Halaman

Selasa, 22 November 2016

Bangkitlah Ibu Pertiwiku

KEHIDUPAN KU UNTUK NEGERI KU



Dalam ilmu sosial ada yang dinamakan human society, artinya bahwa semua manusia diwajah dunia ini memeliki rasa saling membutuhkan dan tempat untuk bergantung satu sama lainnya. Dari sistem saling ketergantungan tersebut, haruslah para orang tua mengajar dan mendidik anaknya dengan baik. Agar para generasi bangsa ini bisa meneruskan suatu hal yang baik dan mentidaklanjutkan suatu perkara buruk. Dengan humat society ini, menunjukan bahwa jika A mengatakan salah maka B,C,D sampai Z akan tetap salah dan begitupun sebaliknya. Oleh karenanya, yuk para orang tua kita didik dan ajar anak-anak kita dengan baik dan bijak serta butuh ketegasan agar putra bangsa ini bisa mengabdi terhadap bangsanya sendiri dengan segenap kualitas pribadi yang unggul.

Begitupun negeri ini di bentuk atas dasar kerjasama seluruh rakyat indonesia sehingga negeri ini bisa merdeka dan mendapatkan kehidupan yang cukup sejahtera seperti saat ini. namun, tentunya indonesia masih memerlukan tahapan yang baik untuk memperbaiki sistem kelola sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Ketika mendiskusikan sistematis negeri ini, begitu besar harapan untuk meningkatkan kinerja sumberdaya manusianya. Tidak lain, kita harus membiasakannya mulai dari sekarang.

Kehidupan satu manusia tentunya memiliki peran yang kuat dalam kesinambungan dengan hidup orang lain. Keterikatan satu dengan lainnya sudah menjadi hukum alam dari sejak lahir. Hubungan tersebut bisa saja anak dengan ibu, ibu dengan ayah, ayah dengan paman, dan paman dengan lingkungan yang dapat mempengaruhinya. Kita bisa bayangkan kehidupan kita tidak bisa di bantu orang lain, maka yang pastinya kita tidak bisa hidup sampai saat  ini. oleh karenanya, kita sebagai makhluk sosial harus saling membantu tanpa di suruh dan perintah paksa. Kita melakukannya atas dasar keinginan kita sendiri dan kesadaran hati.

Setelah dunia ini dimana rakyatnya bisa menjadi penolong bagi orang terdekatnya. Kehidupan bisa menunjukan begitu harmonisnya kehidupan di negeri ini. kita tidak bisa memaksakan kehidupan yang sesaat ini, menjadi hidup yang bisa senantiasa sesuai dengan kehidupan di akhirat. Artinya bahwa, kita manusia yang masih hidup harus senantiasa bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan, baik itu materi, asset, kesehatan, sakit, kuat dan lemah. Demi menjadi hamba yang berkualitas di dunia dan akhirat. Tentunya kita harus bisa menjadikan apa yang Tuhan berikan kepada kita guna kebaikan untuk seluruh umat manusia di dunia ini, khususnya bagi Negeri ku Indonesia. Sebelum kata terlambat melanda dirimu.

Dan sudah tentunya dari kita harus memiliki jiwa berani, pantang menyerah, dan percaya kepada diri sendiri. Sebuah mimpi tidak bisa terwujud tanpa ada tindakannya. Dari tindakan tersebut harus memiliki pondasi awal yang kuat yaitu jiwa keberanian untuk menanggung resiko, pantang menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan percaya diri bentuk percaya kepada-Nya atas potensi yang Allah berikan. Semestinya kita harus bisa menggunakan potensi tersebut dengan bijak dan bersungguh-sungguh untuk mencapai mimpi besarmu itu.

Sudahkah kalian melakukan atas apa yang harus kalian lakukan ? Apa ? Bukankah kalian adalah generasi bangsa, dimana kelak dimasa depan negeri ini ada ditangan kita bersama. Mau tidak mau kitalah saat ini yang akan memangku negeri ini dan akan dibawa kemanakah, kearah kanan ataukah kearah kiri.

Setiap hari pastinya kita menemukan masalah yang menuntut kita mengambil keputusan yang tepat. Terkadang  ada masalah yang tidak bersahabat dengan solusi yang kita lakukan. Oleh karenanya belajarlah dari setiap peristiwa dan makna yang terjadi. Bagi sebagian orang  menganggap tidak terlalu penting memperhatikan sebuah kejadian yang mereka lihat. Mereka begitu berani mengacuhkan hal tersebut dan mereka terlalu sibuk dengan dunianya. Padahal mungkin saja persitiwa yang mereka lihat terjadi kepadanya.

Kebanyakan dari kita tidak belajar dari pengalaman orang lain. Maka tidak begitu mengherankan mereka selalu terjatuh kepada lubang yang sama. Baru setelah merasakan jatuh lebih dari tiga kali, biasanya mereka baru mulai berusaha belajar agar tidak lagi terjatuh di lubang yang sama. Dan tampaknya hal itu sudah menjadi kebiasaan rakyat indonesia. Dimana mereka harus terjatuh dulu baru melakukan perubahan dan mempagarinya agar tidak terjatuh lagi. Jauh berbeda negara maju di eropa mereka bagitu menghargai sekaligus belajar dari pengalaman orang lain hingga mereka sudah mengantisipasnya supaya tidak terjatuh. “Biarkanlah pengalaman itu dirasakan orang lain dan tidak menimpa diriku sendiri”. Seperti itulah pemikiran orang maju.

Kebiasaan lama kelamaan akan menjadi tradisi dan tradisi akan mengikat bagi lingkungannya tersebut untuk melakukannya. Artinya bila hal itu tidak di tangani sekarang maka tujuh keturunan yang akan datang sebagai korbannya. Lebih baik bila tradisinya menimbulkan nilai positif, bila tidak ?. tentunya akan bahaya bagi mereka.

Oleh karenanya itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Dimana kita harus cerdas dalam mengambil sebuah keputusan terutama dalam hal mana yang harus dijadikan kebiasaan manapula yang tidak mesti untuk dijadikannya kebiasaan. Setelah itu  sulit untuk dirubah, butuh waktu dan tekad yang kuat untuk mencabut sampai keakarnya. Dan itu membutuhkan kerjasama antara  aku, anda dan kita.

Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, sudah semestinya indonesia menjadi negeri yang sejahtera, adil, rukun dan makmur. Begitu malu rasa ini kepada para pahlawan yang telah gugur dimedan perang dan sakit, masih belum bisa menghantar negeri ini menjadi negeri yang kuat. Tapi tekad kami tetap sama Garuda adalah lambangku, Pancasila adalah ideologiku, Indonesia Raya adalah lagu kebangsaanku, Merah putih adalah benderaku, dan indonesia adalah tanah airku. Kami akan tetap setia menjaga dan tidak menghianati negeri ini tanpa ada alasan apapun. Indonesia  akan tetap merdeka walaupun raga dan nyawa ini taruhannya, kami rela mati untuk cintaku kepada INDONESIA.
“Indonesia Merdeka”

Karya : Cal As-Sayyid Al-'Azhim


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara