Halaman

Senin, 10 Februari 2020

Narasi Motivasi Dinamika Kehidupan

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Dinamika Kehidupan


Tidak cukup kau tahu saja, tetapi kau perlu paham betul bahwa hidup tidak akan dijalan tol yang lurus, yang mulus, yang lebar jalannya, dan tidak kena macet. Hidup akan selalu menemui jalan tanjakan, turunan, belok kanan dan kiri, dan jalan yang tidak mulus (penuh kerikil batu besar dan kecil). Iyaa itulah hidup, mau atau tidak mau, terima atau tidak terima, suka atau tidak suka yang namanya hidup akan selalu demikian.

Nah, sekarang anda bagaimana menyikapi persoalan hidup tersebut. Apakah memaksakan diri untuk selalu menggunakan jalan tol atau jalan yang amuradul. Setiap jalan yang kau pilih akan membentuk karakter dan ukuran kesuksesan kau dimasa depan nanti. Apakah kita mau mapan karena jalan amuradul atau jalan tol ? setiap pilihan masa depan mu akan kau terima sesuai dengan jalan apa yang kalau pilih sekarang.

Dampak yang akan ditimbulkan terhadap paradigma pribadi akan berbeda antara jalan tol dan jalan amuradul. Jika kalian tidak percaya ? silakan analisis kehidupan orang lain. “Pemimpin besar adalah pemimpin yang gemuk akan rintangan, ujian, hambatan, cacian, hinaan atau bahkan pujian.”

Pisau akan lebih tajam jika selalu diasah, kehidupan mu akan jauh lebih mapan jika kau selalu menerima jalan yang penuh batu kerikil kecil dan besar serta kau mampu untuk melaluinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Maka nikmatilah proses dalam melalui tahap demi tahap anak tangga sampai kau dapat menginjak di anak tangga tertinggi. Banyak orang-orang sukses karena hari ini ia memilih hidupnya menderita.

Mungkin hari ini kau belum merasakan hasilnya ketika kau memilih jalan amuradul. Camkanlah bahwa masa depanmu sebagai saksi bahwa kau telah berjuang di hari ini. Perjuangan itu sulit bos. Dan itu memang iya, tapi kau akan terasah dengan perjuangan yang sulit itu. Dan masa depanmu yang kau inginkan bisa kau raih jika kau tidak menyerah.

Maka sikap dewasa itu akan inheren dengan dirimu sendiri setelah kau mampu mengolah amarah, dengki, iri, benci dan kecewa dengan situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Tuhan itu Maha Adil, ketika kau dapat masalah maka kau sedang di uji. Jika kau bisa melaluinya kau akan mendapatkan kado terindah dari Tuhan. Tapi jika kau menyerah maka penyesalan yang kau dapatkan.

Kehidupan itu pahit memang bro. tapi kepahitan akan menjadi obat masa depan mu kelak. Pahamilah bahwa kadang kita harus meminum obat yang pahit untuk bisa sembuh. Masa depanmu bisa cerah asalkan kau berani mengambil resiko sekalipun itu akan memberikan rasa pahit sekali. Nah, kepahitan itulah yang akan menjadi awal bagimu untuk meraih apa yang kau inginkan.

Hanya sedikit yang paham begitu pentingnya kita mengambil jalan amuradul daripada jalan tol itu sendiri. Belajarlah terus, perbaiki diri terus, upgrade terus, dan bekerjalah terus agar kau semakin matang.

Bumbu kehidupan memang heterogen rasanya, kau mau pilih yang mana maka itulah yang akan membentuk kepribadian mu dan masa depanmu nanti seperti apa. Penulis paham bahwa setiap orang punya perspektif masing-masing. Memang betul bahwa kesuksesan itu setiap orang punya jalan yang berbeda-beda. Tapi setidaknya ada salah satu yang sama diantara tersebut ialah soal perjuangan dan tidak menyerah serta menikmati dinamika hidup yang ada dalam berbagai rasa.

Dinamika hidup bisa saja kecewa terhadap seseorang, dan itu wajar. Tetapi kalau anda sampai benci terhadap orang tersebut itulah yang keliru. Manusia itu tidak ada yang sempurna, sudah tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi cobalah bersikap dewasa, kalian dan penulispun sesungguhnya sudah tau hal apa yang harus dilakukan terhadap seseorang yang telah mengecewakan kita.

Bahkan tidak sedikit orang karena sudah kecewa kepada seseorang sampai ia melakukan cacian dan hinaan padanya. Itu merupakan tindakan yang kurang elok. Seberapa besar dinamika kehidupan jangan pernah kita menghina dan menyakiti orang lain. Karena bisa jadi suatu saat nanti bagian anda sendiri yang dihina orang lain. Mungkin bagi sebagian orang mengatakan “Hukum Karma”.

“Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan keburukan akan dibalas keburukan.” Ingatlah selalu saudaraku, pahami betul. Manis, pahit, asam, pedas, dll dalam kehidupan itu sudah sunnatullahnya. Tinggal bagaimana kita mampu memanajemen qolbu. Apakah itu membuat kita tambah matang atau justru membuat kita gosong.

Disadari atau tidak bagi penulis yang ingin ditekankan bahwa dinamika hidup itu penting untuk dirimu dan untuk masa depanmu. Maka nikmatilah dan syukurilah. Berjuang terus dan jangan menyerah. Yakinlah dampak positif segera akan menghampirimu. Tidak perlu risau, gelisah, sedih, marah-marah dan benci karena dinamika hidup. Ia akan singgah sebentar setelah itu hilang ntah kemana. Ketika ada masalah utamakan solusi. Ketika dapat fitnah segera luruskan. Semoga kedamaian dan cinta selalu ada. Pesan singkatnya, dinamika adalah jalan untuk mu meraih mahkota.

Penulis : Chefi Abdul Latif

Minggu, 09 Februari 2020

Narasi Motivasi Menjemput Ridha Tuhan dengan Handphone

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Menjemput Ridha Tuhan dengan Handphone


Setiap saat, dimanapun dan kapan pun ponsel selalu menjadi mainan setiap hari. Pada masa sekarang, setiap orang sudah dipastikan tidak bisa lepas dari ponsel. Kalaupun ada di dunia ini itu hanya 2% daripada 100%. Tanpa disadari ponsel setiap hari digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau pula untuk memenuhi seluruh keinginannya tanpa sadar. Ponsel merupakan benda kecil yang berpengaruh secara signifikan bagi penggunanya.

Baik buruk akhlak setiap orang bisa dibentuk melalui ponsel. Jika ponsel digunakan dalam keburukan maka akhlak orang tersebutpun akan terbiasa melakukan tindakan buruk. Sebaliknya, bila orang menggunakan ponsel selau dalam kebaikan maka akhlaknyapun akan terjaga. Disadari atau tidak, dipahami atau tidak, memang benar bahwa ponsel mampu membentuk karakter seseorang berdasarkan orang tersebut memakai ponselnya sendiri.

Setiap orang menggunakan ponsel itu ada dua kemungkinan, yaitu apakah berlomba-lomba dalam kebaikan atau berlomba-lomba dalam keburukan. Tanpa perlu penjelasan secara detail sesungguhnya pembaca sudah memahami membedakan mana penggunaan ponsel berlomba dalam kebaikan ataupun keburukan.

Walaupun demikian, izinkanlah penulis menjelaskan mana penggunaan ponsel yang berlomba dalam kebaikan dan keburukan. Bagi orang yang menggunakan ponselnya yang berlomba kebaikan, diantaranya ia selalu memposting nasihat baik, motivasi, mengingatkan dan bersilaturahmi dengan teman melalui hp secara tidak berlebihan. Lalu penggunaan ponsel tersebut dengan bijak, menggunakan waktu dengan seperlunya yang mampu menimbulkan kebaikan dan kemaslahatan bagi orang lain serta mampu mendekatkan diri kepada Tuhan melalui penggunaan ponsel.

Sedangkan, penggunaan ponsel yang berlomba dalam keburukan ialah dimana penggunaan ponsel tersebut menghabiskan waktu yang tidak berfaedah. Faedah atau tidak faedahnya suatu penggunaan ponsel diukur dari aspek manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain. Renungkanlah, apakah penggunaan ponselmu berfaedah atau tidak ?

Nah, sekarang coba kita pahami bersama secara mendalam penggunaan ponsel yang bermanfaat. Di sebagian manusia di dunia ini ada yang disibukan dengan penggunaan ponsel yang gimana caranya ponsel menjadi media untuk menjemput ridha Tuhan. Anda pernah lihat orang membuat status tentang nasihat, hadist, ayat al-quran dan kata-kata motivasi hidup atau bahkan video-video cuplikan tausiyah dsb ? yap, itulah kerjaan orang yang ingin menjemput ridha Tuhan dengan menggunakan ponsel. Ia mengharapkan ponsel menjadi saksi hidup di akhirat kelak bahwa ia telah digunakan dalam kebaikan.

Bahkan saking seriusnya untuk menjemput ridha Tuhan, ada sahabat penulis yang bekerja sampai larut malam lalu menyisihkan waktu tidurnya hingga ia hanya tidur 2 jam senin-jumat hanya untuk membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat bahkan tak jarang membuat video positif untuk kemudian di share di medsos yang ia punya.

Dia yakin bahwa Tuhan Maha Melihat dan Maha Mengetahui kepada setiap orang yang menggunakan ponselnya. Apakah digunakan dalam kebaikan atau justru banyak madharatnya. Semoga mulai sekarang kita sadar betul begitu pentingnya bijaksana dalam menggunakan ponsel dalam kehidupan sehari-hari.

Ponsel bisa menjadi sumber pahala dan sumber dosa. Tinggal bagaimana anda menggunakannya. Semakin banyak kebaikan yang kau peroleh dari ponsel in syaa Allah semoga itu menjadi pintu kau menerima kado terindah yaitu ridha dari Tuhan mu. Maka renungkanlah sudah sejauh mana anda menggunakan ponsel mu ? muhasabah dirilah. Sebelum kau meninggal suulkhotimah hanya karena ponsel harga ratusan ribu, jutaan atau bahkan puluhan juta.

Penulis tidak peduli kalian suka atau tidak suka membaca tulisan ini. Tapi penulis begitu sayang pada pembaca jika saudara meninggal dalam keadaan buruk hanya karena penggunaan ponsel terlalu banyak madharat yang datang kepadamu.

Sederhana membuat status “Al-Kahfi time” untuk mengingatkan di hari jumat dengan ikhlas dan itu dilakukan secara berkelanjutan. Semoga saja Tuhan ridha kepadamu. Aamiin. Apalagi kalau anda membuat status dll yang bemanfaat setiap hari, setidaknya walaupun hanya ada satu orang yang termotivasi dan kembali lagi kepada Tuhannya. Kau sudah mendapatkan kebaikan dari Tuhan.

Begitu sayang kau tiap bulan atau mungkin tiap minggu untuk membeli kuota internet atau membayar wifi namun tidak ada kebaikan satupun yang kau dapatkan. Kau gunakan apa uang mu itu ? Sadarlah bos. Mau sampai kapan lagi hidupmu seperti itu ? satu jam nanti kau mati baru taubat ? telat pak. Cobalah kau rubah sedikit-sedikit. Dan berdoalah sama Tuhan agar kau bisa berubah menjadi lebih baik.

Terakhir penulis sebelum meninggal, mari kita gunakan dengan sungguh-sungguh sisa waktu hidup. Alon-alon saja melangkah untuk menjadi lebih baik. Mati itu Tuhan yang tahu, Do’a ku semoga kita semua mati dalam keadaan khusnul khotimah dan terjaga dari fitnah ponsel. Aamiin. Menyesal memang selalu diakhir, sebelum berakhir sadarlah. Ponselmu terbuka dua gerbang dan kau yang memilihnya. Kau pilih pintu ridha Tuhan atau pintu murka Tuhan.

Akhirat dan dunia kau yang tentukan.

Penulis : Chefi Abdul Latif

Narasi Motivasi Tentang Kesabaran dalam Ujian

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Membuat Tuhan Tersenyum dengan Sabar


Dalam kehidupan, kita tidak akan terlepas dari ujian. Karena itu merupakan bagian dari dinamika hidup. Dan sudah tentu dan jelas bahwa setiap orang punya masalah hidup masing-masing dengan design masalah yang berbeda-beda, walaupun jarang juga ada yang memiliki masalah yang sama.

Masalah bisa datang setiap saat, bisa 3 kali sehari bagaikan makan saja satu hari 3 kali. Tapi apapun itu, masalah datang kepadamu sebagai tanda bahwa Tuhan sayang sama kamu. Artinya, Dia menginginkan kamu yang sudah melupakan-Nya setelah diberi masalah kamu baru mengingat-Nya kembali. Melalui ujian hidup adalah cara efektif menurut penulis agar manusia bisa kembali mengingat dan mendekat lagi pada sang Maha Raja.

Tidak perlu risau dan gelisah ketika diberi ujian. Tenanglah, sabarlah, berdzikirlah, Tuhan sedang rindu kepadamu melalui diberikannya ujian hidup untuk mu. Maka tetap berprasangka baiklah. Dibalik keburukan ujian  menurutmu ada penuh banyak kebaikan dan keberkahan yang Tuhan rencanakan. Dan kau pasti sudah tau bahwa apa yang menurut mu buruk padahal itu baik untuk mu. Tuhan Maha Adil, Dia tidak pernah mendzalimi hamba-Nya. Tuhan tau apa yang terbaik untuk mu. Jadi bersabarlah ketika kau mendapatkan ujian.

Setiap manusia memang memiliki karakter yang berbeda. Tapi perbedaan itu tidak harus membedakan sikap ketika diberi ujian. Diikhtiarkan harus sama karena agama memerintahkan bahwa ketika diberikan ujian bersabarlah. Bersabar adalah senjatamu untuk menghadapi ujian tersebut. Jika kau menang maka hadiah mewah akan kau dapatkan dari Sang Maha Raja.

Memang kita tidak tau bahwa apa yang Tuhan rencanakan dibalik ujian yang diberikan kepada mu. Tapi kita yang telah memiliki iman, yakinilah bahwa ujian tersebut baik untuk mu. Mungkin saja kau atau penulis tidak mau menerimanya, tapi dengan iman seketika bisa menenangkan jiwa ini. Ia yakin bahwa ujian ini adalah satu hal yang baik untuk ku. Selalu ada kebaikan disetiap ujian yang hadir di hidup setiap orang. Tinggal bagaimana ia menghadapi ujian tersebut. Apakah dengan sabar atau amarah ?

Perlu kalian ketahui bahwa menghadapi ujian dengan amarah tidak akan merubah apapun dengan baik, yang ada justru bisa jadi menambah masalah. Maka dari itu sekuat mungkin kalian tahan amarah tersebut. Sebaliknya menghadapi masalah dengan bersabar pun tidak akan merubah ujian tersebut dengan singkat baik seperti semula. Akan tetapi setidaknya dengan bersabar, kalian sudah membuat Tuhan tersenyum. Karena ketika kau bersabar dalam ujian itu artinya kau beriman kepada Tuhan.

Ketika Tuhan rindu maka buatlah Dia tersenyum dengan sabar dan ikhlasmu ketika menerima ujian dari-Nya. Sabar memang susah dihadirkan ketika kau atau penulis diberi ujian. Memang begitu, tapi setidaknya kita tidak marah-marah dengan ujian tersebut itu lebih baik. Tapi tidak menutup kemungkinan kita pun bisa bersabar dan ikhlas menerima ujian tersebut. Belajarlah terus sampai kita menapak di anak tangga tertinggi. Dimana kita diberi ujian bukan lagi bersabar tapi justru bersyukur. Karena yakin, ujian adalah tanda rindu dan kasih sayang Tuhan kepadanya.

Semoga kita dizinkan mampu oleh Tuhan, selalu bersabar ketika diberi ujian. Aamiin. Sekali lagi penulis tegaskan, jadikanlah bersabar sebagai senjatamu ketika diberi ujian. Yakinilah bahwa ketika kau bersabar kau telah membuat Tuhan tersenyum. Oleh karenanya, teruslah bersabar dan ikhlas dalam menjalani hidup ini. Apapun yang Tuhan berikan itu adalah yang terbaik untuk mu. Jalani, nikmati, dan syukuri. Mari kita buat Tuhan selalu tersenyum dengan sabar kita. Ingatlah juga, hujan akan berlalu tidak akan selamanya hujan, begitupun dengan ujian hidupmu.

Penulis :  Chefi Abdul Latif

Kamis, 06 Februari 2020

Narasi Motivasi Perjuangan Ayah untuk Keluarganya

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Kau Tak Pernah Lelah


Ayahmu adalah seorang pejuang. Dia tidak mau melihat bahwa anaknya kelaparan, sedih, dan bahkan terlihat memalukan dihadapan teman-teman. Maka ayahmu berjuang pagi-malam tiada henti. Dia rela melakukan kerja keras setiap hari tanpa diketahui oleh anaknya karena ayahmu mengerti bahwa kamu harus terlihat seperti orang punya pada umumnya. Walaupun uang yang didapatkan oleh ayahmu hanya cukup untuk mu. Dia merelakan beberapa hari tidak makan nasi hanya karena anaknya tidak dipermalukan oleh teman-temannya.

Kita sebagai anak sudah tentu merasa bahagia setiap hari karena semua keperluan bisa dipenuhi hasil kerja keras ayah. Hanya ada sebagian anak yang masih peduli ingin melihat kerja ayah dan setelah mengetahui kerja keras ayahnya ia ingin membantu mencari penghasilan tambahan. Namun, yang sedih ada pula sebagian anak yang tidak peduli dengan kerja keras ayah yang dilakukannya. Dia hanya berpikir bagaimana semua keperluannya bisa terpenuhi saja, tak peduli ayahnya setiap hari keluar keringat harus kerja keras dari pagi sampai malam bahkan keluar darah sekalipun.

Memang bila menggunakan antropologi manusia bahwa manusia itu punya karakternya masing-masing. Namun, hal itu sebetulnya bisa saja diubah atau didik mulai sejak dini agar bisa menghormati kedua orang tuanya. Ketika dibandingkan dengan teori Islam bahwa seorang muslim dan muslimah harus berbakti kepada orang tuanya.

Tidak begitu banyak anak menyadari begitu sulit perjuangan hidup dan menghidupi dari seorang ayah untuk keluarganya. Ia berjuang berdasarkan profesinya masing-masing. Ada yang dijalanan, ada yang di kantor, ada yang di sekolah, ada yang di laut, ada yang di hutan dan lainnya sebagai tempat kerjanya. Tentu setiap tempat kerja memiliki tingkat beban dan resiko yang berbeda-beda. Namun, apapun itu tetap saja seorang ayah bekerja keras untuk keluarga tercintanya walaupun kadang ada pula pekerjaan yang dilakukan nyawalah sebagai taruhannya.

Melalui tulisan semoga bisa menyadarkan para pembaca dimanapun bahwa begitu berat perjuangan seorang ayah untukmu. Jadi janganlah kau kecewakan dia yang telah menukar darahnya dengan makanan yang kau santap dengan nikmat. Sadarlah telah banyak perbuatanmu yang sudah melukai hati ayahmu. Tidak ada lagi pintu maaf dan rasa bahagia yang tiada kentara melihat ayah mu tersenyum jika meninggal saat ini juga. Maka peluk dan ciumlah dia. Mintalah doa dan ridhanya agar hidupmu mulia dan penuh manfaat.

Seorang ayah terkadang tidak peduli dengan apa yang ia kerjakan, yang terpenting baginya ialah melihat keluarganya tidak kelaparan dan kebutuhan bisa terpenuhi. Bisa makan setiap hari, anak bisa sekolah, rumah sederhana, kebutuhan dapur cukup, kebutuhan anak terpenuhi dan lain sebagainya.

Wahai anak yang belum mencintai ayahnya, wahai anak yang belum memeluk ayahnya, wahai anak yang punya dendam pada ayahnya, wahai anak yang tidak peduli dengan ayahnya, wahai anak yang durhaka pada ayahnya. Sadarlah, pulanglah, peluk dan ciumlah ayahmua, mintalah doa dan ridhanya. Tuhan akan memberkahi hidupmu jika kau dapat ridha dari ayahmu. Ingatlah ayahmulah yang sudah berjuang membesarkanmu hingga kau sebesar ini. Tanpa dia tiadalah kau. Sekarang, ayahmu menunggu di depan pintu hampiri dia. Mintalah maaf dan jangan kau kecewakan lagi dia, harapan baik akan selalu ada untuk mu. Ayahmu masih hidup walaupun sudah tua renta, masih ada jalan untuk mu untuk membahagiakan dia. Buatlah ia tersenyum kembali berada didunia ini.

Penulis : Chefi Abdul Latif