.

Penulis mengajak kepada kalian semuanya. Untuk selalu berusaha menjaga hati dari kotoran. Kh. Zujun Zunaedi, “Jika kalian tidak mampu melawan begitu kuatnya godaan syaitan dan hawa nafsu karena kelemahannya kita sendiri. Maka mintalah perlindungan kepada Allah, kerena Allah yang menciptakan syaitan. Hal ini seperti halnya, ada orang yang ingin bertamu kepada saudaranya untuk menyampaikan suatu hajat. Sedangkan dirumah tersebut ada anjing penjaga. Jika kita masuk pasti di gigit, jika tidak masuk hajat ini tidak akan tersampaikan. Maka dari itu panggil yang punya anjingnya supaya di singkirkan. Kalau demikian kan enak, tidak digigit dan hajatpun tersampaikan dengan baik.“

Kehidupan ini akan terus berlajut sebelum akhirnya selesai. Akan tetapi, catatan sejarah yang kita lakukan di bumi ini penuh dengan kebaikan atau keburukan. Ciptakanlah sejarah sendiri dengan tinta emas. Rasulullah SAW adalah teladan kita semuanya. Mari kita torehkan sejarah hidup sendiri seperti kepribadian Agung Muhamad SAW.
Semoga Allah Melindungi kita. Aamin


Karya saudaraku