Halaman

Minggu, 26 Juni 2016

7 Hal Penting Yang Harus Ada di Jiwa Enterprenership



Membangun Formula Sukses Hidup



Yakinlah bahwa
Peluang Sukses Lahir Bersama Hak Hidup

Orang yang sukses dapat dipastikan bahwa dia memiliki keyakinan sukses dan orang gagalpun dapat dipastikan karena dia memiliki keyakinan gagal. Jangan berani mengurangi sedikitpun keyakinan akan kesuksesan diri, kecuali mengurangi keraguan akan kesuksesan. Ingat, sukses tak pernah hidup berbarengan dengan keraguan. Karena ragu temannya kegagalan dan sahabatnya kehancuran.

Kesimpulan dari pengalaman para peraih sukses, banyak bergantung pada formula hidup, yakni :
o   Paradigma Hidup
Keyakinan akan hidup sukses separoh dari kesuksesan itu sendiri. Keyakinan akan sukses, berarti Anda sukses, sebab keraguan sampai kapanpun merupakan musuh bagi para peraih sukses. Maka dari itu, cara pandang Anda terhadap dari Anda, penting untuk merubah bagaimana Anda memandang segala sesuatu yang ada di sekitar Anda sebagai modal dasar kesuksesan diri.

Paradigma, dalam konteks kehidupan, merupakan kerangka dasar dipergunakan dalam melihat, mempersepsi, berpikir, memahami, menilai, mensikapi dan beraksi terhadap fenomena atau realitas yang dihadapi, mind set atau mental set yang dipergunakan seseorang dalam kehidupan. Banyak orang yang hdiupnya miskin karena pola berpikir dan pola bersikap yang salah, seperti kemajuan yang di capai orang lain dipandang sebagai diskriminasi keadilan Allah atau petaka keadilan, tantangan dianggap hambatan, uang dijadikan tujuan, ajakan asumsikan pelecahan, saran dijadikan penghinaan dan seterusnya.

o   Kepemilikan Mentalitas
Pribadi yang baik adalah orang yang sanggup menggunakan mentalitasnya secara positif. Kerentanan dan kerapuhan mental acapkali menjadi faktor dominan yang menghantarkan kegagalan hidup. Separoh dari hidup kita adalah mental yang terus kita kembangkan.

o   Kekayaan Motivasi
Bom “Nuklir“ yang berkekuatan dahsyat  dapat terjadi pada diri seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi untuk sukses. Lipat gandakan motivasi, sebab dia merupakan deposito yang tidak akan pernah habis, sekalipun dipakai untuk meraih impian hidup.

o   Apresiasi Waktu
Waktu merupakan barang mahal karena tak bisa diperbaharui. Jangan berani menyianyikan waktu, karena detik ini tak akan dua kali menghampiri Anda. Setiap waktu adalah peluang dan setiap peluang adalah uang. Gunakan waktu, seperti ketika Anda menginginkan uang.


o   Sikap Terhadap Pekerjaan
Bekerja adalah harga diri termahal yang kadang dihina oleh diri kita sendiri. Hargailah pekerjaan, sekecil  apapun, karena Anda beramal hanya dari pekerjaan Anda sendiri.

o   Pilihan Bergaul
Bila Anda ingin basah bermainlah dengan air, bila ingin panas dekatilah api dan bila Anda ingin jadi orang bernilai bergaullah dengan orang yang berhasil. Pilihan bergaul merupakan modal terpenting dalam meraih sukses masa depan dan kesalahan bergaul harga termahal yang harus Anda bayar dengan uang dan waktu.

o   Keputusan yang Tepat
Putusan yang tepat dan cepat, alat canggih untuk memperdekat jarak sukses. Lambat mengambil putusan, berarti membiarkan sukses semakin menjauh. Jangan takut dengan putusan, sebab resiko terbesar justru berada pada ketidakberanian mengambil putusan secara cepat.

Tak ada kekayaan yang dapa kita peroleh selain keberanian melihat kenyataan hidup dan kehidupan nyata secara obyektif. Belajarlah dari kenyataan hidup untuk meraih kehidupan nyata. Impian adalah sebuah kenyataan hidup, tapi tak mungkin berubah menjadi kehidupan nyata tanpa balutan usaha dan upaya yang realistik dalam mengapresiasi kenyataan sebagai kekayaan yang segera akan jadi kenyataan. Berusahalah untuk segera dapat menyatakan apa yang ada dalam pikiran atau impian dan mimpikan atau memikirkan apa yang ada dalam kenyataan.

Pikiran dan kenyataan merupakan dua kekayaan kembar yang hanya bisa mewujud kenyataan kaya apabila diwujudkan dalam tindakan yang Bijak Nyata. Terlampau banyak orang yang senang berkubang impian tetapi tidak berkembang jadi kenyataan, mereka lebih memilih jadi penghayal, pengibul, pelamun dan  penyamun yang hidup dalam falsafah ‘susuganan anu di wuwuh ku mudah mudahan tur diwengku ku pamohalan‘ belaka.

Bila Anda termasuk orang yang kaya dengan pikiran dan impian, sebenarnya Anda telah mendaki separoh kesuksesan dan lebih dekat dengan keberhasilan ketimbang orang yang tidak punya impian sama sekali. Namun, separoh lagi dari impian sukses adalah berani bertindak melampaui hadirnya impian. Bertindaklah Anda sebelum impian menindas kenyataan atau Anda membiarkan impian bagai kenyataan.

Tetapi perlu diingat, tak ada orang yang bisa kenyang makan impian , seperti tak bekal ada orang yang bisa makan tanpa berbekal impian. Jangan sekali kali Anda berani membunuh impian dan jangan pula Anda merasa cukup dengan kenyataan. Impian bisa sebagai tipuan dan kenyataan laksana muslihat. Banyak orang yang merasa cukup dengan apa adanya, pasrah dengan kenyataan sehingga tak berani keluar dari kubangan derita karena telah kehilangan buah impian dan luluh lantanya harapan. Orang seperti ini telah mati dalam kehidupan dan  hidup dalam kematian. Hiduplah Anda sebagaimana Anda hidup dan matilah Anda berbekal kehidupan.

Drs. Mursidin, M.Pd., M.BA.
chefi abdul latif

Rabu, 22 Juni 2016

8 Masalah Hebat Menyebabkan Hidup Gagal



Delapan Problem Kemandirian Hidup



Kebodohan bukanlah karena penjajahan
Tetapi kebodohanlah yang mengundang penjajahan

Kini bangsa kita sedang menghadapi krisis yang luar biasa besarnya, yaitu krisis kualitas kemandirian. Krisis kemandirian ini bukan hanya terjadi pada lapisan masyarakat biasa, tetapi terjadi juga pada lapisan masyarakat terdidik. Begitu banyak fakta yang menunjukan keajaiban luar biasa, salah satunya terjadi ledakan pengangguran dikalangan lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai 2,5 juta orang. Keadaan ini berlangsung bukan semata mata karena faktor makro keadaan indonesia, tetapi lebih disebabkan karena faktor kualitas orang per orang. Penelusuran penulis selama lebih kurang tiga tahun, berhasil meginvetarisasi 8 problem MENDASAR kemandirian hidup, yakin :

o   Problem of knowledge
Hampir dapat dipastikan bahwa tidak mugkin seseorang dapat melakukan sesuatu hal, dari sesuatu yang dia tidak punya pengetahuan tentangnya. Ada sebagian diantara kita yang punya anggapan bahwa sesuatu hal bisa dilakukan dengan kebetulan saja Falsafah ‘kumaha engke‘ bukan ‘engke kumaha‘ menggambarkan betapa seseorang tidak menggambarkan betapa seseorang tidak menghargai pengetahuan sebagai bekal dalam melakukan sebuah tindakan. Pada kasus beberapa kali pelatihan kewirausahaan pada generasi muda termasuk mahasiswa, hampir sebagian besar merasa risau tentang sulitnya mendapat pekerjaan, tetapi yang ironis, jarang sekali diantara peserta sengaja bekal menghadapi berbagai kemungkinan sulitnya mencari pekerjaan.

o   Problem berpikir (Problem of thinking)
Tindakan yang salah dating dari pikiran yang salah dan perbuatan yang baik lahir dari pikiran yang baik. Pikiran bagi kehidupan manusia laksana matahari yang bisa menyinari seluruh kehidupan. Tindakan manusia yang diarahkan oleh pikiran yang keliru. Pasti menghasilkan perbuatan yang sekurang kurangnya tidak benar. Kesalahan berpikir seperti negative thinking dapat mengarah pada pesimisme dan kegagalan hidup.

o   Problem Motivasi (Problem of motivation)
Terlampau banyak orang yang bersedia untuk perubah dan keinginan hidup sukses. Namun, sayangnya banyak diantara mereka yang hanya menggunakan separoh dari motivasi yang dimilikinya. Mereka menyatakan seiap berubah dan bekerja. Tetapi hanya dalam takaran setengah hati. Untuk melihat seberapa besar Anda menggunakan motivasi. Ukut motivasi Anda dengan persyaratan bertingkat. Pertama, siapkah Anda untuk mengatakan ungkapan ‘aku orang sukses‘ tengah kerumunan orang banyak. Kesiapan berubah dramatis, bisa menggambarkan seberapa hebat Anda memiliki motivasi. Hal ini penting mengingat setiap prestasi sukses hanya mungkin dapat dicapai dengan kekuatan motivasi yang luar biasa. Orang sukses, selalu di awali dengan kesediaan beupaya tanpa mengenal lelah dan bekerja 24 jam penuh. Jika tidak percaya, coba perhatikan orang disekitar Anda yang sedang merintis usaha dengan motivasi total, pasti dipandang seperti orang ‘gila’, Gila bekerja, gila waktu, gila uang gila kemauan.

o   Problem mental (Problem of mental)
Melakukan usaha tentu tidak cukup hanya dengan berbekal fisik yang kuat, tetapi juga perlu memiliki daya tahan mental yang tinggi. Proses menuju hidup sukses, setara beratnya dengan perjalanan merasakan derita kemiskinan. Namun, antara keduanya berbeda pada ada atau tidak ada ujung. Perjuangan menempuh hidup sukses banyak mengejek atau menganggap remeh apa yang kita lakukan. Terlebih lagi bila perjuangan kita dalam kondisi yang kurang baik. Dalam keadaan seperti ini, jangan harap ada orang yang mendekati kita apalagi membantu. Kondisi ini, merupakan tekanan mental yang luar biasa. Allan White memberikan support, dengan ungkapan, jangau hiraukan :
Hinaan
Cercaan
Makian
Ejekan
Cemoohan
Guncingan
Fitnah
Hardikan
Kutukan dan sejenisnya.
Selama apa yang kita lakukan baik.
Ungkapan ini menasehati kita agar jangan terlalu mudah terpengaruh oleh orang lain, yang belum tentu lebih tahu ketimbang diri kita sendiri. Kukuhlah pada pendirian Anda dan terbentuklah pada saran atau masukan orang lain dengan cara memikirkan, menimbang, dan memutuskannya secara bijak. Orang lain dalam posisi apapun hanyalah menawarkan saran, bukan pemaksaaan, karenanya keputusan tetap berada pada diri Anda sendiri.

o   Problem lingkungan (Problem of environment)
Harapan yang berlebihan untuk menjadi PNS dari orang tua, acapkali lingkungan keluarga tidak berkehendak mendorong anaknya untuk hidup mandiri. Bahkan orang tua melarang anaknya bekerja atau berwirausaha sambil belajar atau kuliah. Padahal masa ini merupakan tonggak awal untuk mulai merasakan kenyataan hidup dan melihat kehidupan nyata secara objektif. Kalau bisa, justru harus dipikirkan bagaimana para pelajar dan mahasiswa kita bisa produktif, sehingga ketika selesai kuliah atau sekolah minimal sudah memiliki pengalaman usaha atau kerja yang bisa dijadikan modal untuk membuka pekerjaan baru pasca kuliah, agar tidak menjadi beban lingkungan.

o   Problem pergaulan (Problem of friendship)
Kita hidup melalui proses indentifikasi atau duplikasi terhadap orang lain. Kita bisa berbahasa sunda karena keseharian kita bergaul dengan orang yang berbahasa sunda. Bila kita ingin hidup mandiripun, maka bergaulah dengan orang yang punya pengalaman hidup mandiri. Pergaulan adalah sekolah yang paling mudah untuk dilakukan tapi tak banyak orang yang mau melakukannya. Dalam kehidupan masyarakat kita, tidak banyak proses pergaulan yang saling membelajarkan, saling mencerdaskan, saling mensejahterakan dan saling membahagiakan. Kita perlu merubah kultur pergaulan baru yang produktif dan saling memberdayakan. Ganti pergaulan yang hanya menghabiskan waktu, tenaga dan uang, oleh pergaulan yang menghasilkan uang dengan waktu dan tenaga yang efektif.

Bila anda bertemu orang dimana, kapan dan siapapun bicarakan hal hal yang sekiranya dapat mencapai tiga hal :
·      Survival Life, sekurang kurangnya bicara tentang pekerjaan dan pengalaman masing masing secara positif. Hindari obrolan yang membual, omong kosong atau hanya basa basi tanpa arah yang jelas.
·     Productive Life, bicaralah dengan sepenuh hati tentang hal hal yang meningkatkan produktivitas hidup, seperti membangun jaringan usaha, saling tukar produk, saling kunjungan usaha dan seterusnya.
·         Quality Life, tunjukan pada siapa, kapan dan dimanapun pribadi Anda memiliki kualitas pergaulan yang baik, sehingga orang mau dengan rela menunjukan kualitas dirinya untuk saling belajar. Hidup berkualitas tidak sekedar produktif bagi diri sendiri, tetapi juga mampu memproduktifkan pihak lain secara berkualitas.

o   Problem bimbingan (Problem of guideness)
Banyak orang tercengang ketika melihat orang orang keturunan Cina, dalam usia yang masih belia sudah bisa hidup mandiri. Bahkan rekan rekan mahasiswa keturunan Cina sudah mandiri sejak di bangku sekolah. Keadaan ini sebenernya merupakan hal yang harus terjadi, bukan lagi wajar terjadi karena mereka sudah mendapatkan bimbingan hidup mandiri sejak usia kanak kanak. Mereka dilatih untuk ikut menjadi pelayan di toko atau bertindak sebagai pemegang pembukuan bahkan banyak yang sengaja dibawa untuk melakukan promosi atau penawaran.

o   Problem aksi (Problem action)
Hampir setiap orang telah keberputusan bahwa hidup sukses sebagai pilihan. Namun tindakan untuk memulai selalu ditunda atau dijadwalkan ulang hingga batas waktu yang tidak tentu. Untuk memulai sesuatu memang sudah menjadi keputusan, tetapi baru keputusan untuk bertindak. Bertindaknya sendiri tidak pernah dilakukan. Perhatikanlah ilustrasi ini, ‘ ada tiga burung di pagar, satu burung ekor memutuskan untuk terbang, berapakah jumlah burung yang ada diatas pagar?. Bila Anda menjawab, dua menjawab, dua atau seekor burung, maka Anda benar benar mengalami problem aksi, sebab burung yang ada di atas pagar satupun belum ada yang terbang, tetapi baru memutuskan untuk terbang. Jadi jumlah burung tadi masih tetap tiga ekor.

Drs. Mursidin, M.Pd., M.BA.
chefi abdul latif 

Minggu, 19 Juni 2016

Tips dan Trik Belajar Sukses



Belajar Dari Orang-Orang Besar



Bila ingin menjadi orang besar
Belajarlah hal kecil dari orang besar

Kisah kecil dari pengalaman orang besar, John  D. Rockefeller, yang menjadi milioner dari sebutir telur sangan menggugah kesadaran dan kesabaran. Pada suatu waktu Rockefeller meminta makan pada orang tuanya, karena tidak tersedia makanan maka ayahnya mempersilakan dia untuk menggoreng sebutir terlur dari pemberian tetangganya. Namun Rockefeller malah mengeramkannya pada unggas yang sedang mengeram di belakang rumahnya. Setelah beberapa lama menetas, Rockefeller ditanya oleh ayahnya, dari mana kau memiliki anak kalkun ? ia Menjawab, dari telur yang tidak saya goreng beberapa minggu lalu. Dari sebutir telur inilah kemudian dibudidayakan hingga menjadi jumlah yang sangat banyak.

Untuk menjual kalkun dengan harga mahal, kemudian ia menghadiahkan beberapa ekor kalkun pada temannya yang berulang tahun. Dari cara inilah kemudian, lahir tradisi bakar kalkun pada waktu ulang tahun. Gagasan kecil—dari orang besar— inilah yang mengantarkan ia menjadi milioner terkemuka di Amerika Serikat. Andai sebutir telur itu diberikan bukan kepada sang Rockefeller, kepada anda misalnya, apa yang akan anda lakukan ? Tentu Andalah yang lebih tahu.

Kisah di atas bukanlah menceritakan sebutir telur ajaib, tetapi ingin mengungkapkan bahwa dalam pikiran, ‘bagaimana yang kecil bisa bernilai besar‘. Pikiran Rickofeller, bila ditimbang oleh gagasan John C. Maxwell yang dikutif Ary Ginanjar, 2001:255), menunjukan kuatnya kebervisian pikiran. Maxwell lebih lanjut membagi kebervisian berpikir orang pada 4 kategori, yaitu Pengembara, Pengikut, Peraih Prestasi dan Pemimpin. Keunikan luar biasa dari orang besar seperti Rickofeller, Alpha Edison atau Newton, bukanlah dari kemampuan berpikirnya, tetapi dari cara dia menggunakan pikiran untuk menemukan mutiara berharga sekalipun dibalik onggokan sampah.

Drs. Mursidin, M.Pd., M.BA.
Penulis :chefi abdul latif