KEHIDUPAN
KU UNTUK NEGERI KU
Dalam ilmu sosial ada yang dinamakan human society,
artinya bahwa semua manusia diwajah dunia ini memeliki rasa saling membutuhkan
dan tempat untuk bergantung satu sama lainnya. Dari sistem saling
ketergantungan tersebut, haruslah para orang tua mengajar dan mendidik anaknya
dengan baik. Agar para generasi bangsa ini bisa meneruskan suatu hal yang baik
dan mentidaklanjutkan suatu perkara buruk. Dengan humat society ini, menunjukan
bahwa jika A mengatakan salah maka B,C,D sampai Z akan tetap salah dan
begitupun sebaliknya. Oleh karenanya, yuk para orang tua kita didik dan ajar
anak-anak kita dengan baik dan bijak serta butuh ketegasan agar putra bangsa
ini bisa mengabdi terhadap bangsanya sendiri dengan segenap kualitas pribadi
yang unggul.
Begitupun negeri ini di bentuk atas dasar kerjasama
seluruh rakyat indonesia sehingga negeri ini bisa merdeka dan mendapatkan
kehidupan yang cukup sejahtera seperti saat ini. namun, tentunya indonesia
masih memerlukan tahapan yang baik untuk memperbaiki sistem kelola sumber daya
alam dan sumber daya manusianya. Ketika mendiskusikan sistematis negeri ini,
begitu besar harapan untuk meningkatkan kinerja sumberdaya manusianya. Tidak
lain, kita harus membiasakannya mulai dari sekarang.
Kehidupan satu manusia tentunya memiliki peran yang kuat
dalam kesinambungan dengan hidup orang lain. Keterikatan satu dengan lainnya
sudah menjadi hukum alam dari sejak lahir. Hubungan tersebut bisa saja anak
dengan ibu, ibu dengan ayah, ayah dengan paman, dan paman dengan lingkungan
yang dapat mempengaruhinya. Kita bisa bayangkan kehidupan kita tidak bisa di
bantu orang lain, maka yang pastinya kita tidak bisa hidup sampai saat ini. oleh karenanya, kita sebagai makhluk
sosial harus saling membantu tanpa di suruh dan perintah paksa. Kita
melakukannya atas dasar keinginan kita sendiri dan kesadaran hati.
Setelah dunia ini dimana rakyatnya bisa menjadi penolong
bagi orang terdekatnya. Kehidupan bisa menunjukan begitu harmonisnya kehidupan
di negeri ini. kita tidak bisa memaksakan kehidupan yang sesaat ini, menjadi
hidup yang bisa senantiasa sesuai dengan kehidupan di akhirat. Artinya bahwa,
kita manusia yang masih hidup harus senantiasa bersyukur atas apa yang telah
Tuhan berikan, baik itu materi, asset, kesehatan, sakit, kuat dan lemah. Demi
menjadi hamba yang berkualitas di dunia dan akhirat. Tentunya kita harus bisa
menjadikan apa yang Tuhan berikan kepada kita guna kebaikan untuk seluruh umat
manusia di dunia ini, khususnya bagi Negeri ku Indonesia. Sebelum kata
terlambat melanda dirimu.
Dan sudah tentunya dari kita harus memiliki jiwa berani,
pantang menyerah, dan percaya kepada diri sendiri. Sebuah mimpi tidak bisa
terwujud tanpa ada tindakannya. Dari tindakan tersebut harus memiliki pondasi
awal yang kuat yaitu jiwa keberanian untuk menanggung resiko, pantang menyerah
ketika menghadapi kegagalan, dan percaya diri bentuk percaya kepada-Nya atas
potensi yang Allah berikan. Semestinya kita harus bisa menggunakan potensi
tersebut dengan bijak dan bersungguh-sungguh untuk mencapai mimpi besarmu itu.
Sudahkah kalian melakukan atas apa yang harus kalian
lakukan ? Apa ? Bukankah kalian adalah generasi bangsa, dimana kelak dimasa
depan negeri ini ada ditangan kita bersama. Mau tidak mau kitalah saat ini yang
akan memangku negeri ini dan akan dibawa kemanakah, kearah kanan ataukah kearah
kiri.
Setiap hari pastinya kita menemukan masalah yang menuntut
kita mengambil keputusan yang tepat. Terkadang
ada masalah yang tidak bersahabat dengan solusi yang kita lakukan. Oleh
karenanya belajarlah dari setiap peristiwa dan makna yang terjadi. Bagi
sebagian orang menganggap tidak terlalu
penting memperhatikan sebuah kejadian yang mereka lihat. Mereka begitu berani
mengacuhkan hal tersebut dan mereka terlalu sibuk dengan dunianya. Padahal
mungkin saja persitiwa yang mereka lihat terjadi kepadanya.
Kebanyakan dari kita tidak belajar dari pengalaman orang
lain. Maka tidak begitu mengherankan mereka selalu terjatuh kepada lubang yang
sama. Baru setelah merasakan jatuh lebih dari tiga kali, biasanya mereka baru
mulai berusaha belajar agar tidak lagi terjatuh di lubang yang sama. Dan
tampaknya hal itu sudah menjadi kebiasaan rakyat indonesia. Dimana mereka harus
terjatuh dulu baru melakukan perubahan dan mempagarinya agar tidak terjatuh
lagi. Jauh berbeda negara maju di eropa mereka bagitu menghargai sekaligus
belajar dari pengalaman orang lain hingga mereka sudah mengantisipasnya supaya
tidak terjatuh. “Biarkanlah pengalaman itu dirasakan orang lain dan tidak
menimpa diriku sendiri”. Seperti itulah pemikiran orang maju.
Kebiasaan lama kelamaan akan menjadi tradisi dan tradisi
akan mengikat bagi lingkungannya tersebut untuk melakukannya. Artinya bila hal
itu tidak di tangani sekarang maka tujuh keturunan yang akan datang sebagai
korbannya. Lebih baik bila tradisinya menimbulkan nilai positif, bila tidak ?.
tentunya akan bahaya bagi mereka.
Oleh karenanya itu menjadi tanggung jawab kita bersama.
Dimana kita harus cerdas dalam mengambil sebuah keputusan terutama dalam hal
mana yang harus dijadikan kebiasaan manapula yang tidak mesti untuk
dijadikannya kebiasaan. Setelah itu
sulit untuk dirubah, butuh waktu dan tekad yang kuat untuk mencabut
sampai keakarnya. Dan itu membutuhkan kerjasama antara aku, anda dan kita.
Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, sudah semestinya
indonesia menjadi negeri yang sejahtera, adil, rukun dan makmur. Begitu malu
rasa ini kepada para pahlawan yang telah gugur dimedan perang dan sakit, masih
belum bisa menghantar negeri ini menjadi negeri yang kuat. Tapi tekad kami
tetap sama Garuda adalah lambangku, Pancasila adalah ideologiku, Indonesia Raya
adalah lagu kebangsaanku, Merah putih adalah benderaku, dan indonesia adalah
tanah airku. Kami akan tetap setia menjaga dan tidak menghianati negeri ini
tanpa ada alasan apapun. Indonesia akan
tetap merdeka walaupun raga dan nyawa ini taruhannya, kami rela mati untuk
cintaku kepada INDONESIA.
“Indonesia Merdeka”
Karya : Cal As-Sayyid Al-'Azhim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara