Vol.III.umar
bin abdul aziz
Selasa, 30
Mei 2023
cafe moal
comel
UMAR BIN ABDUL AZIZ
Penulis : Chefi Abdul Latif
Umar
bin Abdul Aziz memiliki nama lengkap yaitu Abu Hafs Umar bin Abdul Aziz bin
Marwan bin Hakam bin As bin Umayah bin Abdus Syams. Beliau adalah keturunan
Umar bin Khattab melalui ibunya yang bernama Ummu Asim binti Asim bin Umar bin
Khattab. Umar bin Abdul Aziz lahir ketika ayahnya Abdul Aziz menjadi Gubernur
di Mesir, yaitu lahir di madinah pada tahun 63 H / 683 M. Pada masa itu, beliau
memiliki nama panggung yang sering dipanggil dengan sebutan Abu Hafs, Umar II,
dan Khalifahurasyidin ke -5 (lima).
Tempo lalu, Ummu Asim bersama ibunya sedang menjual susu peras. Ibunya
menginisiatif untukmencampurkan susu itu dengan air agar mendapatkan banyak
pendapatan. Namun, hal itu ditolak sama anaknya (asim) karena sekalipun tidak
dilihat oleh Umar bin Khattab tapi Allah tetap Maha Melihat dan Maha Mendengar.
Informasi apa yang dilakukan Asim terdengar sampai ke Umar bin Khattab sejak
itulah kemudian Umar mendatangi rumahnya dan menawarkan anaknya untuk menikah
dengan Asim karena ketauihidan dan kejujurannya, dari pernikahan itulah
lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Dan, Paman umar II yang bernama Abdul Malik bin
Marwan membawa Umar II ke Damaskus dan menikahkannya dengan Fatimah.
Ketika di Madinah Umar II memperoleh pendidikan dan pelajaran yang
dimana waktu itu madiah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan gudangnya para ulama
hadist dan tafsir. Melihat sosok umar II yang begitu menawan dimana kokohnya iman,
luasnya ilmu dan amalnya yang begitu indah. Sulaiman bin Abdul Malik sebagai
khalifah pada saat itu memberikan wasiat kepada Umar II untuk diangkat menjadi
khalifah. Sulaiman tidak memberikan jabatan khalifahnya kepada anak-anaknya
melainkan kepada Umar II sehingga bisa dikatakan bahwa Umar II ini menjadi
khalifah memotong nasab umayyah. Selain itu, Umar II merupakan ketururan Umar
bin Khattab dan kebijakan-kebijakannya membuat keadilan dimana-mana sehingga
dirasakan oleh kaum muslim dan non-muslim serta kehidupan sehari-hari beliau
tidak jauh sama seperti kehidupan abu bakar, umar bin khattab, usman bin affan
dan ali bin abi thalib dalam mejalankan sebagai khalifah. Inilah beberapa
alasan yang kemudian, Umar II dianggap sebagai khalifahurasyidin ke-5.
Mendengar kabar wasiat sulaiman itu, Umar II mengucapkan kalimat
Istirja ”Innalillahi Wainnailaihi rojiun” beliau menyerahkan itu kepada Allah
Swt. Allah Swt berfirman :
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ
قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna
ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Al-Baqarah
2 : 156
Setelah
dimusyawarahkan bersama rakyatnya, Umar II tetap disepakati diangkat sebagai
khalifah yang menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik. Berbicara kekuasaan dan
jabatan, Umar II begitu mengerti bahwa itu bukan urusan yang mudah. Oleh karena
itu, beliau mengembalikan kembali urusan khalifah itu kepada Allah Swt.
Kekuasaan itu merupakan pemberian Allah Swt karena Umar II tidak mau bahkan
tidak ada niatan untuk menjadi seorang khalifah, dan pemberian kekuasaan itu
bisa diambil juga ketika Allah Swt berkehendak. Allah Swt berfirman :
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى
الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ
تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيْرٌ
Katakanlah
(Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada
siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang
Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau
hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
Ali-
‘Imran 3 : 26
Dengan
memahami konsep musibah, ketetapan dan ketentuan serta kekuasaan Umar II
menerima, menyerahkan urusan kepada Allah dan menjalankan kekhalifahan tersebut
dengen penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Disampaikan
bahwa seusai ditunjuk sebagai khalifah, Umar II diberikan kesempatan untuk
menyampaikan sambutan. Ketika memberikan sambutan beliau menangis karena khawatir
tidak bisa amanah sebagai khalifah yang harus mengurus tanah kekuasaannya yang
begitu luas. Setelah menyampaikan sambutan, beliau hendak bergegas pulang
menemui fatimah dengan fasilitas yang sederhana, meskipun sudah ditawarin
dengan fasilitas kendaraan yang begitu mewah dan umar II menolaknya.
Tetiba
dirumah, beliau bertemu dengan Fatimah dan menjelaskan apa yang sudah terjadi.
Penyampaian itupun di jelaskan dengan baik dan benar, pada akhirnya umar II
menawarkan dua opsional terhadap fatimah yaitu pertama, jika engkau mau mencari
akhirat silakan engkau lepas perhiasan dan harta yang dimiliki untuk dijual dan
diserahkan kepada baitul mal. Kedua, jika engkau memilih dunia silakan ambil
perhiasan dan harta yang emgkau punya dan akan ku serahkan kepada ibu dan
ayahanda mu. Maka, dengan keteguhan tauhidnya fatimah mencari ridho Allah Swt
dengan menyerahkan segala harta yang dimilikinya ke baitul mal. Dibeberapa
keterangan, hal yang pertama kali dilakukan setelah menjadi khalifah ialah Umar
II mengembalikan seluruh harta yang telah ia dapatkan sebelumnya ke baitul mal.
Sampai
pada suatu ketika sahabatnya datang dari jauh tidak mengenal rupa dari Umar II
karena sudah begitu banyak perubahan dari dirinya, yang awalnya putih bersih
wajahnya sudah menguning, badannya dulu berisi saat itu menjadi kurus, matanya yang
sehat berubah menjadi cekung, pakaiannya dulu mewah menjadi sederhana.
Umar
II memutuskan melepaskan kemewahan dan berpola hidup sederhana, bahkan beliau
hanya mengambil gaji 400 dinar daripada 40.000 dinar. Wangi-wangian mewah dan
kuat ia tinggalkan, rumah mewah ia tinggalkan, perabotan kemewahan ia
tinggalkan, dan perabot-perabot yang ia milikipun diserahkan kepada baitul mal.
Umar II bertempat tinggal di rumah yang
biasa saja, ia tidak mau bertempat tinggal di istana karena dengan bertempat
tinggal di rumah biasa memudahkan beliau untuk mengontrol serta mengawasi
keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
Dengan
demikian, Umar II selalu memperhatikan keadilan ekonomi rakyatnya berdasarkan
firman Allah Swt :
مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى
رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى
وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ
بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا
نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ
الْعِقَابِۘ
Harta rampasan (fai') dari mereka yang diberikan Allah kepada
Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah,
Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang
yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara
orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah
kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.
(Al-Hasyr : 7)
Keadilan ekonomi tersebut ditunjang dengan pengumpulan Zakat,
Infak dan Sedekah berdasarkan firman Allah Swt :
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ
وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah
beserta orang yang rukuk.
Al-Baqarah : 43
Selain daripada konsep zakat, infak dan sedekah beliau pun
menghapuskan pajak kepada umat Islam bangsa Arab dan muallaf berdasarkan firman
Allah Swt :
۞ لَيْسَ الْبِرَّاَنْ
تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ
مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ
وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى
وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ
وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا
عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ
الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan
ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada
Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan
harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin,
orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk
memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat,
orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam
kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang
yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Al-Baqarah : 177 dan ,
وَمِنَ الْاِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ
اثْنَيْنِۗ قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُنْثَيَيْنِ اَمَّا
اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ الْاُنْثَيَيْنِۗ اَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاۤءَ اِذْ
وَصّٰىكُمُ اللّٰهُ بِهٰذَاۚ فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ
كَذِبًا لِّيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى
الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Dan
dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, “Apakah yang diharamkan
dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua
betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu?
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan
terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Al-Baqarah : 144
Kesejahteraan sosial pun Umar II perhatikan berdasarkan
perintah Allah dalam firmannya ialah :
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Sesungguhnya
Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan
kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan
permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil
pelajaran.
An-Nahl
: 90
Seluruh rakyatnya merasakan keadilan dan kesejahteran, pada
saat itu saking baitul mal gemuk banyak kaum muda yang mau menikah tapi tidak
punya biaya di bantu, fakir miskin hidup terjamin, fasilitas kesehatan dan
pendidikan serta fasilitas-fasilitas yang lainnya layak untuk dipergunakan,
begitu makmurnya kehidupan saat itu.
Diceritakan disisi yang lain, langkah pertama beliau
melepaskan kemewahan dan menyerahkannya ke baitul mal. Umar II bertindak adil
dengan memecat para pejabat yang dzalim dan menunjuk orang yang adil dan
sholeh. Umar II terkenal dengan pemimpin yang berhati lembut dan pemaaf
sehingga memandatangkan kedamaian dan menimbulkan rasa aman bagi rakyatnya.
Lalu, Umar II terkenal dengan memiliki kezuhudan lebih daripada ulama dan
pemimpin yang adil, keadilan beliau tidak hanya dirasakan oleh kaum muslim tapi
non-muslim pun merasakannya. Ada kisah waktu itu, panglima khutaiba menaklukan
samarkhon tanpa melakukan diplomasi terkait ditawarkan terlebih dahulu masuk
Islam kalau tidak membayar pajak untuk perlindungan dari kaum muslimin. Lalu
pihak samarkhon mengajukan surat ketidak terimaannya kepada Umar II atas
kejadian itu. Maka, Umar II pun melayangkan surat ke panglima khutaiba untuk
mengembalikan tanah penaklukannya ke pihak samarkhon itu sendiri. Begitu indah
Islam dipandangan non-muslim melalui public figure Umar bin Abdul aziz atau
Umar II.
Selain daripada itu, Umar II selalu mengingatkan kepada
siapapun agar tidak tergesa-gesa dalam menghukum mati karena khawatir malah
bukan karena Allah melainkan karena hawa nafsu. Sama seperti halnya kala itu
dimedan perang ketika Ali menghentikan tangannya ketika hendak menebas musuh
dikarenakan atas nafsu bukan karena Allah Swt. Lalu, Umar II mendirikan lembaga
majelis seperti MUI kalau sekarang mah untuk menyelesaikan perkara-perkara.
Mengumpulkan dan menuliskan hadist, memperbanyak para penghafal Al-Qur’an, dan
menambah gaji 2 kali lipat para pejabat agar tidak melakukan praktik korupsi.
Umar II menjabat sebagai khalifah selama 2 tahun 5 bulan dari
717 – 720 masehi. Tapi selama itu beliau telah menyebarkan keadilan
dimana-mana. Bagaimana Umar II telah mampu mewujudkan negara Baldatun
Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. How to create a country that is baldatun
thoyyibatun warabbun ghofur ? To realize a good country
that is full of Allah's forgiveness is to realize the following things: First , sincerely worship Allah ( Ihlashul
Ubudiyyah Lillah ). Second ,
the noble character of the residents, noble character is the pillar of creating
a good society and nation. Third, the nature of trust
that is spread and down to earth. every resident carries out the
obligations and mandates entrusted to him properly, there is no corruption,
bribery and other betrayals. Fourth, there is a
beautiful balance between the affairs of this world and the hereafter. Fifth, repent
for Allah's forgiveness. That is one of the pillars of the realization of
a good country with the most forgiving Lord, hopefully Indonesia will become a
country blessed by Allah and become a country "baldatun thoyyibatun warabbun
ghofur ”. (Muhammad Muslih, 2020, Suara Muhammadiyah)
Tempo lalu pernah disampaikan “dimana ada
cerita kapal Van Der Wijck disitu ada Buya”, ”dimana ada pesawat disitu ada
habibie”, dan sekarang ”dimana ada keadilan disitu ada Umar II”. Begitu
terkenalnya umar II dengan keadilannya.
Bahkan satu kisah lagi dipenghujung tulisan
ini, suatu malam Umar II sedang disibukan
dengan urusan negara menulis dengan diterangi lampu istana. Tiba-tiba
anaknya masuk ke ruangan beliau dan umar II bertanya ”ada apa engkau wahai anak
ku datang kemari ?”, jawab anaknya ”ada beberapa hal yang ingain saya tanyakan
ayah”, lalu sambut Umar II ”apakah ini urusan negara atau keluarga ?”, jawab
anaknya ”ini urusan keluarga ayah”. Umar II pun lalu mematikan lampu istana,
anaknya bertanya ”kenapa dimatikan ayah ?”, Umar II menjawab ”lampu yang ayah
pakai milik negara dan minyaknya juga dibeli pakai uang negara. Tidak patut rasanya
ayah menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi” setelah itu, Umar II
memerintah pelayan membawa lampu milik pribadinya. Sang anakpun tersenyum
melihat sosok ayahnya.
Terakhir, Umar bin Abdul Aziz atau Umar II
wafat pada hari jumat di 10 terakhir bulan Rajab tahun 101 Hijriyah pada usia
40 tahun karena diracun sama pembantunya. Kami bangga punya public figure seperti
mu wahai khalifaurasyidin ke-5, Begitu
besar jasa mu. Semoga Allah meridhoi dan memuliakan mu bersama generasinya. Aamiin.
Dari kami, terima kasih sang penerang keadilan Umar bin Abdul Aziz

.png)
