Prototif Kepribadian
Kenalilah
Niscaya akan kenal orang lain
Dan pahami orang lain, maka anda
akan tahu siapa diri Anda
Kita hidup dalam kelucuan
yang luar biasa. Betapa tidak, sebab kita hidup tetapi tak pernah tahu
diri kita sendiri. Kalau sampai usia
dewasa, kita masih belum bisa menjawab pertanyaan, ‘siapakah saya’, maka sulit
bagi kita untuk tahu posisi diri kita yang sebenarnya. Dan kita nyata benar
belum tahu dari sendiri. Dalam keadaan seperti ini, kita akan sering terjebak
oleh ketidakmampuan diri tetapi dianggap sebagai kehebatan diri. Kita sering
tertipu oleh kemampuan diri, tetapi tidak bisa memanaj kemampuan itu, sehingga
hidup kita tetap bertengger dalam kubangan keterbelakangan. Kata kata hikmah
mengingatkan bahwa yang terpenting dalam hidup ini, ‘bukanlah menghitung berapa
jumlah kemampuan diri, melainkan akan dibagaimanakan kemampuan yang kita
miliki.
Tetapi apapun alasannya,
terlebih dahulu kita wajib mengetahui kemana kecenderungan diri kita
ketertarikan. Tidaklah bijak manakala kita memaksakan diri pada suatu hal
tertentu, padahal kita belum tahu berada dimana diri kita. Lebih penting kita
tahu posisi diri kita ketimbang perbuatan yang kita lakukan. Tetapi tentu akan
lebih utama kita berbuat setelah tahu posisi diri kita yang sebenarnya. Tahu
merupakan alat untuk mendongkrak MAU, yaitu munculnya kemauan dan kemauan
mendorong MAMPU, yaitu talenta bertindak dan mempu menghasilkan MALU, yaitu
martabat diri untuk mencapai yang terbaik, itulah formula Three M.
Berdasarkan pada hasil
analisis banyak pakar, dari beberapa kecenderungan dapat dikelompokan pada tiga hal yang menjadi pusat
kecenderungan tindakan seseorang, yakni :
§
Thinker
Kelompok orang yang lebih menunjukan kecenderungannya pada kemampuuan
dan keterampilan berpikir (Thinking skill) serta problem solving (Pemecahan
masalah ) yang berdasarkan pada kerangka berpikir tertentu. Kecenderungan
prototif kepribadian Thinker, berpikir obyektif, sistematik, imajinatif dan
berpikir radian (radiant thinking) yaitu berpikir memancar bukan linier
prototif orang seperti ini, ketika menghadapi suatu masalah , akan memberi
jawaban dengan cara memikirkan terlebih dahulu, apa yang menyebabkan, bagaimana
kerangka teorinya, metodologi apa yang sekiranya relevan dan dampak pengiring
dari cara penyelesaian yang diambil. Kemampuan berpikir dalam masyarakat
tradisional seringkali dikaitkan dengan keterampilan dalam bekerja sedang pada
masyarakat modern berkaitan dengan kamampuan memecahkan masalah secara
sistematik.
Untuk menguji seberapa kuat Anda memili tipe ‘thinker‘ berikan respons
atau jawaban terhadap beberapa pertanyaan atau pernyataan di bawah ini :
·
Kenapa jumlah hari dalam
satu minggu hanya ada 7 hari saja ?
·
Kenapa 2 x 2 = 4 ?
·
Kenapa burung bisa terbang ?
·
Kenapa ikan hidup di air ?
·
Berapa jumlah lapangan
kerja yang dapat dilahirkan dalam satu tahun ?
·
Berapa jumlah mahasiswa
yang begitu lulus bisa langsung kerja ?
Bila jawaban Anda untuk
keseluruhan pertanyaan di atas sama, yaitu sejumlah yang dapat dipikirkan, maka
anda memiliki tipe thinker. Tetapi jika Anda menjawab cukup apa adanya, dengan
jawaban yang sudah lazim, maka anda bukan tipe pemikir, tetapi tipe pengekor.
§
Maker
Pada saat melihat sesuatu disekitar kita, setiiap orang akan memberi
respond dengancara yang berbeda beda. Ketika kita berjalan dan melihat bekas
botol aqua terapung di atas air. Maka tipe maker akan spontan berpikir di buat
apa, jadi apa, dan bagaimana botol itu lebih memiliki nilai ekonomis untuk
dimodifikasi. Botol awua bisa jadi trompet tahun baru, perahu layar, pistol,
spidol, viva air, pot bunga, lampu hias, kursi ajaib, dan seterusnya, mamka
ini kategori individu maker, bukan
thinker.
§
Trader
Ketika anda berada pada kerumunan orang atau kesendirian, kemudian Anda
melihat setiap orang memiliki keragaman kesenangan, kepuasan, dan keadaan serta
kebutuhan , kemudian dalam diri Amda muncul pikiran untuk memenuhinya, maka
Anda lebih kuat cenderung pada tipe Trader. Hasrat untuk memenuhi kebutuhan
orang lain dan kemampian mengangkat barang yang tidak seberapa tetapi laku
dijual mahal, ini semakin mmperkokoh Anda pada tipe trader. Perhatikan contoh
kasus di pasar X, pada suatu hari Pak Adun dikirim kangkung yang hampir seluruh daunnya bekas
dimakan ulat, bagaimana agar kangkung ini tetap laku. Maka Pak Adun mengangkat
nilai kesehatan bahwa kangkung ini bebas pestisida, karenanya ulatpun
memakannya. Karena bebas pestisida maka lebih sehat dan tidak membahayakan
kesehatan manusia. Dengan cara ini maka jualan kangkung Pak Adun justru laku
lebih cepat. Pak Adun memiliki tipe trader, karena mampu mengangkat nilai suatu
barang sehingga memiliki nilai jual yang sama atau bahkan lebih baik.
Ketiga karakter orang (Thinker,
Maker dan Trader) senantiasa berkaitan langsung dengan kecerdasan merekayasa
sesuatu atau situasi. Bukanlah seorang thinker jika pemikirannya terlambat
lahir, bukan seorang maker atau produser ulung, bila produknya out of date dan
bukan seorang trader, pemasar yang hebat, kalau kalah langkah dalam melakukan
penawaran.
Tuhan Mencintai kita semua. ^-^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara