Halaman

Jumat, 16 Juni 2023

Vol.V.Tan Malaka

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.

Vol.V.tan malaka

Selasa, 13 Juni 2023

cafe moal comel

 

TAN MALAKA

Penulis : Chefi Abdul Latif

 

Ibrahim gelar datuk sutan Malaka atau yang sering dikenal dengan sebutan Tan Malaka, lahir di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten lima puluh kota, Sumatra barat. Tanggal lahir beliau tidak jelas dan bervariasi sumber informasinya namun yang jelas kemungkinan di tahun 1894 dan 1897. Tan malaka lahir dari ibu yang bernama Rangkayo Sinah Simabur yang merupakan putri dari seorang tokoh terpandang di desa tersebut. Sedangkah ayahnya yang bernama HM. Rasad Caniago sebagai buruh tani.

Tan Malaka tinggal bersama orang tuanya di Suliki dan belajar ilmu agama serta dilatih bela diri pencak silat. Tan malaka kecil suka berenang di arus yang deras dan berpetualang, hampir setiap hari ibunya memarahi dia karena kenakalannya. Ya, malaka kecil terkenal dengan seorang anak yang nakal tapi bagi penulis bukan nakal lebih ke hyperaktif. Meskipun nakal, disekolah dan dilingkungan masyarakat begitu kagum dengan kecermelangan berpikir Tan Malaka. Hingga suatu saat, karena kemiskinan orang tuanya tan malaka tidak bisa melanjutkan sekolah sehingga lingkungan masyarakat patungan untuk menyekolahkan Tan Malaka ke eropa. Masyarakat sekitar bersepakat bahwa tan malaka kelak akan membantu mereka dengan kecerdasannya. Waktu usia muda tan malaka juga membaca al-quran dan beliu masuk pada ahli al-quran.

Pada tahun 1908, tan malaka bersekolah di Kweekschool sekolah guru negeri, di Front de Kock. Disana tan malaka belajar bahasa belanda dan menjadi pemain sepak bola yang terampil. Menurut gurunya, G.H Horensma meskipun tan malaka terkadang tidak patuh, dia adalah murid yang baik. Beliau lulus pada tahun 1913, dan kembali ke desanya. Disaat pulang ke desanya, beliau mendapatkan gelar adat yang tinggi sebagai datuk dan tawaran tunangan. Namun, dia menerima gelar tersebut dan menolak tunangan. Lalu dia berhasil mendapatkan uang dari desa untuk melanjutkan pendidikannya keluar negeri ke Rotterdam pada tahun yang sama.

Ketika tiba di belanda, tan malaka awalnya belum mampu adaptasi. Disana, beliau meremehkan iklim eropa utara. Akibatnya, tan malaka terkena infeksi radang selaput dada pada awal 1914, dan ia tidak sepenuhnya sembuh hingga tahun 1915. Di eropa, beliau tertarik dengan pada sejarah revolusi. Karena dengan teori revolusi bisa mengubah masyarakat. Inspirasi pertama dalam revolusi, tan malaka membaca buku yang berjudul De Fransche Revolutie dari G.H. Horensma. Buku tersebut merupakan terjemah bahasa belanda dari sejarawan jerman, penulis, jurnalis, dan politikus Partai Demokrat Sosio Jerman, Willhelm Blos. Buku tersebut berkorelasi dengan revolusi Francis dan peristiwa sejarah di Francis pada tahun 1789 – 1804.

Selain itu, setelah revolusi rusia pada oktober 1917, tan malaka semakin tertarik dengan komunisme dan sosialisme dan sosialisme reformis. Dan, tan malaka mulai senang dengan membaca buku-buku dari Karl Marx, Friedrich Engels, dan Viadimir Lenin. Beliau terus belajar dan membaca buku-bukunya, sehingga ada salah satu kalimat yang menarik dari beliau yaitu, ”buku adalah peluru dan kata-kata adalah senjata”. Dengan ketekunannya, tan malaka menguasai 8.

Setelah urusan di eropa selesai, tan malaka pulang ke Indonesia dan memulai ikut berjuang dengan prinsip dan idealismenya. Dengan gerakan revolusinya, tan malaka selalu menjadi buronan jepan dan belanda bahkan menjadi buronan internasional. Dari hal tersebut, tan malaka memiliki 23 nama samaran dan pernah mengunjungi 11 negara. Diceritakan untuk bertahan hidup dan perjuangannya, Tan Malaka bekerja sebagai tukang ketik. begitu menarik cerita dari bapak revolusi satu ini, sebelumntya ada tokoh-tokoh revolusi indonesia yang diakui diantaranya yaitu Soekarno, Jendral Soedirman, Nasution, Amir Syarifudin, Syahrir, dan Tan Malaka. Bahkan ada yang menyampaikan ada 3 tokoh yang melangit dan membumi dengan idealismenya tapi merakyat yaitu soekarno, tan malaka dan gusdur. Tan Malaka selalu menjadi buah bibir dimanapun bukan hanya di negeri sendiri tetapi internasional pun mengakui dari sosok tan malaka ini.

Sarekat Islam terpecah, membentuk Sarekat Islam Putih yang dipimpin oleh Tjokroaminoto, dan Sarekat Islam Merah yang dipimpin oleh Semaun dan berpusat di Semarang. Usai kongres, Tan Malaka diminta Semaun pergi ke Semarang untuk bergabung dengan PKI. Dia menerima tawaran itu, dan pergi ke Semarang.  Sesampainya di Semarang, ia jatuh sakit. Sebulan kemudian, ia telah kembali sehat, dan berpartisipasi dalam pertemuan dengan sesama anggota Sarekat Islam Semarang. Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa diperlukan saingan dari sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah. Hal ini menyebabkan terciptanya sekolah baru, bernama Sekolah Sarekat Islam, yang akan lebih dikenal sebagai Sekolah Tan Malaka. Sekolah-sekolah tersebut menyebar ke Bandung dan Ternate, dengan pendaftaran dimulai pada tanggal 21 Juni 1921. Sekolah-sekolah tersebut merupakan alasan utama bagi gengsi Tan Malaka dan kebangkitan pesat PKI. Sebagai pedoman sekolah, Tan Malaka menulis SI Semarang dan Onderwijs, sebuah pedoman pengelolaan sekolah.

Pada bulan Juni 1921, Tan Malaka menjadi ketua Serikat Pegawai Pertjitakan (Asosiasi Pekerja Percetakan), dan menjabat sebagai wakil ketua dan bendahara Serikat Pegawai Pelikan Hindia (SPPH; Persatuan Pekerja Minyak Hindia). Antara Mei dan Agustus buku pertamanya, Sovjet atau Parlemen? (Soviet atau Parlemen?), yang dimuat dalam jurnal PKI, Soeara Ra'jat (Suara Rakyat); karyanya yang lain, termasuk artikel, diterbitkan di jurnal dan surat kabar PKI lain, Sinar Hindia (Bintang Hindia).  Pada bulan Juni, ia menjadi salah satu pemimpin Revolusioner Vakcentrale (Federasi Serikat Pekerja Revolusioner), dan pada bulan Agustus ia terpilih menjadi dewan redaksi jurnal SPPH, Soeara Tambang (Suara Penambang). Tan Malaka kemudian menggantikan Semaun, yang meninggalkan Hindia Belanda pada bulan Oktober, sebagai ketua PKI setelah kongres pada tanggal 24 – 25 Desember 1921 di Semarang. Perbedaan terlihat dari gaya kepemimpinan mereka, Semaun lebih berhati-hati, sedangkan Tan Malaka lebih radikal. Di bawah kepemimpinannya, PKI menjalin hubungan baik dengan Sarekat Islam.

Pada 13 Februari 1922, beliau mengunjungi sebuah sekolah di Bandung, ia ditangkap oleh penguasa Belanda, yang merasa terancam dengan keberadaan Partai Komunis.  Dia pertama kali diasingkan ke Kupang; Namun, ia ingin diasingkan ke Belanda, dan dikirim ke sana oleh penguasa Belanda. Namun, tanggal kedatangannya di Belanda masih diperdebatkan. Di Belanda, ia bergabung dengan Partai Komunis Belanda (CPN) dan diangkat sebagai calon ketiga dari partai untuk Dewan Perwakilan Rakyat, pada pemilihan 1922. Dia adalah subjek kolonial Belanda pertama (karena dia berasal dari Hindia Belanda) yang pernah mencalonkan diri untuk jabatan di Belanda. Dia tidak berharap untuk terpilih karena di bawah sistem perwakilan berimbang yang digunakan, posisi ketiganya dalam tiket membuat pemilihannya sangat tidak mungkin. Tujuannya yang dinyatakan dalam pelarian bukan untuk mendapatkan platform untuk berbicara tentang tindakan Belanda di Indonesia, dan bekerja untuk membujuk CPN untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Meskipun dia tidak memenangkan kursi, dia menerima dukungan kuat yang tak terduga. Sebelum penghitungan suara selesai, dia meninggalkan Belanda dan pergi ke Jerman.

Di Berlin, ia bertemu dengan Darsono, seorang komunis Indonesia yang terkait dengan Biro Komintern Eropa Barat, dan mungkin bertemu M.N. Roy. Tan Malaka kemudian melanjutkan ke Moskow, dan tiba pada Oktober 1922 untuk berpartisipasi dalam Komite Eksekutif Komintern. Pada Kongres Komintern Dunia Keempat di Moskow, Tan Malaka mengusulkan agar komunisme dan Pan-Islamisme dapat berkolaborasi; Namun, usulannya ditolak oleh banyak orang. Pada Januari 1923, ia dan Semaun diangkat menjadi koresponden Die Rote Gewerkschafts-Internationale (Serikat Merah Internasional). Selama paruh pertama tahun 1923, ia juga menulis untuk jurnal-jurnal gerakan buruh Indonesia dan Belanda.

Ia juga menjadi agen Biro Timur Komintern saat ia melaporkan pleno ECCI pada bulan Juni 1923. Tan Malaka kemudian pergi ke Canton (sekarang Guangzhou), tiba pada bulan Desember 1923, dan mengedit jurnal bahasa Inggris, The Dawn, untuk sebuah organisasi pekerja transportasi Pasifik.  Pada Agustus 1924, Malaka meminta kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mengizinkannya pulang karena sakit. Pemerintah menerima ini, tetapi karena persyaratan yang memberatkan, dia akhirnya tidak pulang. Pada bulan Desember 1924, PKI mulai runtuh, karena ditindas oleh pemerintah Belanda. Sebagai tanggapan, Tan Malaka menulis Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) yang diterbitkan di Kanton pada April 1925.  Di dalamnya dijelaskan keadaan dunia, dari Belanda yang mengalami krisis ekonomi, Hindia Belanda yang mendapat kesempatan untuk melakukan revolusi oleh gerakan nasionalis dan PKI, hingga prediksinya bahwa Amerika Serikat dan Jepang akan "menyelesaikan dengan pedang siapa di antara mereka yang lebih kuat di Pasifik”. Dimana buku tersebut menginsipirasi bung hatta dan bung karno dalam merebut kemerdekaan NKRI.

Berikut beberapa fakta yang menarik dari pemikiran tan malaka, penulis hanya mengambil 3 refensi buku tan malaka yaitu madilog, dari penjara kepenjara dan bapak republik yang dilupakan. Ada patuah tan malaka yang sampai saat ini menarik yaitu ”terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk”. Beliau mengajarkan kita bahwa biarkanlah masalah apapun itu menjadi tantangan dan rintangan kita karena dengan begitu kita akan terbentuk. Mungkin kita pernah dengar dengan kalimat, ”tidak ada pelaut ulung yang tidak pernah menghantam ombak”, lalu apakah cr7 menjadi pemain terbaik dunia tidak dilahir dari benturan-benturan yang ada seperti latihan dengan keras, bangun lebih awal, latihan lebih banyak, dan lalu apakah para ahli saat ini seperti ahli ekonomi, ahli politik, ahli hukum dll bukan dari hasil benturan-benturan yang ada. Mustahil manusia tiba-tiba menjadi ahli tertentu kecuali dari proses yang pernah dijalani dan dilalui. Maka tan malaka mengajarkan kita bahwa proses itu mahal, nikmati saja prosesnya toh pada akhirnya kamu akan menunai hasilnya.

Salah satu pemikiran yang sampai saat ini menjadi bahan diskusi ialah MADILOG. Madilog terdiri dari tiga kata yaitu materialisme, dialetika dan logika. Dalam buku itu dijelaskan bahwa tan malaka memiliki pemikiran sendiri dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Caranya ialah :

1.       Mengubah cara berpikir (epistemologi)

Tempo lalu, masih banyak rakyat Indonesia berpikir fatalistik atau mistik yang orietasi kepada ketuhanan dan keakhiratan. Kalau kamu lapar ya cari makan, kalau kamu pengen kaya ya kamu bekerja, kalau kamu pengen cerdas ya kamu belajar, dan kalau kamu pengen merdeka ya berjuang. Jangan hanya diam dimesjid kemudian berdoa, makanan tidak akan pernah datang kalau kamu hanya diam berdoa. Oleh karena itu, tan malaka mengajak seluruh rakyat indonesia jangan berpikir fatalistik atau mistik. Karena kemerdekaan tidak bisa diraih kalau hanya berdoa dan beribadah di mesjid. Ayo bergerak ambil senjata dan berperanglah. Karena mau sampai kamu sujud bertahun-tahun pun kemerdekaan tidak bisa diraih. Maka harus dirubah terlebih dahulu cara berpikirnya.

2.       Percaya pada materi : konkrit

Ayo terima materi dan percaya pada materi. Dulu materi merupakan barang yang rendah karena kebanyakan masyarakat masih kental dengan tradisi dan budaya spiritual. Spiritual merupakan barang mewah. Mereka sering memprioritaskan akhirat dan surga. Tidak percaya dan menerima mengenai materi. Tan malaka mengajak masyarakat, ayo terima materi ini karena kalian hidup didunia. Ayo berpikir yang pasti-pasti saja. Ayo terima materi yang konkrit-konkrit saja. Urusan akhirat urusan nanti, tapi kalian hidup dunia terima dunia itu dan perjuangkan. Karena kamu masih di dunia ayo berpikir realistis. Beberapa kalimat masyarakat tempo lalu kurang lebih, ”tidak apa apa dijajah kita akan pulang ke akhirat karena dunia ini tempat sementara juga ko, kita harus mengejar surga kehidupan yang hakiki kita akhirat di surga”. tan malaka ingin mengubahnya, ayo berpikir realistis, kan kalian masih hidup di dunia maka bangun dan bangkit kamu masih butuh dunia akhirat itu urusan nanti maka terima materi ini sebagai barang mewah. Ayo bepikir konkrit yang pasti-pasti saja. Tan malaka menyampaikan materi itu bersifat fleksibel maka perlu dengan poin ketiga yaitu.

3.       Proses Dialetika

Untuk mendapatkan materi merdeka atau tidak merdeka, cerdas atau bodoh, kaya atau miskin, kenyang atau lapar maka diperlukan proses dialetika. Contoh perubahan sosial dari imprelisme berubah menjadi feodalisme lalu jadi kapitalisme kemudian sosialime dan akhirnya komunisme. Perubahan tersebut merupakan hasil dari dialetika. Indonesia menggunakan pancasila sebagai falsafah negara merupakan hasil dari dialetika, dan tulisan ini merupakan dari dialetika juga. Tan malaka menegaskan agar kita memahami materi maka diperlukan kemampuan proses dialetika.

Maka bersiyah inti poinnya ialah berkomunikasi maka lahirlah para duta besar tiap negara dan diplomat, hal ini sesuai denga firmah Allah SWT :

 

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

 

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

(an-nahl : 125)

 

Hadits : Al-Kharbu Khid’ah dan Kaidah kesatu ; Maa La yutimmul wajib “illa bihi, fahuwa wajib(apa yang tidak menyempurnakan suatu kewajiban kecuali dengannya, ia adalah wajib. Kewajiban di sini mengacu kepada jihad) dan Kaidah kedua : Albathilu binidhom sanyaghlibul hag bila nidhom (kebathilan dengan stratak akan mengalahkan kebenaran tanpa stratak). Kaidah tersebut harus dirubah menjadi : Al-Haq binidhom syaghlibul bathil binidhom (kebenaran yang disertai stratak akan mengalahkan kebhatilan yang diserta stratak).

(perjuangan paripurna : A. Dahlah R.)

 

4.       Berpikir Logis

Ayo berpikir logis untuk dalam menjalani proses dialetika agar tidak terjebak dengan kebohongan dan penipuan. Menguji  suatu kebenaran dan kesalahan dalam berpikir, tidak terjebak dengan pendustaan dalam komunikasi. Ayo meraih materi kemerdekaan dengan proses dialetika tapi dasarnya harus berpikir logis. Tidak lagi menggunakan variabel sunnatullah, apa-apa selalu disangkutkan dengan ketetapan Tuhan. Tan Malaka bilang jangan dulu menggunakan sunnatullah tapi cari apa penyebab dari hal tersebut bisa terjadi. Karena apapun pasti ada penyebabnya. Maka bagaimana bisa merdeka kalau hanya diam mengedepannya beribadah saja kepada Tuhan. Ayoo berpikir logis. Hukum kausalitas selalu berlaku menurut tan malaka. Kamu celaka dari motor pasti ada penyebabnya apakah ngantuk atau rem nya blong, dll. Maka dunia itu pasti ada hubungan dari sebab-akibatnya maka ayo berpikir logis. kalau mau merdeka ayo perang jangan diam.

Maka kesimpulan dari 4 diatas ialah dasarnya logika, isinya materi dan prosesnya dialetika. Maka kemerdekaan sebagai materi harus diperjuangkan dengan proses dialetika tapi agar bisa tepat dan benar strataknya diperlukan dengan berpikir logis.

Tan malaka memiliki visi yaitu visi kerakyatan, berikut penjelasan dari visi kerakyatannya :

1.       Pendiri partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak)

Kata Murba pertama disebutkan oleh Purbcaraka pada jaman ken arok singosari. Murba merupakan kumpulan rakyat jelata. Pemikiran tan malaka bertolak belakang dengan pemikiran soekarno, dimana soekarno memperjuangkan kemerdekan melalui perundingan-perundingan dengan pihak penjajah dan negara lain. Sedangkan tan malaka memperjuangkan kemerdekaan dengan perjuangan melalui MURBA. Strategi dan taktik tan malaka satu versi dengan jendral soedirman dimana memperjuangkan kemerdekaan tidak melalui perundingan akan tetapi melalui perang ke perang. Maka tan malaka dan jendral soedirman satu pemikiran tapi beda prinsip. tempo lalu, tan malaka mengajak soedirman satu barisan dengan mengkudeta soekarno dan hatta. Akan tetapi, pak soedirman tetap mengakui soekarno dan hatta sebagai presiden dengan tetap menggunakan strategi dan taktik yang sama dengan tan malaka yaitu bergerilya perang di hutan. Tan malaka memiliki idealisme yang kuat dimana beliau merebut kemerdekaan bersama rakyat menolak dengan perundingan-perundingan. Tan malaka memiliki gagasan yang terkenal yaitu ”MERDEKA 100%” nya. Beliau berpikir bahwa melalui perundingan justru ada keterlibatan negara lain dalam kemerdekaan Indonesia. Dan itu tidak murni langsung dari perjuangan rakyat Indonesia. Tan malaka mau kemerdekaan itu diraih atau didapat dari sepenuhnya perjuangan rakyat Indonesia. Pikiran tan malaka visioner kedepan, akibat dari perundingan bukan saat itu juga tetapi saat ini akan tetap dirasakan. Dikarena ada jasa kebaikan dari negara lain yang indonesia terima saat perundingan maka akan ada kepentingan politik dan ekonomi  sampai kapan pun. Dan hal itu terjadi, salah satunya ketika kaisar jepang membantu kemerdekaan indonesia kala itu maka banyak pabrikan otomotif yang berserakan di Indonesia, sehingga berdampak kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.  Tan malaka berpikir ayoo berjuang bersama rakyat dan raih kemerdekaan dengan merdeka 100%.

2.       Menolak kolonialisme, impreliasme, dan feodalisme

Melalui visi kerakyatannya tan malaka menolak begitu keras terkait dengan kolonialisme, impreliasmen, dan feodalisme. Karena dengan begitu akan terjadi penindasan dimana-mana.

3.       Kesejahteraan Rakyat

Salah satu visi tan malaka ialah bagaimana perjuangan yang beliau lakukan ialah untuk kesejahteran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain visi kerakyatan, tan malaka mengkritis politik dalam hal menolak dengan konsep trias politika yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dengan menggunakan trias politika akan terjadi ketimpangan beberapa hal seperti dalam hal kekayaan yang menang eksekutif, yang kuat menang eksekutif, kebijakan yang menang eksekutif, yang mengadakan rapat dengan anggaran 1 Milayaran ialah eksekutif, yang memanipulasi rakyat ialah eksekutif, yang megang media sosial dan media-media lainnya ialah eksekutif, yang mampu mempengaruhi legislatif ialah eksektuif, dll akan selalu dikuasi eksekutif. Dengan demikian akan terjadi banyak ketimpangan dan dampaknya ialah rakyat Indonesia. Contoh, rakyat Indonesia kan bayar pajak ya ? pajak kalian dibuatkan jalan tol, lalu kenapa kita harus bayar administrasi lagi ketika mau masuk jalan tol. Lebih sederhananya, saya ngasih duit buat ahmad 25.000 untuk beli roko, lalu kenapa ketika saya mau memakai rokok yang dibeli ahmad tersebut harus bayar lagi 2000 perbatang. Inilah contoh sistem kebobrokan eksekutif yang sewenang-wenang buat kebijakan. Begitupun contoh-contoh yang lainnya. Nah, tan malaka berpikir visioner kedepan kalau menggunakan trias politika akan terjadi penguasaan dari badan eksekutif daripada legislatif dan yudikatif.

Tan malaka merekomendasikan hal tersebut dibuatlah satu organisasi besar yang mengurusi negara, dimana ekskutif, legislatif dan yudikatif merupakan bagian fungsi dari satu organisasi tersebut, bukan sebagai badan khusus melainkan fungsi. Umpamnya seperti HMI komisariat sebagai satu organisasi besar, dimana didalamnya ada bidang-bidang yang memiliki fungsinya masing-masing. Begitupun eksekutif, legislatif, dan yudikatif merupakan bidang-bidang yang ada dalam satu organisasi besar negara tersebut seperti bidang-bidang yang ada dalam kepanitiaan.

Terakhir, menjelaskan bahwasannya Tan Malaka bukan komunisme pada akhirnya. Paragraf ini menjelaskan komunisme dan pan islamisme. Tempo lalu, memalui pemerintah banyak oknum-oknum yang memarketingkan bahwa komunisme itu jahat, komunisme itu bengis, komunisme itu akan menghanguskan agama, uncaknya tragefi G30S-PKI. Secara fakta memang versi komunisme muso bahwa komunisme tidak bisa berjalan dengan agama Islam maka aktvitas komunisme tidak bisa melibatkan agama. Doktrin itu sudah menyebar dimana-mana, oleh karenanya tan malaka berusaha untuk menetralisir terkait hal itu.  Pada saat tan malaka sebagai jubir asia komunisme ia menyampaikan dalam sebuah pidato bahwa komunisme tidak bisa lepas dari agama maka aktivitas komunisme harus beriringan dengan agama maka versi tan malaka muncul komunisme dan pan islamisme. Ternyata, usulan tersebut ditolak. Bahkan ketika ditanya siapa orang yang pertama kali akan digantung menurut muso ialah tan malaka karena sudah dianggap sebagai penghianat.

Sayangnya sejarah tan malaka tidak begitu dikenang padahal kontribusi untuk NKRI begitu besar, melalui bukunya Naar de Republiek Indonesia tahun 1925 menjadi referensi bung karno dan bung hatta bagaimana adanya Indonesia. Mari kita menilai secara objektif dari tan malaka tidak lagi merasa jijik dan hina ketika mendengar komunisme, ada sisi positif yang bisa kita pelajari dari tan sosok tan malaka dan versi komunismenya. Paling akhir tan malaka meninggal dunia oleh saudara-saudaranya waktu dan tempat kediaman terakhir tan malaka sampai sekarang tidak diketahui. Kita hanya bisa berdoa dan melanjutkan perjuangan-perjuangan dari beliau. Mari bersama kita rawat kedaulatan NKRI yang sudah diwariskan oleh para revolusi.

Tempo lalu pernah disampaikan “dimana ada cerita kapal Van Der Wijck disitu ada buya”, ”dimana ada pesawat disitu ada habibie”,  ”dimana ada keadilan disitu ada Umar II, ”dimana ada alfaruq disitu ada Umar bin Khattab”, dan sekarang ”dimana ada Naar de Republiek Indonesia disitu ada tan malaka”

Dari kami terima kasih bapak republik yang dilupakan, Tan Malaka


Selasa, 06 Juni 2023

Vol.IV.Umar bin Khattab

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.

Vol.IV.umar bin khattab

Selasa, 6 Juni 2023

cafe moal comel

 

UMAR BIN KHATTAB

Penulis : Chefi Abdul Latif

 

Umar bin khattab adalah khalifah kedua yang berkuasa pada tahun 634 sampai 644 Masehi selama 10 tahun. Beliau sebagai salah satu khalifaurasyidin, ayah dari hafshah istri nabi Muhamad Saw. Umar bin khattab mendapatkan julukan dari Nabi Muhamad Saw yaitu al-faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Umar bin khattab merupakan salah satu dari 10 orang yang dijanjikan masuk surga. Beliau menerima kekuasaan setelah abu bakar ash-shiddiq pada 23 Agustus 634 M yang bertepatan pada 22 Jumadil Akhir 13 H.

Umar bin khattab merupakan anak dari pasangan ayahnya yang bernama Khattab bin Nufail dan ibunya yang bernama Hantamah binti Hisyam. Beliau lahir di mekkah, Jazirah arab pada tahun 584. Istri-istrinya bernama Zainab binti Mazh’un, Ummu Kultsum binti Jawal, Quraibah binti Abu ’Umayyah, Jamilah binti Tsabit, ’Atikah binti Zaid, Ummu Hakim binti Al-Harist, dan Ummu Kultsum bin Ali bin Abi Thalib. Dan anak-anaknya bernama, ’Abdullah, ’Ashim, Hafshah, ’Ubaidillah, Iyadh, Fatimah, Zaid, Ruqqayah, ’Abdurrahman Al-Akbar, ’Abdurrahman, dan Zainab.

Umar lahir dari klan Bani Adi, yang memiliki tugas sebagai abritase antar suku yang ada pada waktu itu. Khattab bin Nufail dan Hantamah binti Hasyim merupakan dari suku Bani Makhzum. Pada masa mudanya umar bin khattab selalu ditugaskan oleh ayahnya mengurus untanya. Ayah umar terkenal tempo lalu dengan kecerdasannya beliauntara suku-suku yang ada. Khattab bin Nuafail selalu mendidik umar bin khattab dengan keras dan kejam. Umar kecil selalu dipukul bilamana tidak bekerja dan membuat dirinya selalu kelelahan,sama seperti didikan militer kurang lebih mendidik dengan kerja keras, disiplin dan tanggung jawab.

Dengan begitu, umar muda belajar bela diri, menunggangi kuda, dan bergulat. Perawakan beliau tinggi besar, kuat secara fisik dan pegulat terkenal. Beliau juga terkenal sebagai orator berbakat menggantikan ayahnya dalam menyelesaikan persengketaan antar suku-suku jazirah arab. Selain itu, umar pun seorang pedagang, beliau berdagang  dan melakukan perjalanan ke beberapa wilayah yaitu Romawi Bizantium dan Persia Sasaniyah. Namun, yang menarik umar bin khattab sebelum islam masuk ia selalu minum khamr sehari 5 kali.

Setelah mendengar ayat tersebut umar bin khattab terenyuh, menemui rasulullah Saw dan mengucapkan 2 kalimat syahadat di depan Nabi Muhamad Saw. Masuknya Umar bin khattab ke Islam membuat banyak kalangan kaum muslim bahagia.

Umar masuk Islam pada tahun 616, satu tahun setelah Migrasi ke Abyssinia. Kisah ini diceritakan dalam Sirah karya Ibnu Ishaq. Dalam perjalanannya untuk membunuh Muhammad, Umar bertemu dengan sahabatnya Nu'aim bin Abdullah yang beliaum-beliaum telah masuk Islam tetapi tidak memberi tahu Umar. Ketika Umar memberitahunya bahwa beliau telah bersiap untuk membunuh Muhammad, Nu'aim berkata, “Demi Tuhan, kamu telah menipu dirimu sendiri, wahai Umar! Apakah menurut Anda Banu Abdu Manaf akan membiarkan Anda berlarian hidup-hidup setelah Anda membunuh putra mereka, Muhammad? Mengapa Anda tidak kembali ke rumah Anda sendiri dan setidaknya meluruskannya?"

Nu'aim menyuruhnya untuk menanyakan tentang rumahnya sendiri di mana saudara perempuannya dan suaminya telah masuk Islam. Setibanya di rumahnya, Umar mendapati adik dan iparnya Sa'id bin Zaid (sepupu Umar) sedang membaca ayat-ayat al-Qur'an dari surah Ta Ha dari ayat 1 – 8 yang berbunyi :

طٰهٰ ۚ

مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى ۙ

اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۙ

تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى

Beliau seorang sahabat Muhammad, Khabbab bin al-Arat. Ketika Umar sampai di depan pintu, Khabbab bersembunyi. Umar mulai bertengkar dengan saudara iparnya. Ketika saudara perempuannya datang untuk menyelamatkan suaminya, beliau juga mulai bertengkar dengannya. Namun tetap saja mereka terus mengatakan "Anda boleh membunuh kami tetapi kami tidak akan meninggalkan Islam". Mendengar kata-kata ini, Umar menampar adiknya begitu keras sehingga beliau jatuh ke tanah dengan darah dari mulutnya. Ketika beliau melihat apa yang beliau lakukan pada saudara perempuannya, beliau terbeliaum karena rasa bersalah dan meminta saudara perempuannya untuk memberinya apa yang beliau baca. Saudarinya menjawab negatif dan berkata, "Kamu najis, dan tidak ada orang najis yang dapat menyentuh Kitab Suci." Beliau bersikeras, tetapi saudara perempuannya tidak beliau mengizinkannya menyentuh halaman kecuali beliau membasuh tubuhnya. Umar akhirnya menyerah. Ia membasuh tubuhnya dan kemubeliaun mulai membaca ayat-ayat yang berbunyi: 

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Sesungguhnya, Akulah Allah: tidak ada Tuhan selain Aku; maka sembahlah Aku (hanya), dan dirikanlah shalat yang teratur untuk mengingat-Ku.

(Taha : 14)

Beliau menangis dan menyatakan, "Sesungguhnya ini adalah firman Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Mendengar ini, Khabbab keluar dari dalam dan berkata: "Wahai Umar! Kabar gembira untukmu. Kemarin Muhammad berdoa kepada Allah, 'Ya Allah!, kuatkanlah Islam dengan Umar atau Abu Jahl, siapapun di antara mereka yang Engkau sukai.' Sepertinya doanya telah terkabul untuk kebaikanmu.

Umar kemubeliaun pergi ke Muhammad dengan pedang yang sama yang beliau maksudkan untuk membunuhnya dan menerima Islam di hadapannya dan teman-temannya. Umar berusia 39 tahun ketika beliau menerima Islam. Menurut satu catatan, setelah masuk Islam Umar secara terbuka berdoa di Ka'bah sebagai pemimpin Quraisy, Abu Jahal dan Abu Sufyan, dilaporkan menyaksikan dengan marah.  Ini semakin membantu umat Islam untuk mendapatkan kepercayaan dalam mempraktikkan Islam secara terbuka. Pada tahap ini Umar bahkan menantang siapa saja yang berani melarang umat Islam melaksanakan salat, meskipun tidak ada yang berani mengganggu Umar ketika ia sedang shalat terang-terangan.

Pertobatan Umar ke Islam memberikan kekuatan kepada umat Islam dan iman Islam di Makkah. Setelah peristiwa inilah umat Islam melakukan sholat secara terbuka di Masjid al-Haram untuk pertama kalinya. Abdullah bin Mas'ud berkata, Masuk Islamnya Umar adalah kemenangan kita, hijrahnya ke Madinah adalah kesuksesan kita, dan pemerintahannya berkah dari Allah. Kami tidak salat di Masjid al-Haram sampai Umar masuk Islam. Ketika beliau masuk Islam, kaum Quraisy terpaksa membiarkan kami shalat di Masjid.

Pada tahun 622 M, karena keamanan yang ditawarkan oleh Yathrib (kemubeliaun berganti nama menjadi Madīnat an-Nabī, atau singkatnya Madinah), Muhammad memerintahkan para pengikutnya untuk bermigrasi ke Medina. Sebagian besar Muslim bermigrasi pada malam hari karena takut akan perlawanan suku Quraisy, tetapi Umar dilaporkan telah pergi secara terbuka pada siang hari dengan mengatakan: "Siapa pun yang ingin menjadikan istrinya janda dan anak-anaknya yatim harus datang dan menemuiku di gerbang kota." Umar hijrah ke Madinah ditemani oleh sepupu dan saudara iparnya, Sa'id bin Zaid.

Ketika Muhammad tiba di Madinah, beliau memasangkan setiap imigran (Muhajirin) dengan salah satu penduduk kota (Anshar). Muhammad memasangkan Umar dengan Itban bin Malik dan menjadikan mereka saudara seiman. Muslim tetap damai di Madinah selama kurang lebih satu tahun sebelum Quraisy mengumpulkan pasukan untuk menyerang mereka. Pada tahun 624, Umar berpartisipasi dalam pertempuran pertama antara Muslim dan Quraisy di Mekkah yaitu Pertempuran Badar. Pada tahun 625, beliau ikut serta dalam Pertempuran Uhud. Pada fase kedua pertempuran, kavaleri Khalid bin Walid menyerang bagian belakang Muslim dan mengubah gelombang pertempuran, desas-desus tentang kematian Muhammad tersebar dan banyak prajurit Muslim beliaulihkan dari medan perang, Umar termasuk di antara mereka. Namun, mendengar bahwa Muhammad masih hidup, beliau mendatangi Muhammad di gunung Uhud dan bersiap untuk mempertahankan bukit tersebut. Kemubeliaun di tahun Umar menjadi bagian dari kampanye melawan suku Yahudi Bani Nadhir. Pada tahun 625, putri Umar Hafshah menikah dengan Muhammad. Kemubeliaun pada tahun 627, beliau berpartisipasi dalam Pertempuran Parit dan juga dalam Pertempuran Bani Quraizah. Pada 628, Umar menyaksikan Perjanjian Hudaibiyah. Pada tahun 628, beliau bertempur di Pertempuran Khaibar. Pada tahun 629, Muhammad mengirim Amr bin Ash ke Zaat-ul-Sallasal, setelah itu, Muhammad mengirim Abu Ubaidah bin Jarrah dengan bala bantuan, termasuk Abu Bakar dan Umar, lalu mereka menyerang dan mengalahkan musuh. Pada tahun 630, ketika tentara Muslim menaklukan Makkah, beliau adalah bagian dari tentara itu. Kemubeliaun pada tahun 630, beliau bertempur di Pertempuran Hunain dan Pengepungan Ta'if. Beliau adalah bagian dari tentara Muslim yang memperebutkan sedekah untuk Pertempuran Tabuk di bawah komando Muhammad dan beliau dilaporkan telah memberikan setengah dari kekayaannya untuk persiapan ekspedisi ini. Beliau juga berpartisipasi Haji perpisahan Muhammad pada tahun 632.

Ketika Muhammad meninggal dunia pada tanggal 8 Juni 632 Umar awalnya tidak percaya bahwa beliau telah meninggal. Dikatakan bahwa Umar berjanji akan membunuh siapa pun yang mengatakan bahwa Muhammad mati. Umar berkata: "Beliau tidak mati tetapi beliau telah pergi ke tuhannya seperti Musa pergi, menghilang dari kaumnya selama empat puluh malam setelah itu beliau kembali kepada mereka. Demi Allah, Nabi akan kembali sebagaimana Musa kembali (kepada kaumnya) dan beliau akan memotong tangan dan kaki orang-orang yang mengatakan bahwa beliau (Rasul) telah mati.” Abu Bakr kemubeliaun secara terbuka berbicara kepada komunitas di masjid, mengatakan:

"Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa Muhammad telah mati, namun barangsiapa yang menyembah Allah, maka ketahuilah bahwa Allah itu hidup dan tidak pernah mati ."[42]

Abu Bakar kemubeliaun membacakan ayat-ayat dari al-Qur'an:

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗوَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ

 

Dan Muhammad tidak lain hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika beliau mati atau terbunuh, kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka beliau tidak akan merugikan Allah sedikitpun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.

 

(Ali-’Imran : 144)

Mendengar ini, Umar berlutut dalam kesedihan dan menerima kematian Muhammad. Muslim Sunni mengatakan bahwa penyangkalan atas kematian Muhammad disebabkan oleh cintanya yang dalam kepadanya

Pada masa sebagai khalifah, Umar bin khattab dapat menaklukan kekaisaran sasaniyah dan berhasil mengambil alih kepemimpinan 2/3 wilayah kekaisaran romawi timur. Perluasan wilayah ini dibersamai dengan beberapa kebijakan cerdas dari umar bin khattab terhadap pemerintahan dan politik, departemen khusus pengaduan masyarakat, baitul mal dalam ekonomi , sehingga umar bin khattab dinyatakan khalifah yang berpengaruh sepanjang sejarah.

Setelah itu, berbagai kode etik ketat lainnya harus dipatuhi oleh para gubernur dan pejabat negara. Para perwira utama diharuskan melakukan perjalanan ke Mekkah pada kesempatan ibadah haji, di mana orang-orang bebas mengajukan keluhan apa pun terhadap mereka. Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya korupsi, Umar menetapkan untuk membayar gaji yang tinggi kepada para staf. Gubernur provinsi menerima sebanyak lima hingga tujuh ribu dirham setiap tahun selain bagian mereka dari rampasan perang (jika mereka juga panglima tertinggi tentara di sektor mereka).

Umar pertama kali mendirikan departemen khusus untuk penyelidikan pengaduan terhadap para pejabat Negara. Departemen ini bertindak sebagai Pengadilan Tata Usaha Negara, di mana proses hukum dipimpin langsung oleh Umar. Departemen itu berada di bawah tanggung jawab Muhammad bin Maslamah, salah satu orang Umar yang paling dipercaya. Dalam kasus-kasus penting Muhammad bin Maslamah diutus oleh Umar untuk pergi ke tempat itu, menyelidiki tuduhan itu dan mengambil tindakan. Kadang-kadang Komisi Penyelidik dibentuk untuk menyelidiki tuduhan itu. Kadang-kadang, para petugas yang menerima pengaduan dipanggil ke Madinah, dan beliaudili di pengadilan tata usaha Umar. Umar dikenal karena dinas intelijen ini dimana beliau meminta pertanggungjawaban para pejabatnya. Layanan ini juga dikatakan telah menginspirasi ketakutan pada rakyatnya.

Umar adalah pelopor dalam beberapa urusan:

1.     Umar adalah orang pertama yang memperkenalkan sistem pelayanan publik, di mana catatan pejabat dan tentara disimpan. Beliau juga menyimpan sistem rekaman untuk pesan yang beliau kirim ke Gubernur dan kepala negara.

2.     Beliau adalah orang pertama yang menunjuk pasukan polisi untuk menjaga ketertiban sipil.

3.     Beliau adalah orang pertama yang mendisiplinkan orang-orang ketika mereka menjadi tidak teratur.

Aspek penting lainnya dari pemerintahan Umar adalah bahwa beliau melarang gubernur dan agennya terlibat dalam urusan bisnis apa pun saat berada dalam posisi kekuasaan. Seorang pegawai Umar bernama al-Harits bin Ka'ab bin Wahb pernah ditemukan memiliki uang lebih di luar gajinya dan Umar menanyakan tentang kekayaannya. Al-Harits menjawab bahwa beliau memiliki sejumlah uang dan beliau berdagang dengannya. Umar berkata: Demi Allah, kami tidak mengutus kamu untuk berdagang!, dan beliau mengambil darinya keuntungan yang telah beliau hasilkan.

Terakhir, bisa disimpulkan beberapa hal yang menarik dari biografi dan kepemimpinan umar bin khattab ialah :

1.      Beberapa turun ayat dari pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan umar bin khattab kepada Rasulullah SAW seperti ayat larangan minum khamr. Umar tidak lagi meminum khamr setelah masuk islam meskipun pada saat itu belum ada ayat larangan minum khamar.

2.       Memperbanyak rakaat dengan ayat-ayat yang singkat dalam shalat terawih.

3.       Membentuk  baitul mal dalam ekonomi

4.       Membentuk departemen khusus sebagai tempat pengaduan dalam pemerintahan dan politik

5.       Merapihkan administrasi

6.       Menginisiasi penulisan al-quran pada masa abu-bakar karena banyak hafidz yang gugur dimedan jihad

7.       Melakukan hijrah kemadinah dengan terang-terangan

8.       Melakukan cambukan kepada putra bangsawan karena telah melakukan cambukan kepada orang lain yang tidak bersalah

9.       Memberikan keadilan kepada orang yahudi karena amr bin ’ash melakukan kebijakan pengambil alihan tanah dari seorang yahudi untuk dibangun mesjid

10.   Memberikan hukuman kepada pemilik budak yang dimana budaknya mencuri karena kelaparang.

11.   Memberikan keputusan kepada orang tua terhadap hak anak dalam pendidikan dan pelajaran

12.   Memerintahkan kepada seseorang agar menjaga orang lain yang akan menikah

13.   Umar bin khattab tidak pernah tidur siang

14.   Membawa makanan dengan menanggung nya sendiri dan jaraknya begitu jauh lalu memasaknya sendiri untuk seorang ibu yang memasak batu untuk anaknya yang kelaparan

15.   Pemimpin yang suka blusukan tanpa pencitraan

Pada tanggal 3 November 644 M pada usia 60-61 atau tepat pada (dzulhijjah 23 H/Muharam 24 H) dimadinah Umar bin khattab dibunuh oleh Abu Lu’lu yang merupakan seorang budak yang fanatik pada saat beliau akan memimpin shalat subuh. Pembunuhan ini dilatar belakangi dendam pribadi terhadap Umar bin Khattab karena merasa sakit hati atas kekalahan Persia yang kala itu merupakan negara adidaya. Beliau dimakamkan di mesjid nabawi  madinah disamping Nabi Muhamad Saw setelah Abu bakar Ash-Shiddiq. Setelah umar bin khattab wafat tongkat khalifah dilanjutkan oleh utsman bin affan.

Begitu banyak coretan sejarah umar bin khattab yang lainnya yang harus kita ketahui dan teladani. Begitu bangga umat islam memiliki public figure seperti umar bin khattab. Mudah mudahan Allah Swt selalu meridhoi beliau beserta turunannya. Aamiin.

Dari kami terima kasih sang khalifah jenius umar bin khattab