Vol.Vii.Mikhail Bakunin
Selasa, 11 Juli 2023
cafe moal
comel
MIKHAIL BAKUNIN
Penulis : Chefi Abdul Latif
Bakunin dilahirkan oleh sebuah keluarga aristokrat di sebuah desa bernama Pryamukhino (Прямухино) yang terletak antara Torzhok (Торжок) dan Kuvshinovo (Кувшиново), di Tver guberniya, barat laut Moskwa, pada musim semi, Mei, 1814 dan meninggal pada tahun 1876 di Bern, Swiss
Dia adalah anak tertua dari seorang diplomat Rusia dan termasuk golongan bangsawan. Pada umur 15 tahun dia dikirim
untuk belajar militer di Sekolah Artileri di kota St. Petersburg. Dia
kemudian menjadi perwira junior di Pasukan Kerajaan Rusia. Pada tahun 1835, dia keluar
dari kemiliteran dan pergi ke Moscow untuk belajar filsafat. Pada saat itu Rusia diperintah oleh Tsar Nicholas I yang terkenal sangat kejam dan menghambat
pemikiran-pemikiran liberal, sastra, dan bahkan agama.
Di Moscow, dia berkenalan dengan banyak
pemikiran-pemikiran filsafat. Filsafat Kant adalah studi pertamanya tentang
filsafat. Beralih dari Kant, Bakunin kemudian mempelajari dialektika Hegelian.
Inilah awal perkenalannya dengan filsafat Hegel yang kemudian mengerucutkan
pemikirannya ke arah filsafat Hegel, sama seperti Marx dan Engels. Berbeda dengan Marx yang mengembangkan filsafat Hegel dalam kerangka Sosialis Komunis, Bakunin mengambil jalan radikal dari pemikiran Hegel.
Sejak usia remaja, ia telah banyak terlibat
dalam berbagai aktivitas politik. Karier politiknya diketahui dimulai sejak ia
berusia 22 tahun (1836), ketika ia menterjemahkan sebuah tulisan karya Hegel yang bertajuk "Gymnasial Lectures", dan ialah
yang pertama kalinya menerjemahkan karya Hegel ke dalam bahasa Rusia.
Pada tahun 1840, Bakunin
pindah ke Berlin, Jerman dan terus melanjutkan studinya tentang filsafat Hegel. Pada tahun
1842, dia menulis sebuah artikel yang berjudul Reaction in Germany yang
berisi pemikiran-pemikiran revolusionernya. Pada tahun 1842, Bakunin menulis
"The Reaction in Germany" - sebuah artikel yang terkenal disebarkan
oleh para pemuda dan kelompok-kelompok bawah tanah.
Pada tahun 1844, Bakunin
pindah ke Paris. Disinilah Bakunin bertemu dengan tokoh-tokoh sosialis
seperti Marx dan yang terutama, Proudhon. Dari kedua
tokoh sosialis itulah Bakunin mengembangkan pemikirannya sendiri, dan terutama
dengan Proudhon, Bakunin kemudian menjadi salah satu penerus pemikiran Proudhon
dalam hal anarkisme.
Bakunin memimpin kelompok anarkisme dalam
pertemuan Asosiasi Buruh Internasional (Internasionale I) di London pada tahun 1864. Kelompok
ini sangat berseberangan dengan Marx, khususnya tentang konsep negara sosialis. Bakunin sangat menentang konsep negara sosialis seperti
yang dicetuskan Marx. Kaum Marxisme berpendapat bahwa negara masih diperlukan selama revolusi proletar,
yang menjadi cita-cita kaum buruh, belum terjadi. Negara masih diperlukan
sebagai sarana untuk membentuk komunitas komunis di bawah kediktatoran kaum
buruh. Menurut Bakunin, negara tidak diperlukan lagi, karena kekuasaan negara
melanggar hak-hak asasi individu yang bebas. Negara harus digantikan oleh
komunitas-komunitas yang bebas dan mandiri secara ekonomi.
Kelompok ini kemudian dikeluarkan dari
Internasionale I pada tahun 1872 saat Kongres Hague. Kelompok anarkis pimpinan Bakunin kemudian mengadakan
Kongres sendiri di St. Imier dan menghasilkan program-program revolusioner
kelompok anarkis. Meskipun Bakunin sangat menghormati Marx, dan menganggap Marx
sebagai salah satu gurunya, banyak konsep-konsep Marx yang sangat ditentangnya.
Bakunin tidak menyetujui konsep Marx tentang "sosialisme
otoriter" dan "kediktatoran kaum proletar".
Bakunin menyamakan konsep itu dengan kediktatoran Rusia di bawah pemerintahan Tsar
Nicholas I.
Filsafat politik Bakunin dapat diringkas dalam beberapa
tema yaitu: (1) kebebasan (liberty); (2) sosialisme; (3) anti-theisme; (4) federalisme; (5) materialisme.
Konsep "liberty" Bakunin
adalah "kebebasan sosialisme" (socialism liberty)
yaitu kesamaan untuk semua. Karena setiap orang mempunyai hak-hak asasi yang
sama dan terlibat dalam proses produksi yang sama maka semua fasilitas seperti
pendidikan, pelayanan, dan lain-lain harus dinikmati secara sama oleh setiap
orang. Kebebasan juga berarti perlawanan atas segala bentuk otoritas individu
dan kolektif yang dimiliki oleh segelintir orang. Dalam hal ini Bakunin
termasuk golongan "collectivist anarchism".
Konsep federalisme Bakunin adalah konsep
dimana masyarakat harus diorganisir berdasarkan kebebasan individu-individu.
Dan organisasi itu adalah organisasi yang bebas mengidentifikasikan dan
mengasosiasikan dirinya tanpa adanya suatu paksaan. Maksud Bakunin adalah lebih
menyerupai organisasi federasi kaum pekerja.
Berbeda dengan Proudhon, Bakunin melegalkan
gerakan-gerakan dalam bentuk aksi langsung (direct action) dari
perjuangan kelas buruh. Dia menyebutkan bahwa kekerasan, selama ditujukan
kepada negara, adalah suatu tindakan yang diperlukan. Sejak Bakunin,
perjuangan kaum anarkis kemudian berubah menjadi perjuangan yang penuh dengan
kekerasan dan pemberontakan. Cara Bakunin menjalankan pemikirannya dalam bentuk
kekerasan kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh anarkis yang lain seperti Alexander
Berkman, Errico Malatesta dan Peter Kropotkin.
Mikhail Alexandrovich Bakunin (bahasa Rusia: Михаил
Александрович Бакунин; 30 Mei
1814 – 1 Juli 1876) adalah seorang politikus Rusia. Bakunin adalah salah satu dari pemikir anarkis terbaik.
Bahkan banyak yang menyebut bahwa ia adalah salah satu "pendiri gerakan anarkisme".
Bakunin merupakan seorang tokoh anarkis yang
mempunyai energi revolusi yang dahsyat. Bakunin merupakan ‘penganut’ ajaran
dari Pierre-Joseph Proudhon, tetapi mengembanginya ke bidang ekonomi ketika dia dan sayap kolektivisme dalam Internasionale Pertama mengakui hak milik kolektif atas tanah dan
alat-alat produksi dan ingin membatasi kekayaan pribadi kepada hasil kerja
seseorang. Bakunin juga merupakan seorang anti komunis yang pada saat itu mempunyai karakter yang sangat otoriter.
Pada salah satu pidatonya dalam kongres
Perhimpunan Perdamaian dan Kebebasan di Bern (1868), dia
berkata, Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme
akan mengakibatkan konsentrasi kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin
memusnahkan negara --pemusnahan semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang
dalam kemunafikannya ingin membuat manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang
sampai sekarang selalu memperbudak, mengeksploitasi dan menghancurkan mereka.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara