Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Vol.Vi.Adolf Hitler
Selasa, 13
Juni 2023
cafe moal
comel
ADOLF HITLER
Penulis : Chefi Abdul Latif
Adolf Hitler lahir tanggal 20 April 1889 di Gasthof zum Pommer, sebuah
penginapan di Salzburger Vorstadt 15, Braunau am Inn, Austria-Hungaria. Ia
adalah anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Alois Hitler dan Klara Pölzl (1860–1907).
Abang dan kakak Hitler – Gustav, Ida, dan Otto – meninggal saat masih
bayi. Saat Hitler berusia tiga tahun, keluarga mereka pindah ke Passau, Jerman. Di sana ia
mempelajari dialek Bayern Hilir (bukannya bahasa Jerman Austria), dan dialek ini menjadi ciri khas gaya bicaranya
seumur hidup. Tahun 1894, keluarga mereka pindah lagi ke Leonding (dekat Linz), dan pada Juni 1895, Alois menetap di sebuah lahan
kecil di Hafeld, dekat Lambach, tempat ia bertani dan
beternak lebah. Adolf bersekolah di kota tetangga, Fischlham. Hitler mulai suka
mempelajari perang setelah menemukan buku bergambar tentang Perang Prancis-Prusia milik ayahnya.
Perpindahan mereka ke Hafeld merupakan awal dari konflik ayah-anak yang
intens akibat Adolf menolak mematuhi peraturan ketat di sekolahnya. Usaha
pertanian Alois Hitler di Hafeld gagal dan pada tahun 1897 mereka pindah ke
Lambach. Hitler yang masih berusia 8 tahun mengikuti les menyanyi, bernyanyi
dengan paduan suara gereja, dan bahkan sempat mempertimbangkan diri untuk
menjadi pendeta.
Tahun 1898, keluarga mereka pindah permanen ke Leonding. Kematian
adiknya, Edmund, akibat cacar pada 2 Februari 1900 sangat
mempengaruhi kehidupan Hitler. Ia berubah dari sosok yang percaya diri, mudah
bergaul, dan pintar, menjadi bocah yang murung, menarik diri, dan cemberut yang
sering bertengkar dengan ayah dan gurunya.
Alois memiliki karier yang sukses di biro bea cukai dan ingin anaknya
mengikuti jejaknya. Hitler kemudian mendramatisir sebuah peristiwa ketika ayah Hitler
membawanya berkunjung ke kantor bea cukai, menyebutnya sebagai peristiwa yang
membangkitkan antagonisme tanpa ampun antara ayah dan anak, yang keduanya
sama-sama berkeinginan kuat. Mengabaikan keinginan putranya untuk masuk SMA
klasik dan menjadi seorang seniman, Alois mengirim Adolf ke Realschule di
Linz pada bulan September 1900. (Ini adalah SMA yang sama yang kelak
dimasuki Adolf Eichmann 17 tahun
kemudian.)[24] Hitler
menolak keputusan ini, dan dalam buku Mein Kampf,
Hitler mengungkapkan bahwa ia berprestasi buruk di sekolah, sambil berharap
bahwa setelah ayahnya melihat "kemajuan kecil yang aku buat di sekolah
teknik, ia akan membiarkanku mengejar mimpiku
Hitler terobsesi dengan nasionalisme Jerman sejak masih muda. Ia menunjukkan kesetiaannya terhadap Jerman, membenci monarki Habsburg yang
semakin kacau dan pemerintahannya di kekaisaran yang dihuni berbagai
etnis. Hitler dan teman-temannya memakai kata sambutan Jerman
"Heil", dan menyanyikan lagu kebangsaan Jerman "Deutschland Über Alles" alih-alih lagu kebangsaan Kekaisaran
Austria.
Setelah kematian mendadak Alois tanggal 3 Januari 1903, prestasi Hitler
di sekolah memburuk. Ibunya mengizinkan Hitler berhenti sekolah pada musim
gugur 1905. Ia bersekolah di Realschule di Steyr pada September 1904; perilaku dan prestasinya
membaik Pada musim gugur 1905, setelah
lulus ujian susulan dan ujian akhir, Hitler berhenti sekolah tanpa keinginan
apapun untuk melanjutkan sekolah atau membina karier.
Sejak 1905, Hitler menjalani kehidupan bohemia di Wina yang didanai oleh tunjangan anak yatim dan
bantuan dari ibunya. Ia bekerja sebagai buruh biasa, lalu seorang pelukis yang
menjual lukisan cat air. Akademi Seni Rupa Wina dua kali menolak Hitler, yaitu tahun 1907 dan
1908, dikarenakan "tidak cocok melukis". Direktur akademi menyarankan
agar Hitler mempelajari arsitektur,[
namun ia tidak memenuhi persyaratan akademik. Pada tanggal 21
Desember 1907, ibunya meninggal dunia pada usia 47 tahun. Setelah ditolak
Akademi untuk kedua kalinya, Hitler kehabisan uang. Tahun 1909, ia tinggal di
tempat penampungan tunawisma, dan pada tahun 1910, ia menetap di sebuah rumah pekerja miskin di Meldemannstraße.
Saat Hitler tinggal di sana, Wina adalah tempat penuh prasangka agama dan
rasisme. Kekhawatiran bahwa Wina akan dipenuhi imigran dari Timur meluas, dan
wali kotanya yang populis, Karl Lueger, mengeksploitasi retorika antisemitisme untuk
kepentingan politiknya. Antisemitisme pan-Jermanik Georg Schönerer mendapat dukungan kuat di distrik Mariahilf, tempat Hitler tinggal. Hitler membaca
koran-koran setempat, seperti Deutsches Volksblatt, yang mengompori
prasangka dan membakar ketakutan umat Kristen yang khawatir akan terusir oleh
membanjirnya pendatang Yahudi dari timur. Menolak apa yang disebutnya
sebagai "Jermanofobia" Katolik, ia mulai menyukai Martin Luther
Asal usul dan kapan Hitler menunjukkan antisemitismenya sulit dilacak.
Hitler menyebutkan dalam Mein Kampf bahwa berubah menjadi
seorang antisemit di Wina. Sahabatnya, August Kubizek, mengaku bahwa
Hilter adalah seorang "antisemit resmi" sebelum meninggalkan Linz.
Kesaksian Kubizek ditentang oleh sejarawan Brigitte Hamann, yang menulis bahwa Kubizek adalah satu-satunya orang
yang mengatakan bahwa Hitler muda adalah seorang antisemit.
Hamann juga menulis bahwa belum ada pernyataan antisemit yang keluar
dari mulut Hitler pada masa itu. Sejarawan Ian Kershaw berpendapat
bahwa jika Hitler pernah berkata seperti itu, perkataannya tidak diketahui
karena antisemitisme di Wina sudah biasa pada saat itu. Sejumlah sumber
memberikan bukti kuat bahwa Hitler memiliki teman-teman Yahudi di penginapannya
dan tempat-tempat lain di Wina. Sejarawan Richard J. Evans menyatakan
bahwa "para sejarawan sekarang setuju bahwa anti-Semitismenya yang
terkenal baru muncul setelah kekalahan Jerman [dalam Perang Dunia I], sebagai
efek samping dari jawaban paranoid 'pengkhianatan' terhadap peristiwa ini
Hitler mewarisi bagian terakhir dari harta ayahnya pada bulan Mei 1913
dan pindah ke Munich. Para sejarawan
yakin ia keluar dari Wina untuk menghindari wajib militer ke Angkatan Darat
Austria. Hitler kemudian mengklaim bahwa ia tidak mau berdinas di Kekaisaran Habsburg karena percampuran "ras" di dalam
tubuh AD. Setelah ia dinyatakan tidak cocok berdinas—karena gagal tes fisik
di Salzburg tanggal 5
Februari 1914—ia pulang ke Munich
Saat Perang Dunia I pecah, Hitler adalah penduduk kota Munich dan dengan
sukarela berdinas di Angkatan Darat Bayern sebagai warga negara Austria. Ditempatkan
di Resimen Infanteri Cadangan Bayern 16 (Kelompok Resimen ke-1), Hitler berperan sebagai pengirim berita di Front Barat di Prancis dan Belgia, menghabiskan nyaris
separuh waktunya di belakang garis depan. Ia terlibat dalam Pertempuran Ypres Pertama, Pertempuran Somme, Pertempuran Arras, dan Pertempuran Passchendaele, dan sempat terluka di Somme
Ia diberi penghargaan Salib Besi kelas Kedua pada tahun 1914 atas
keberaniannya. Karena disarankan Hugo Gutmann, Hitler menerima
Salib Besi kelas Pertama, pada tanggal 4 Agustus 1918, sebuah penghargaan yang
jarang disematkan pada seseorang berpangkat seperti Hitler (Gefreiter). Pekerjaan
Hitler di kantor pusat resimen, yaitu berinteraksi penuh dengan perwira senior,
mungkin membantu dirinya mendapatkan penghargaan ini, Meski aksinya
dianggap berani, namun tetap tidak dapat disebut sangat terpuji. Hitler juga
menerima Black Wound Badge pada 18 Mei 1918
Setelah Perang Dunia I, Hitler pulang ke Munich. Tanpa
pendidikan formal dan prospek karier, ia mencoba bertahan di AD selama mungkin. Pada
Juli 1919, ia ditunjuk sebagai Verbindungsmann (agen
intelijen) untuk sebuah Aufklärungskommando (komando
mata-mata) milik Reichswehr untuk mempengaruhi tentara lain dan menyusup
ke Partai Pekerja Jerman (DAP). Saat mengawasi aktivitas DAP, Hitler tertarik pada
pemikiran sang pendiri partai, Anton Drexler, yang antisemit,
nasionalis, antikapitalis, dan anti-Marxis. Drexler
menyukai pemerintahan aktif yang kuat, versi sosialisme non-Yahudi, dan
solidaritas kalangan masyarakat. Terpukau oleh kemampuan pidato Hitler, Drexler
mengundangnya untuk bergabung dengan DAP. Hitler menerima tawaran tersebut pada
12 September 1919 dan menjadi anggota partai ke-55
Di DAP, Hitler bertemu dengan Dietrich Eckart, salah seorang
pendiri partai dan anggota kelompok rahasia Thule Society.
Eckart menjadi guru Hitler, sempat bertukar pikiran dengannya dan
memperkenalkannya dengan berbagai macam tokoh masyarakat Munich. Demi
meningkatkan daya tariknya, DAP mengubah namanya menjadi Nationalsozialistische
Deutsche Arbeiterpartei (Partai Pekerja
Jerman Sosialis Nasional –
NSDAP). Hitler merancang bendera swastika di dalam
lingkaran putih berlatar belakang merah untuk partai ini
Hitler keluar dari AD pada Maret 1920 dan mulai bekerja purnawaktu untuk
NSDAP. Pada Februari 1921—saat sudah cakap berpidato di hadapan kerumunan
besar—ia berpidato di hadapan 6.000 orang di Munich. Untuk mempublikasikan
pertemuan tersebut, dua truk pendukung partai berkeliling kota sambil
mengibarkan bendera swastika dan menyebar brosur. Popularitas Hitler segera
naik gara-gara pidato polemiknya yang kasar
terhadap Perjanjian Versailles, pesaing politik, dan kaum Marxis dan
Yahudi. Pada waktu itu, NSDAP berkantor pusat di Munich, lahan subur bagi
kaum nasionalis Jerman antipemerintah yang ingin menghancurkan Marxisme dan
melecehkan Republik Weimar
Pada bulan Juni 1921, saat Hitler dan Eckart sedang dalam perjalanan
penggalangan dana ke Berlin, sebuah pemberontakan terjadi di dalam tubuh NSDAP
di Munich. Sejumlah anggota komite eksekutif, beberapa di antaranya menganggap
Hitler terlalu sombong, ingin bergabung dengan pesaing mereka, Partai Sosialis Jerman (DSP). Hitler pulang ke Munich tanggal 11
Juli dan mempertegas pengunduran dirinya. Anggota komite kemudian menyadari
pengunduran diri Hitler berarti partai bubar.
Hitler mengumumkan akan bergabung kembali dengan syarat ia menggantikan Drexler
sebagai ketua partai dan kantor pusat partai harus tetap berada di Munich.
Komite setuju; Hitler bergabung kembali dengan partai sebagai anggota ke-3.680.
Ia masih mendapat sejumlah pertentangan di internal NSDAP: Hermann Esser dan
sekutunya menerbitkan 3.000 pamflet yang menyerang Hitler sebagai pengkhianat
partai. Pada hari-hari berikutnya, Hitler berbicara di hadapan kerumunan
mempertahankan dirinya dan mendapat sambutan luar biasa. Strateginya terbukti
berhasil: pada rapat anggota umum, ia diberi kekuasaan absolut sebagai ketua
partai dengan satu suara menentang
Pidato Hitler yang bersemangat di aula bir mulai menarik para pendengar
setia. Ia mulai terbiasa memakai tema populis yang ditargetkan
pada pendengarnya, termasuk pemakaian kambing hitam yang bisa
disalahkan atas kesulitan ekonomi para pendengarnya. Sejarawan mencatat
dampak hipnosis dari kata-katanya terhadap kerumunan besar, dan matanya
terhadap kerumunan kecil. Kessel menulis, "Dengan luar biasa ... warga
Jerman berbicara dengan mistifikasi pesona 'hipnosis' Hitler. Kata itu muncul
lagi dan lagi; Hitler dikatakan berhasil memukau bangsa ini, membawa mereka ke
dalam keadaan trans di mana mereka tidak bisa melepaskan
diri." Sejarawan Hugh Trevor-Roper mendeskripsikan "pesona pandangannya yang
menyihir banyak orang yang masih waras." Ia memakai magnetisme
pribadinya dan pemahaman terhadap psikologi kerumunan untuk mendapat keunggulan
saat berpidato di hadapan publik. Alfons Heck, mantan
anggota Pemuda Hitler, mendeskripsikan reaksi terhadap pidato Hitler:
"Kami terbakar dengan kebanggaan nasionalis yang sudah mencapai tingkat
histeria. Pada menit-menit terakhir, kami berteriak sekencang mungkin dengan
derai air mata: Sieg Heil, Sieg Heil, Sieg Heil! Sejak saat
itu, diri saya adalah milik tubuh dan jiwa Adolf Hitler". Meski
kemampuan pidato dan kepribadiannya dapat diterima secara baik oleh kerumunan
besar dan acara-acara resmi, sejumlah orang yang pernah bertemu Hitler secara
pribadi mengatkan bahwa penampilan dan perilakunya gagal memberi pesona yang
bertahan lama
Para pengikut pertamanya meliputi Rudolf Hess, mantan pilot
AU Hermann Göring, dan kapten AD Ernst Röhm. Röhm menjadi kepala
organisasi paramiliter Nazi, Sturmabteilung (SA,
"Tentara Penyerbu"), yang bertugas melindungi rapat dan sering
menyerang pesaing politik. Pengaruh kritis terhadap pemikirannya pada masa itu
adalah Aufbau Vereinigung,
sebuah kelompok konspirasi para pengungsi Rusia Putih dan Sosialis Nasional awal. Kelompok yang
didanai sejumlah tokoh industrialis kaya seperti Henry Ford ini
memperkenalkan Hitler dengan ide konspirasi Yahudi yang mengaitkan keuangan
internasional dengan Bolshevisme.
Hitler meminta bantuan Jenderal Perang Dunia I Erich Ludendorff untuk
melakukan kudeta bernama "Bierkeller Putsch". Partai
Nazi memakai Fasisme Italia sebagai model penampilan dan kebijakan mereka.
Hitler ingin meniru "Pawai ke Roma"-nya Benito Mussolini (1922)
dengan membuat kudetanya sendiri di Bayern, lalu diikuti dengan melawan
pemerintahan di Berlin. Hitler dan Ludendorff mencari dukungan Staatskommissar (komisaris
negara) Gustav von Kahr, pemimpin de facto Bayern. Namun Kahr dan Kepala
Polisi Hans Ritter von Seisser (Seißer)
dan Jenderal Reichswehr Otto von Lossow ingin
mendirikan kediktatoran nasionalis tanpa keterlibatan Hitler
Hitler hendak merengkuh momen kritis ini demi meraih dukungan luas dari
rakyat.
Pada tanggal 8 November 1923, ia dan SA menyerbu rapat umum 3.000 orang
yang diselenggarakan Kahr di Bürgerbräukeller, sebuah aula bir besar di Munich. Hitler menyerobot
pidato Kahr dan mengumumkan bahwa revolusi nasional telah dimulai dan
mendeklarasikan pembentukan pemerintahan baru bersama Ludendorff. Mundur ke
ruang belakang, Hitler, dengan pistol genggamnya, menuntut dan mendapat
dukungan Kahr, Seisser, dan Lossow, Pasukan Hitler awalnya berhasil
menduduki Reichswehr dan markas polisi setempat; sayangnya, Kahr dan
rekan-rekannya menarik dukungan mereka dan baik AD maupun polisi negara tidak
bergabung dengan Hitler. Keesokan harinya, Hitler dan para pengikutnya
berpawai dari aula bir ke Kementerian Perang
Bayern untuk menggulingkan
pemerintahan Bayern, tetapi berhasil dibubarkan polisi. 16 anggota NSDAP dan 4 polisi tewas dalam kudeta gagal ini.
Hitler kabur ke rumah Ernst Hanfstaengl dan
menurut sejumlah orang ia sempat mempertimbangkan bunuh diri. Ia depresi
namun tenang saat ditahan tanggal 11 November 1923 akibat pengkhianatan tingkat tinggi. Pengadilannya
dimulai bulan Februari 1924 di hadapan Pengadilan Rakyat istimewa di Munich, dan Alfred Rosenberg menjadi
ketua sementara NSDAP. Pada tanggal 1 April, Hitler dihukum lima tahun penjara
di Penjara Landsberg. Ia ditangani secara baik oleh para penjaga; ia
diizinkan menerima surat dari para pendukungnya dan kunjungan rutin oleh
rekan-rekan partai. Mahkamah Agung Bayern mengeluarkan pengampunan dan Hitler
dibebaskan dari penjara pada tanggal 20 Desember 1924, bertentangan dengan
keberatan jaksa negara.
Jika dihitung secara keseluruhan, Hitler hanya mendekam selama satu tahun
lebih di penjara
Di Landsberg, Hitler mendiktekan sebagian besar volume pertama Mein Kampf (Perjuanganku;
awalnya berjudul Empat Setengah Tahun Perjuangan Melawan Kebohongan,
Kebodohan, dan Kepengecutan) kepada wakilnya, Rudolf Hess.
Buku tersebut, didedikasikan kepada anggota Thule Society Dietrich
Eckart, adalah sebuah otobiografi sekaligus pemaparan ideologinya. Mein
Kampf dipengaruhi oleh The Passing of the Great Race karya Madison Grant, yang Hitler
anggap "Injilku". Buku tersebut menjadi dasar
rencana Hitler untuk mengubah masyarakat Jerman menjadi satu berdasarkan ras.
Sejumlah kalimat di dalamnya menekankan genosida.
Diterbitkan dalam dua volume tahun 1925 dan 1926, buku ini terjual
sebanyak 228.000 eksemplar antara 1925 dan 1932. Satu juga eksemplar terjual
pada 1933, tahun pertama Hitler menjabat.
Setelah Hitler dibebaskan dari penjara, politik di Jerman sudah kurang
bersaing dan ekonomi membaik, sehingga membatasi kesempatan Hitler memenuhi
tujuan politiknya. Akibat Bierkeller Putsch yang gagal tersebut, NSDAP dan
organisasi terkait dilarang berdiri di Bayern. Dalam pertemuan dengan Perdana
Menteri Bayern Heinrich Held tanggal 4
Januari 1925, Hitler setuju menghormati kewenangan negara: ia hanya akan
mengejar kekuasaan politik melalui proses demokratis. Pertemuan ini berhasil
mencabut larangan terhadap NSDAP.
Akan tetapi, Hitler dilarang berpidato di hadapan publik,
sebuah larangan yang tetap berlaku sampai 1927. Untuk memajukan ambisi
politiknya meski dilarang, Hitler menunjuk Gregor Strasser, Otto Strasser, dan Joseph Goebbels untuk
mendirikan dan mengembangkan NSDAP di Jerman utara. Seorang strategiwan
berbakat, Gregor Strasser, membuat jalur politik yang lebih independen dengan
menekankan elemen sosialis dari program partai ini.
Bursa saham di Amerika Serikat jatuh pada tanggal 24 Oktober
1929. Dampaknya di Jerman begitu
parah: jutaan orang di-PHK dan sejumlah bank besar bangkrut. Hitler dan NSDAP
bersiap untuk memanfaatkan peristiwa ini demi mendulang dukungan bagi partai
mereka. Mereka berjanji menghapus Perjanjian Versailles, memperkuat ekonomi,
dan menyediakan lapangan kerja
Hitler secara resmi melepaskan kewarganegaraan Austrianya pada 7 April
1925, tetapi belum memperoleh kewarganegaraan Jerman. Nyaris selama 7 tahun ia
adalah orang tanpa negara, tidak bisa menduduki jabatan publik, dan terancam
dideportasi. Pada tanggal 25 Februari 1932, menteri dalam negeri Brunswick, anggota NSDAP juga, menunjuk Hitler sebagai pengurus
delegasi negara untuk Reichsrat di Berlin. Karena itu pula, Hitler otomatis
menjadi warga negara Brunswick, sekaligus
Jerman.
Tahun 1932, Hitler berkampanye melawan von Hindenburg dalam pemilu presiden. Kelangsungan pencalonannya ditegaskan oleh pidato
tanggal 27 Januari 1932 di Industry Club di Düsseldorf, yang memberinya
dukungan dari sebagian besar industrialis paling berpengaruh di Jerman. Namun
Hindenburg sudah didukung oleh berbagai partai nasionalis, monarkis, Katolik,
dan republikan,
dan sejumlah kaum demokrat sosial. Hitler memakai slogan kampanye "Hitler
über Deutschland" ("Hitler di atas Jerman"), merujuk pada ambisi
politik sekaligus kampanyenya yang menggunakan pesawat terbang. Hitler
menempati peringkat kedua di dua putaran pemilu dengan lebih dari 35% suara
pada pemilu terakhir. Meski ia kalah, pemilihan umum ini menjadikan Hitler
kekuatan dalam perpolitikan Jerman
Ketiadaan pemerintahan yang efektif memaksa dua politikus
berpengaruh, Franz von Papen dan Alfred Hugenberg, bersama
sejumlah industrialis dan pebisnis lainnya, menyurati von Hindenburg. Para
penandatangan memaksa Hindenburg menunjuk Hitler sebagai kepala pemerintahan
"bebas dari partai parlemen", yang akan berubah menjadi gerakan yang
mampu "memukau jutaan orang
Hindenburg dengan setengah hati setuju menunjuk Hitler sebagai kanselir
setelah dua pemilihan umum parlemen—bulan Juli dan November 1932—tidak
menghasilkan pembentukan pemerintahan mayoritas. Hitler akan memimpin
pemerintahan koalisi berusia pendek yang dibentuk oleh NSDAP dan partai
Hugenberg, yaitu Partai Rakyat Nasional Jerman (DNVP). Pada 30 Januari 1933, kabinet baru
disumpah dalam upacara singkat di kantor Hindenburg. NSDAP memperoleh tiga
jabatan penting, Hitler menjadi Kanselir, Wilhelm Frick Menteri
Dalam Negeri, dan Hermann Göring Menteri
Dalam Negeri untuk Prusia. Hitler sebelumnya menuntut jabatan menteri sebagai
upaya mengendalikan polisi di sebagian besar wilayah Jerman.
Sebagai kanselir, Hitler berupaya melawan balik tindakan-tindakan para
pesaing NSDAP untuk membuat pemerintahan mayoritas. Karena kebuntuan politik,
ia meminta Presiden Hindenburg membubarkan Reichstag lagi dan menjadwalkan
pemilu pada awal Maret. Pada 27 Februari 1933, gedung Reichstag terbakar. Göring menyebut hal ini sebagai plot komunis, karena
seorang komunis Belanda Marinus van der Lubbe terbukti memperburuk keadaan di dalam gedung
yang terbakar itu. Atas permintaan Hitler, Hindenburg menanggapinya dengan
mengeluarkan Dekret Kebakaran Reichstag tanggal 28 Februari, yang menghapus hak-hak
dasar dan mengizinkan penahanan tanpa diadili terlebih dahulu. Aktivitas Partai Komunis Jerman ditekan dan sekitar 4.000 anggota partai komunis
ditahan. Para peneliti, termasuk William L. Shirer dan Alan Bullock, berpendapat bahwa
NSDAP sendiri yang memulai kebakaran tersebut.
Selain kampanye politik, NSDAP terlibat dalam kekerasan paramiliter dan
penyebaran propaganda anti-komunis beberapa hari menjelang pemilu. Pada hari-H,
6 Maret 1933, jumlah suara NSDAP meningkat menjadi 43,9% dan partai ini
memperoleh jumlah kursi terbanyak di parlemen. Akan tetapi, partai Hitler gagal
mengamankan mayoritas absolut, sehingga mereka harus berkoalisi dengan DNVP.
Setelah berhasil mengendalikan penuh cabang pemerintahan legislatif dan
eksekutif, Hitler dan sekutu politiknya mulai menekan oposisi politik yang
tersisa secara sistematis. Partai Demokratik Sosial dilarang berdiri dan semua asetnya
disita. Saat delegasi serikat dagang berkumpul di Berlin untuk
aktivitas May Day,
tentara SA merobohkan kantor-kantor serikat di seluruh Jerman. Pada tanggal 2
Mei 1933, semua serikat dagang terpaksa bubar dan ketua-ketuanya ditahan;
beberapa di antaranya dikirim ke kamp konsentrasi. Front Buruh Jerman dibentuk sebagai organisasi yang memayungi semua
pekerja, pengurus, dan pemilik perusahaan, sehingga merefleksikan konsep
sosialisme nasional dengan semangat Volksgemeinschaft Hitler
(komunitas rasial Jerman; secara harafiah berarti "komunitas rakyat")
Pada akhir Juni, partai-partai lain diintimidasi agar bubar. Dengan
bantuan SA, Hitler menekan rekan koalisinya, Hugenberg, supaya mundur. Tanggal
14 Juli 1933, NSDAP dinyatakan sebagai satu-satunya partai politik yang sah di
Jerman. Tuntutan SA untuk kekuasaan politik dan militer yang lebih besar
memunculkan kegelisahan di kalangan pimpinan militer, industri, dan politik.
Hitler menanggapinya dengan menghapus seluruh kepemimpinan SA dalam Malam Pisau-Pisau Panjang yang dilancarkan pada 30 Juni sampai 2 Juli
1934. Hitler menargetkan Ernst Röhm dan pimpinan SA
lainnya, bersama sejumlah lawan politik Hitler (seperti Gregor Strasser dan
mantan kanselir Kurt von Schleicher), yang kemudian dikumpulkan, ditahan, dan ditembak
mati. Saat komunitas internasional dan sejumlah masyarakat Jerman terkejut
akibat pembunuhan itu, banyak kalangan di Jerman melihat Hitler sedang
menegakkan ketertiban
Tanggal 2 Agustus 1934, Presiden von Hindenburg meninggal dunia. Sehari
sebelumnya, kabinet telah mengesahkan "Hukum Jabatan Negara Tertinggi Reich". Hukum ini
menyatakan bahwa setelah Hindenburg meninggal dunia, jabatan presiden akan
dihapus dan kekuasaannya digabung dengan kekuasaan kanselir. Hitler lantas
menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dan secara formal diberi
nama Führer und Reichskanzler (pemimpin
dan kanselir). Hukum ini melanggar Undang-Undang Pemberian Kuasa. Meski
mengizinkan Hitler menyimpang dari konstitusi, UU ini secara eksplisit
melarangnya menerobos hukum apapun yang berkaitan dengan jabatan presiden. Pada
tahun 1932, konstitusi tersebut diamendemen untuk menjadikan presiden Mahkamah
Agung, bukan kanselir, sebagai presiden sementara sambil menunggu pemilihan
umum baru. Dengan hukum ini, Hitler menghapus alternatif hukum terakhir
yang dapat menurunkannya dari tampuk kekuasaan.
Sebagai kepala negara, Hitler menjadi Komandan Tertinggi angkatan
bersenjata. Sumpah setia tentara yang biasa diganti menjadi sumpah setia kepada diri Hitler,
bukannya jabatan komandan tertinggi atau negara. Pada 19
Agustus, penggabungan kepresidenan dengan kekanseliran disetujui oleh 90% suara
dalam sebuah plebisi
Pada awal 1938, Hitler memakai taktik pemfitnahan untuk
mengonsolidasikan kekuasaan militernya dengan mencetuskan Skandal Blomberg–Fritsch. Hitler memaksa Menteri Perang, Marsekal
Lapangan Werner von Blomberg mengundurkan diri dengan menunjukkan laporan
polisi bahwa istri baru Blomberg pernah terlibat dalam
prostitusi. Komandan Angkatan Darat Kolonel-Jenderal Werner von Fritsch disingkirkan dengan cara yang sama setelah Schutzstaffel (SS) membuat
tuduhan bahwa ia terlibat dalam hubungan homoseksual. Keduanya menjadi
sosok yang tidak disukai setelah mereka keberatan terhadpa permintaan Hitler
agar Wehrmacht dipersiapkan
untuk perang setidaknya tahun 1938.
Hitler mengambil alih jabatan Komandan Bertugas Blomberg, sehingga ia
bisa mengendalikan angkatan bersenjata secara pribadi. Ia mengganti Kementerian
Perang dengan Oberkommando der Wehrmacht (Komando Tinggi Angkatan Bersenjata, atau OKW),
dipimpin Jenderal Wilhelm Keitel. Pada hari yang
sama, 16 jenderal dipecat dan 44 lainnya dipindahtugaskan; semuanya diduga tidak
pro-Nazi. Pada awal Februari 1938, 12 jenderal dipecat
Setelah mengonsolidasikan kekuatan politiknya, Hitler menekan atau
menyingkirkan oposisinya melalui proses Gleichschaltung.
Ia berupaya mendapat tambahan dukungan publik dengan berjanji memutarbalikkan
dampak Depresi Besar dan Perjanjian Versailles.
Banyak dekret Hitler didasarkan pada Dekret Kebakaran Reichstag, sesuai
Pasal 48 Konstitusi Weimar. Dekret ini memberi presiden kekuasaan mengambil
tindakan darurat untuk melindungi keselamatan dan ketertiban masyarakat. Karena
itu, Hitler bisa berkuasa di bawah darurat militer yang sah. Reichstag
dua kali memperbaiki UU Pemberian Kuasa sebagai formalitas karena semua partai
selain Nazi dilarang berdiri.
Pada bulan Agustus 1934, Hitler menunjuk presiden Reichsbank Hjalmar Schacht sebagai
Menteri Ekonomi, dan pada tahun selanjutnya, sebagai Menteri Ekonomi Perang
Berkuasa Penuh yang bertugas mempersiapkan ekonomi negara untuk perang.
Rekonstruksi dan persenjataan kembali didanai oleh surat Mefo, pencetakan uang,
dan penyitaan aset orang-orang yang ditahan sebagai musuh negara, termasuk kaum
Yahudi. Pengangguran menurun dari enam juta orang pada tahun 1932 menjadi
satu juta orang pada tahun 1936. Hitler mengoperasikan salah satu kampanye
perbaikan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Jerman, termasuk pembangunan
bendungan, jalan bebas hambatan, rel kereta, dan pekerjaan umum lainnya. Upah agak
rendah pada pertengahan sampai akhir 1930-an jika dibandingkan dengan upah pada
masa Republik Weimar, sementara biaya hidup naik 25%. Minggu
kerja rata-rata bertambah saat peralihan ke ekonomi perang; pada 1939,
rata-rata orang Jerman bekerja antara 47 sampai 50 jam seminggu
Pemerintah Hitler mensponsori arsitektur dalam skala
besar. Albert Speer,
terkenal karena mengimplementasikan reinterpretasi klasik Hitler terhadap
budaya Jerman, ditugaskan membuat rencana renovasi arsitektur Berlin. Tahun 1936, Hitler
membuka Olimpiade Musim Panas di Berlin.
Dalam diskusi pribadi tahun 1939, Hitler menyatakan Britania sebagai
musuh utama yang perlu dikalahkan dan pemusnahan Polandia adalah prasyarat yang
diperlukan demi mencapai tujuan tersebut. Sisi timur akan diamankan dan
daratannya dimasukkan dalam Lebensraum Jerman. Tersinggung
oleh "jaminan" kemerdekaan Polandia oleh Britania pada 31 Maret 1939,
Hitler berkata, "Aku harus membuatkan minuman iblis untuk mereka."]
Dalam sebuah pidato di Wilhelmshaven pada acara
peluncuran kapal perang Tirpitz tanggal 1 April,
ia mengancam akan membatalkan Perjanjian Laut
Inggris-Jerman jika Britania
terus menjamin kemerdekaan Polandia, yang ia pandang sebagai kebijakan
"pengepungan".Polandia akan menjadi negara satelit Jerman atau
dinetralisasi untuk mengamankan sisi timur Reich dan mencegah kemungkinan
blokade Britania. Hitler awalnya memilih ide negara satelit, tetapi karena
ditolak pemerintah Polandia, ia memutuskan menginvasi Polandia dan
menjadikannya tujuan utama kebijakan luar negerinya tahun 1939. Pada
tanggal 3 April, Hitler memerintahkan pihak militer bersiap untuk Fall Weiss ("Kasus
Putih"), yaitu rencana penyerbuan ke Polandia tanggal 25 Agustus. Dalam
pidato di Reichstag tanggal 28 April, Hitler membatalkan Perjanjian Laut
Inggris-Jerman dan Pakta Non-Agresi
Jerman–Polandia. Pada bulan Agustus,
Hitler memberitahu jenderal-jenderalnya bahwa rencana awalnya untuk tahun 1939
adalah "...membentuk hubungan baik dengan Polandia demi memerangi
Barat." Sejumlah sejarawan seperti William Carr, Gerhard Weinberg, dan Ian
Kershaw berpendapat bahwa alasan ketergesaan Hitler melancarkan perang adalah
ia takut keburu meninggal duluan.
Hitler khawatir serangan militernya ke Polandia akan menciptakan perang
lebih awal terhadap Britania. Akan tetapi, menteri luar negeri Hitler—dan
mantan Duta Besar untuk London—Joachim von Ribbentrop menjamin bahwa baik
Britania maupun Prancis tidak akan menghormati komitmen mereka ke Polandia. Karena
dijamin seperti itu, pada tanggal 22 Agustus 1939 Hitler memerintahkan
mobilisasi militer ke Polandia
Rencana ini memerlukan bantuan rahasia dari Sovietdan pakta non-agresi (Pakta Molotov-Ribbentrop) antara Jerman dan Uni Soviet, dipimpin Joseph Stalin, termasuk
perjanjian rahasia pembelahan Polandia untuk kedua negara tersebut. Menanggapi
pakta yang baru terbentuk ini—dan berbeda dengan prediksi Ribbentrop bahwa aksi
ini akan memperburuk hubungan Inggris-Polandia—Britania dan Polandia membentuk
aliansi Inggris-Polandia pada 25 Agustus 1939. Manuver ini, bersamaan dengan
berita dari Italia bahwa Mussolini tidak akan menghormati Pakta Baja, memaksa Hitler
menunda serbuan ke Polandia dari 25 Agustus menjadi 1 September. Hitler
gagal mengalihkan Britania ke posisi netral dengan menawarkan jaminan
non-agresi ke Imperium Britania tanggal 25 Agustus; ia kemudian
menginstruksikan Ribbentrop agar mengungkapkan rencana perdamaian menit-menit
terakhir dengan batasan waktu yang sangat pendek agar bisa menyalahkan perang
yang akan terjadi pada ketidaksigapan Britania dan Polandia.
Meski gelisah akan intevensi Britania, Hitler melanjutkan rencana invasi
Polandia.
Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerbu Polandia barat dengan alasan klaimnya terhadap Kota Bebas Danzig dan
haknya atas jalan ekstrateritorial melintasi Koridor Polandia ditolak,
yang telah diserahkan Jerman sesuai Perjanjian Versailles. Merespon
tindakan ini, Britania Raya dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman pada
tanggal 3 September, mengejutkan Hitler dan memaksanya bertanya dengan nada
marah kepada Ribbentrop, "Sekarang apa lagi?"
Prancis dan Britania segera bertindak sesuai pernyataan mereka, dan pada
17 September, pasukan Soviet menyerbu Polandia timur
Jatuhnya Polandia diikuti oleh apa yang disebut sejumlah wartawan
sebagai "Perang Palsu" atau Sitzkrieg ("perang
duduk"). Hitler menginstruksikan dua Gauletier Polandia barat laut yang baru ditunjuk, Albert Forster dari Reichsgau Danzig-Prusia Barat dan Arthur Greiser dari Reichsgau Wartheland, untuk "menjermanisasikan" daerah
mereka "tanpa pertanyaan" tentang bagaimana caranya. Ketika penduduk
Polandia di daerah Forster harus menandatangani pernyataan bahwa mereka
memiliki darah Jerman, Greiser melakukan kampanye pembersihan etnis brutal
terhadap penduduk Polandia di daerahnya. Greiser mengeluh Forster mengizinkan
ribuan orang Polandia diterima sebagai "ras" Jerman sehingga
mengancam "kemurnian ras" Jerman. Hitler menolak terlibat, karena
ingin menjadikannya contoh dari teori "bekerja untuk Führer": Hitler
mengeluarkan instruksi yang tidak jelas dan mengharapkan semua bawahannya
menjalankan kebijakan mereka sendiri.
Pada tanggal 27 September 1940, Pakta Tiga Pihak ditandatangani
di Berlin oleh Saburō Kurusu dari Kekaisaran Jepang, Hitler, dan
menteri luar negeri Italia Ciano,
kemudian meluas hingga Hungaria, Rumania, dan Bulgaria, sehingga
memperkuat kekuatan Poros.
Upaya Hitler dalam mengintegrasikan Uni Soviet dengan blok anti-Britania gagal
pasca pertemuan buntu antara Hitler dan Molotov di Berlin pada bulan November, kemudian ia
meminta semua pihak bersiap untuk invasi besar-besaran ke Uni Soviet.[
Pada musim semi 1941, aktivitas militer di Afrika Utara, Balkan, dan Timur Tengah
mengalihkan Hitler dari rencananya di kawasan timur. Bulan Februari, pasukan Jerman tiba di Libya untuk memperkuat keberadaan pasukan Italia di
sana. Bulan April, Hitler melancarkan invasi Yugoslavia, yang tidak
lama kemudian diikuti dengan invasi Yunani.
Bulan Mei, pasukan Jerman dikirim untuk membantu pasukan pemberontak Irak memerangi
Britania dan menyerbu Kreta. Pada tanggal 23
Mei, Hitler mengeluarkan Surat Perintah Führer No. 30.
Tanggal 22 Juni 1941, melawan pakta non-agresi Hitler–Stalin tahun 1939,
5,5 juta tentara Poros menyerbu Uni Soviet. Tujuan dari serangan berskala besar
ini (Operasi Barbarossa) adalah penghancuran total Uni Soviet dan perebutan
semua sumber daya alamnya untuk upaya agresi masa depan terhadap negara-negara
Barat. Dalam invasi ini, Jerman berhasil mencaplok wilayah yang sangat luas,
termasuk beberapa republik Baltik, Belarus, dan Ukraina Barat. Setelah
keberhasilan Pertempuran Smolensk, Hitler memerintahkan Grup Angkatan Darat Tengah menghentikan
lajunya ke Moskwa dan sementara mengalihkan grup Panzernya ke utara dan selatan
untuk membantu pengepungan Leningrad dan Kiev. Keputusan Hitler ini menciptakan krisis besar di
kalangan petinggi militer, karena para jenderal tidak setuju dengan perubahan
target tersebut. Jeda yang diambil Hitler pada akhir musim panas memberikan
Angkatan Darat Merah kesempatam memobilisasi cadangan-cadangan baru; sejarawan
Russel Stolfi menganggap hal ini sebagai salah satu faktor utama yang
menyebabkan kegagalan serangan Moskwa, yang baru dilanjutkan bulan Oktober 1941
dan berakhir dengan kegagalan besar pada bulan Desember.
Pada akhir 1944, baik Angkatan Darat Merah dan Sekutu Barat sedang
menyerbu masuk Jerman. Mengetahui kekuatan dan kegigihan Angkatan Darat Merah,
Hitler memutuskan memakai sisa tentara cadangannya untuk melawan tentara Amerika
Serikat dan Britania yang ia anggap lebih lemah.
Pada 16 December, ia melancarkan serangan di Ardennes untuk
memecah belah Sekutu Barat dan mungkin meyakinkan mereka ikut berpeang melawan
Soviet. Setelah serangan tersebut gagal, Hitler sadar bahwa Jerman akan kalah
perang. Harapan terakhirnya untuk menegosiasikan damai dengan Amerika Serikat
dan Britania dibantu oleh kematian Franklin D. Roosevelt tanggal 12 April 1945; namun, berbeda dengan
harapannya, Sekutu tetap tidak gentar. Bertindak dengan pandangannya bahwa
kegagalan militer Jerman turut menghilangkan haknya untuk berdiri sebagai suatu
bangsa, Hitler memerintahkan penghancuran semua infrastruktur industri Jerman
sebelum jatuh ke tangan Sekutu.
Setelah tengah malam 29 April, Hitler menikahi Eva Braun dalam sebuah upacara pernikahan kecil di ruang peta di
Führerbunker. Setelah sarapan sederhana bersama istri barunya, ia membawa
sekretaris Traudl Junge ke ruangan lain dan mendiktekan wasiat dan kata-kata terakhir. Peristiwa ini disaksikan dan dokumennya
ditandatangani oleh Hans Krebs, Wilhelm Burgdorf, Joseph Goebbels, dan Martin
Bormann. Sore itu, Hitler diberitahu tentang pembunuhan diktator
Italia Benito Mussolini, yang mungkin mempertegas keinginannya untuk menolak
ditangkap
Tanggal 30 April 1945, setelah pertempuran jalanan yang sengit, ketika tentara Soviet berada
satu atau dua blok dari Reichskanzlei, Hitler dan Braun bunuh diri; Braun
menggigit kapsul sianidadan Hitler menembak
dirinya. Jasad mereka dibawa naik melalui pintu keluar darurat bunker ke
kebun belakang Reichskanzlei yang sudah hancur, kemudian ditempatkan di sebuah
kawah bom dan disiram bensin. Kedua jasad kemudian dibakar diiringi
suasana pengeboman oleh Angkatan Darat Merah
Berlin menyerah pada tanggal 2 Mei. Catatan arsip Soviet—dirilis setelah
jatuhnya Uni Soviet—memperlihatkan bahwa sisa-sisa jenazah Hitler, Braun,
Joseph dan Magda Goebbels, enam anak Goebbels, Jenderal Hans Krebs, dan anjing-anjing Hitler berkali-kali
dikubur dan diangkat.Pada tanggal 4 April 1970, sebuah tim KGB Soviet memakai peta pemakaman terperinci
untuk mengangkat lima kotak kayu di fasilitas SMERSH di Magdeburg. Sisa-sisa jenazah dari kotak tersebut dibakar, dihancurkan,
dan disebarkan di sungai Biederitz, anak sungai Elbe.
Terakhir penulis menyampaikan bahwa “dimana
ada cerita kapal Van Der Wijck disitu ada buya”, ”dimana ada pesawat disitu ada habibie”, ”dimana ada
keadilan disitu ada Umar II, ”dimana ada alfaruq disitu ada Umar bin Khattab”,”dimana ada Naar de
Republiek Indonesia disitu ada tan malaka”, dan sekarang ”dimana ada mein kampf
disitu ada hitler”
wikipedia dan opiniku
Terima kasih