Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Kau Tak
Pernah Lelah
Ayahmu
adalah seorang pejuang. Dia tidak mau melihat bahwa anaknya kelaparan, sedih,
dan bahkan terlihat memalukan dihadapan teman-teman. Maka ayahmu berjuang
pagi-malam tiada henti. Dia rela melakukan kerja keras setiap hari tanpa diketahui
oleh anaknya karena ayahmu mengerti bahwa kamu harus terlihat seperti orang
punya pada umumnya. Walaupun uang yang didapatkan oleh ayahmu hanya cukup untuk
mu. Dia merelakan beberapa hari tidak makan nasi hanya karena anaknya tidak
dipermalukan oleh teman-temannya.
Kita sebagai
anak sudah tentu merasa bahagia setiap hari karena semua keperluan bisa
dipenuhi hasil kerja keras ayah. Hanya ada sebagian anak yang masih peduli
ingin melihat kerja ayah dan setelah mengetahui kerja keras ayahnya ia ingin
membantu mencari penghasilan tambahan. Namun, yang sedih ada pula sebagian anak
yang tidak peduli dengan kerja keras ayah yang dilakukannya. Dia hanya berpikir
bagaimana semua keperluannya bisa terpenuhi saja, tak peduli ayahnya setiap
hari keluar keringat harus kerja keras dari pagi sampai malam bahkan keluar
darah sekalipun.
Memang bila
menggunakan antropologi manusia bahwa manusia itu punya karakternya
masing-masing. Namun, hal itu sebetulnya bisa saja diubah atau didik mulai
sejak dini agar bisa menghormati kedua orang tuanya. Ketika dibandingkan dengan
teori Islam bahwa seorang muslim dan muslimah harus berbakti kepada orang
tuanya.
Tidak begitu
banyak anak menyadari begitu sulit perjuangan hidup dan menghidupi dari seorang
ayah untuk keluarganya. Ia berjuang berdasarkan profesinya masing-masing. Ada
yang dijalanan, ada yang di kantor, ada yang di sekolah, ada yang di laut, ada
yang di hutan dan lainnya sebagai tempat kerjanya. Tentu setiap tempat kerja
memiliki tingkat beban dan resiko yang berbeda-beda. Namun, apapun itu tetap
saja seorang ayah bekerja keras untuk keluarga tercintanya walaupun kadang ada
pula pekerjaan yang dilakukan nyawalah sebagai taruhannya.
Melalui
tulisan semoga bisa menyadarkan para pembaca dimanapun bahwa begitu berat
perjuangan seorang ayah untukmu. Jadi janganlah kau kecewakan dia yang telah
menukar darahnya dengan makanan yang kau santap dengan nikmat. Sadarlah telah
banyak perbuatanmu yang sudah melukai hati ayahmu. Tidak ada lagi pintu maaf
dan rasa bahagia yang tiada kentara melihat ayah mu tersenyum jika meninggal
saat ini juga. Maka peluk dan ciumlah dia. Mintalah doa dan ridhanya agar
hidupmu mulia dan penuh manfaat.
Seorang ayah
terkadang tidak peduli dengan apa yang ia kerjakan, yang terpenting baginya
ialah melihat keluarganya tidak kelaparan dan kebutuhan bisa terpenuhi. Bisa
makan setiap hari, anak bisa sekolah, rumah sederhana, kebutuhan dapur cukup,
kebutuhan anak terpenuhi dan lain sebagainya.
Wahai anak
yang belum mencintai ayahnya, wahai anak yang belum memeluk ayahnya, wahai anak
yang punya dendam pada ayahnya, wahai anak yang tidak peduli dengan ayahnya,
wahai anak yang durhaka pada ayahnya. Sadarlah, pulanglah, peluk dan ciumlah
ayahmua, mintalah doa dan ridhanya. Tuhan akan memberkahi hidupmu jika kau
dapat ridha dari ayahmu. Ingatlah ayahmulah yang sudah berjuang membesarkanmu
hingga kau sebesar ini. Tanpa dia tiadalah kau. Sekarang, ayahmu menunggu di
depan pintu hampiri dia. Mintalah maaf dan jangan kau kecewakan lagi dia, harapan
baik akan selalu ada untuk mu. Ayahmu masih hidup walaupun sudah tua
renta, masih ada jalan untuk mu untuk membahagiakan dia. Buatlah ia tersenyum
kembali berada didunia ini.
Penulis : Chefi Abdul Latif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara