Halaman

Minggu, 21 Mei 2023

Vol.I.Buya Hamka

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.

Vol.I.buya hamka

Selasa, 16 Mei 2023

cafe moal comel

 

BUYA HAMKA

Penulis : Chefi Abdul Latif



 

Abdul Malik Karim Amrullah merupakan nama lengkap buya hamka. Beliau dilahirkan di Nagari sungai batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada tanggal 17 Februari 1908. Hamka dipanggil buya yang merupakan suatu panggilan khusus minangkabau. Buya dari bahasa arab yang berasal dari kata Abi yang berarti ayahku. Hamka mempunyai ayah yang bernama Syekh Abdul  Karim bin Amrullah, yang dikenal dengan sebutan haji rasul. Beliau merupakan tokoh pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau. Ayah hamka adalah pendiri Sumatra Thawalib di Padang Panjang. Sedangkan ibu hamka bernama Siti Shafiyah Tanjung.

Pada usia 6 tahun Buya Hamka harus berpisah dengan ibunya karena penceraian orang tuanya. Pada usia 7 tahun hamka mulai masuk sekolah dasar di Padang Panjang, tetapi hanya sampai kelas 2 saja. Ketika usia 10 tahun, ayahnya mendirikan Sumatra Thawalib di Padang Panjang. Pada tahun 1916-1923, hamka belajar agama di lembaga Pendidikan Diniyah School di Padang Panjang serta di Sumatra Thawalib di Padang Panjang dan di Parabek. Meskipun hanya pernah duduk dikelas vII, hamka tidak mempunyai ijazah.

Pada usia 16 tahun, hamka merantau ke jawa untuk menimba ilmu tentang gerakan Islam Modern  kepada HOS Tjokroaminoto, Ki Bagushadikusumo, RM Soejopranoto, dan KH Fakhrudin. Sehingga, hamka sebagai ahli pidato yang handa seperti Ir. Soekarno. Di Yogyakarta dia pernah mendapatkan pengalaman yang penting yaitu berdiskusi bersama teman-temannya yang memiliki wawasan luas seperti Muhamad Natsir. Disinilah, Hamka mulai mengenal dengan ide pembaharuan Sarekat Islam dan Muhamadiyah yang dipimpin A.R. Sutan Masrur.

Selepas merantau, Hamka pulang ke Padand Panjang untuk membesarkan Muhamadiyah. Beliau sangat aktif dalam mengewajantahkan gerakan Islam melalui organisasi Muhamadiyah. Beliau terlibat dalam pendirian Muhamadiyah mulai tahun 1925 dalam melawan Khufarat, bid’ah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang.

Pada tahun 1927, Hamka berangkat ke tanah suci Mekah untuk melakukan ibadah haji sambil menjadi koresponden pada harian ”Pelita Andalas” di medan. Dengan bahasa arabnya, Hamka mendalami sejarah Islam dan sastra secara otodidak. Hamka sebagai pelajar otodidak yang mendalami berbagai ilmu pengetahuan, seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik islam dan barat. Setelah melakukan ibadah haji, hamka menikah dengan Siti Rahmah binti Endah Sutan pada tanggal 5 April 1929. Dari pernikahan tersebut hamka dan siti rahmah dikaruniai sebelas anak. Setelah istri pertama meninggal hamka menikah kembali dengan perempuan asal cirebon yaitu Hj. Siti Khadijah.

Hamka merupakan tokoh penulis yang sangat produktif. Tulisan-tulisannya meliputi berbagai disiplin ilmu seperti teologi, filsafat, tasawuf, sastra, pendidikan Islam, sejarah fiqh Islam, dan tafsir. Sebagai penulis hamka berhasil menulis puluhan buku yang tidak kurang dari 103 buku.

Tempo lalu, hamka pernah ditahan selama 2 tahun 4 bulan tanpa proses pengadilan karena dianggap melanggar UU Anti-Subversif melalui Pempres No. 11. Hamka dituding terlibat dalam upaya pembunuhan presiden Soekarno dan Menteri Agama saat itu Syaiffudin Zuhri. Hamka tidak pernah menyesali apalagi dendam karena tundingan itu kemudian dipenjara, justru buya mendapatkan hikmahnya selama dipenjara ia dapat menyelesaikan baca tafsir al-quran. Selama ini, dia susah mengatur waktu untuk dapat menyelesaikan tafsir al-quran dikarenakan padatnya aktivitas beliau.

Akibat dari tudingan itu, nama buya hamka dihancurkan, perekonomiannya dimiskinkan, karir-karirnya dimatikan dan buku-bukunya dilarang beredar sejak itu. Tetapi sekali lagi bahwa hamka seorang ulama besar Indonesia tidak pernah menyimpan dendam. Buktinya ialah ketika Kafrawi sekjend departemen agama dan Mayjen Seoryo merupakan ajudan presiden soeharto datang ke rumah membawa pesan dari kediaman soekarno pada tanggal 16 Juli 1970. Pesan itu menyampaikan agar Buya Hamka dengan hormat diminta mengimami shalat jenazah Soekarno. 

Setelah menerima pesan itu, Hamka berangkat melayat ke Wisma Yaso tempat jenazah Presiden Soekarno disemayamkan. seusai wasiat, Hamka pun memimpin shalat jenazah mantan presiden soekarno yang pernah menjebloskan beliau kepenjara.

Tidak banyak orang tahu bahwa Hamka merupakan pahlawan nasional. Beliau tidak hanya sebagai ulama, pada kala itu beliau pun ikut berperang ke hutan-hutan untuk memperjuangkan kemerdekaan. Jadi menurut A. Fuadi penulis novel buya hamka mengkarakterkan Buya Hamka sebagai pahlawan, pujangga, dan sebagai ulama.

Dalam bukunya kenang-kenangan hidup, Hamka begitu jujur pada dirinya. Dia menyampaikan begitu senangnya menerima kekuasaan yang diberikan jepang. Pada kala itu, Hamka mengalami pergolakan batin antara bekerjasama dengan jepang atau tidak karena beberapa orang di organisasi Muhamadiyah dan beberapa masyarakat menolak kerja sama dengan jepang. Sehingga pada saat kemelut batin itu, Hamka pergi menemui bung karno mengenai pemikirannya. Saat itu, bung karno pun bekerja sama dengan jepang. Sehingga Hamka pun bekerjasama dengan jepang untuk bagaimana melalui itu dapat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun, ketika bekerja sama dengan jepang Hamka banyak mengalami tekanan dari masyarakat hingga disebut penghianat. Cerita tambahannya ketika bekerja sama buya keluar dari Muhamadiyah. Pada intinya disini buya bukan merupakan orang yang jaim, dia selalu jujur pada dirinya dan orang lain sekalipun itu positif dan atau negatif.

Selama hidup, keluarga buya hamka selalu memasak dikuali yang besar setiap hari jumat dan mengajak serta mengharuskan siapapun makan dirumahnya setelah menunaikan ibadah shalat jumat. Sampai sekarang kuali besar itu masih ada di rumahnya. Buya memiliki karakteristik bucin kalau jaman sekarang menyebutnya. Beliau begitu lembut kepada anak perempuannya dan biasa saja kepada anak laki-lakinya. Hamka selama hidup selalu mengingatkan kepada anak-anaknya dan cucunya agar selalu membaca quran setelah shalat wajib setelah itu membaca buku. Kebiasaan itu selalu diterapkan oleh Hamka dimanapun, begitu banyak koleksi buku-buku dirumahnya. Hamka akan haus ilmu pengetahuan sehingga beliau selalu mendawankan daripada firman Allah SWT sebagai berikut :

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِÙ‚ْرَØ£ْ بِاسْÙ…ِ رَبِّÙƒَ الَّذِÙŠْ Ø®َÙ„َÙ‚َۚ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"

QS. Al-'Alaq[96]:1

Seusai membaca biasanya kebiasaan beliau ialah menulis berbagai ilmu pengetahuan karena beliau sadar betul bahwa menulis juga merupakan perintah Allah sebagai berikut :

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Ù†ۤۚ  ÙˆَالْÙ‚َÙ„َÙ…ِ ÙˆَÙ…َا ÙŠَسْØ·ُرُÙˆْÙ†َۙ

"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, "

QS. Al-Qalam[68]:1

Dalam filmnya, Hamka ketika menulis menggunakan mesin taypographer dengan kedua jari telunjuknya atau jaman sekarang disebutnya ngetik sebelas jari. Kita bisa membayangkan dengan 11 jari dan mesin typographernya Buya Hamka memiliki kurang dari 103 buku, begitu produktifnya Hamka menulis. Nah, ini menjadi tamparan kita. Kenapa ? coba tengok, kita bisa mengetik dengan 10 jari dan mesin pun hari ini begitu canggih, ada hp, laptop, komputer, tabs, dll tetapi tidak punya satu karya pun. Miris bukan ? oleh karenanya, yuk manfaatkan sisa hidup, waktu, kesempatan, fasilitas dll untuk berkarya agar mampu menjadi manusia yang bermanfaat.

Menurut penulis, Buya merupakan implementatif dari surat al-alaq 1-5. Dia membaca al-quran dan alam semesta. Kalau dimaknai sekarang Hamka membaca ayat-ayat qauliyyah dan ayat-ayat qauniyah, setelah itu Hamka menuliskan dalam beberapa bukunya agar mampu menguatkan keimanan dan kepercayaan kepada Allah SWT. Begitu menarik dari sosok Buya Hamka ini.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Ùƒِتٰبٌ اَÙ†ْزَÙ„ْÙ†ٰÙ‡ُ اِÙ„َÙŠْÙƒَ Ù…ُبٰرَÙƒٌ Ù„ِّÙŠَدَّبَّرُÙˆْٓا اٰÙŠٰتِÙ‡ٖ ÙˆَÙ„ِÙŠَتَذَÙƒَّرَ اُولُوا الْاَÙ„ْبَابِ

"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."

QS. Sad[38]:29

Selain dari, menurut putri Buya Hamka yaitu Azizah Hamka pernah bilang ”kita tidak perlu menjadi kaya tapi jadilah sholeh karena kalau sholeh pasti kaya”. Hamka merupakan sosok yang sederhana hampir setiap hari dia memai sarung dan peci. Saking sederhananya, pada saat ini Buya Hamka setelah menikahkan di daerah purwakarta dia tidak ikut makan ditempat, ia malah mengajak istrinya untuk makan diluar mencari lapak (warteg). Hamka menyukai makanan gulai kambing sama seperti Rasulullah SAW dalam suatu hadis yaitu :

”Kami pernah bersama Nabi SAW dalam suatu undangan. Kemudian dibawakanlah paha kambing dan beliau menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya satu gigitan” (HR. Bukhari 3340 dan HR. Muslim 501)

Hamka seorang ulama dan beliau diangkat sebagai ketua MUI, yang menarik selama menjabat beliau tidak membiasakan dengan menggunakan fasilitas kendaraan negara. Beliau kemana-mana selalu menggunakan fasilitas kendaraan pribadi, menurut umi minong (cucu perempuan Hamka). Selain itu, pernah diceritakan bahwa Hamka satu ulama yang menolak poligami. Dalam serial filmnya buya Hamka, waktu itu Hamka kedatang seorang perempuan dan meminta untuk dinikahinya. Namun, Hamka menolak permintaa itu.

Sesuai pepatah, dibalik pria sukses ada perempuan yang hebat. Perempuan tersebut ialah istri Hamka itu sendiri ialah umi rahmah. Disampaikan dalam bedah film yang dipandung Mba Nana (mata najwa). Sosok Umi Rahmah ini ialah seorang ibu yang tidak banyak bicara. Dia perempuan yang setia menemati Hamka dan yang menarik selalu setia menyuguhkan secangkir kopi panas untuk Hamka ketika Hamka menulis.

Karya karya beliau selalu menyuguhkan ilmu pengetahuan dan bisa dinikmati oleh siapapun. Prof. Abdul Mufti Sekum Muhamadiyah pernah bilang ”dimana aku menulis disitu aku ada”. Meskipun Buya Hamka sudah meninggal tapi masih ada membersamai ditengah-tengah kita melalui tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisan beliau begitu banyak diantaranya biografi Buya Hamka ditulis sama beliau sendiri dalam bukunya kenang-kenangan hidup, lalu novel hingga sampai pernah di filmkan yang begitu buming yang berjudul kapal van der wijck, dan beberapa buku-buku hebat lainnya.

Terakhir, Buya Hamka meninggal dunia pada hari jumat 24 Juli 1981 jenazahnya disemayamkan di rumahnya di jalam Raden Fatah III. Menteri perhubungan Azwar Anas yang menjadi imam shalat jenazahnya.  Jenazah Hamka dibawa ke Mesjid Agung Al-Azhar dan di Shalatkan sekali lagi disana sebelum dimakamkan di Taman Pemakaman umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan yang dipimpin oleh Menteri Agama Alamsyah Ratu Perwiranegara. Semoga Allah meridhoi dan memuliakan beliau bersama keluarga besarnya. Aamiin.

Dari kami, Terima kasih Buya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara