Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Hidup adalah Kesempatan
Bagi
seseorang hidup adalah kesempatan untuk membuat sejarah hidupnya. Dimana mereka
terus berfikir bagaimana caranya menjadikan dirinya sendiri mampu berkhidmat
kepada umat sampai akhir hayatnya. Maka jangan heran bila anda melihat orang
terus bekerja siang malam untuk melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi
semua orang, meskipun dia sering dilanda banyak kegagalan.
Yang
mereka pikirkan adalah, “Setiap orang memiliki kemampuan dan dengan kemampuan
itu orang bisa menjadikan dirinya bermanfaat bagi semua makhluk hidup yang ada
dimuka bumi ini.“ Hanya saja kebanyak orang tidak tahu itu. Bahkan mereka tidak
peduli sama sekali mengenai hal itu, yang mereka pikirkan kehidupannya sendiri.
Maka pantas saja negeri ini banyak dilanda permasalahan dunia.
Padahal
dalam islam sudah diatur bagaimana kita seharusnya memperlakukan saudaranya
sendiri. Bila anda melihat saudaramu jatuh bangunkan, bila temenmu mengalami
kesusahan tolong, bila temenmu melenceng luruskan, bila temenmu salah benarkan,
dsb.
Rasulullah
Saw bersabda : “Manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi
sesama.“ Siapa sih yang tidak mau di bilang orang paling baik ? Saya yakin
semuanya pasti ingin dibilang orang baik. Oleh karenanya, sudah waktunya kita merubah
pola pikir ini. Bagaimana caranya kita bisa selalu menjadi orang yang
bermanfaat bagi orang lain dimanapun dan kapanpun. Sehingga orang lain akan
selalu merindukan kehadiran kita.
Dengan
saling membantu bisa meringankan beban seseorang. Dengan saling mengingatkan
bisa menyelamatkan. Dengan menasihati bisa membenarkan. Sungguh banyak faedah
yang dapat kita peroleh dengan menjadi manusia yang berguna. Tidak percaya ?
Coba saja !
Hidup
akan terus berputar tidak akan berhenti sejenak. Bagi yang mencita-citakan
kehidupannya, ia akan selalu menempa dirinya. Hujan dan panas tidak akan
menjadi halangan bagi dirinya untuk bisa berbuat kebaikan dengan sesamanya.
Baik pekerjaan kecil maupun besar akan senantiasa dia lakukan dengan penuh
keikhlasan. Dia berjuang tanpa henti laksana pahlawan berperang untuk kedamaian
bersama.
Manusia
memang sudah di rancang untuk terus bergerak. Bergerak terus menyongsong masa
depang yang lebih baik. Namun, tidak semua orang ditakdirkan hidup dalam
kondisi yang baik. Beberapa orang diantara kita harus merasakan pahitnya hidup
ini. Lapar, dihina, dicaci, dikucilkan dsb. Beberapa hal itu di sebabkan karena
kondisi kemiskinan, pengangguran dan kelaparan.
Disinilah
alur permainan hidup. Dimana kita sebagai orang yang mampu bisa menjadi jalan
kebaikan membantu mereka. Dengan cara saling membantu kita bisa merasa
hidup yang lebih hidup. Sekarang saya tanya, seneng tidak kita bisa jadi jalan
kebahagian orang lain ? siapa sih yang tidak seneng. Oleh karenanya, sudah
sepantasnya kita yang mampu membantu atau meringankan beban hidup mereka bukan
menjadi alat penghinaan dan pencacian.
Akan tetapi, memang faktanya beberapa diantara
kita yang mendapatkan hidup lebih dengan
sombongnya merendahkan kaum yang lainnya. Inilah yang menjadi faktor
pemicu permusuhan bahkan berujung tindak kekerasan. Hadist, “Orang mukmin
menganiaya mukmin yang lain adalah kepasikan dan orang mukmin membunuh mukmin
yang lain adalah kekufuran.“ Padahal sudah jelas dalam surah munafikun sungguh
akan merasa rugi bagi orang pasik.
Dalam kitab al-hikam dikatakan, “Dunia ini
adalah tipuan dan isinya adalah pelajaran.“ Maksudnya kita jangan tertipu
dengan segala apapun yang ada dunia ini, karena itu semua adalah tipuan. Coba
kita perhatikan bersama kebenaran nyata bahwa dunia ini memang tipuan. Suatu
hal yang masuk pasti keluar, suatu yang ada pasti hilang, suatu hal yang banyak
pasti habis, dan semuanya akan berakhir hingga apapun yang ada dunia ini sirna.
Nah, sekarang mari kita bandingkan dengan
kehidupan akhirat. suatu yang sudah masuk tidak dikeluarkan lagi, suatu yang
ada akan terus ada, suatu hal yang banyak tidak akan pernah habis, hidup
selamanya tidak akan ada akhirnya. Lalu dengan logika pemikiran hal itu
masihkah kalian lebih mementingkan dunia daripada akhirat. Sungguh rugi bagi
diantara kita yang lebih mementingkan urusan dunianya diatas urusan akhiratnya
sendiri, padahala kehidupan akhirat kekal sifatnya daripada dunia yang mungkin
bisa jadi sebentar lagi akan berakhir.
Kalian akan merasakan sungguh nikmat tiada
batas bilamana kita masuk surga dengan limpahan kenikmatannya dan itu akan
pernah berakhir sampai kapanpun. Sedangkan bisa saja kalian hidup di dunia
penuh kenikmatan juga tapi bisa jadi kenikmatan itu esok hari sirna, karena
kenikmatan di dunia bersifat fana. Sekarang ada besok tidak ada.
Terus kenapa anda masih menyombongkan diri dan
masih belum sadar juga ? coba kau renungkan dan bukalah mata hatimu. Janganlah
kita menjadi buta karena dunia, janganlah kita mau dipermainkan oleh hawa nafsu
sendiri, dan jangan pulalah kita menjadi budak-budak syaitan dan iblis.
Sadarlah api neraka itu jauh lebih panas daripada api dunia. Cobalah belajar
dari orang yang ada dibawahmu. Bantu mereka yang membutuhkan uluran tanganmu,
lihatlah saudara-saudaramu yang disembelih di luar sana. Masihkah kamu berpikir
tentang keadaan sendiri ?
Andaikan kau tau mereka merintih kesakitan,
kelaparan, ketakutan. Coba kalian rasakan, bagaimana rasanya bila kita saat ini
seperti mereka. Kasihan bukan ? Oleh karenanya, yuk kita bantu mereka sesuai
dengan apa yang kita bisa bantu. Jangan diam saja, mereka adalah sebagian tubuh
kita, seharusnya kita peka dan merasakan begitu sakitnya hidupnya. Jika bukan
kita lantas siapa lagi.
Sebelum ajal menjemput, siapkanlah diri ini
untuk bisa berguna bagi semua orang. Senantiasa menempa diri untuk berkhidmat
kepada umat. Jadilah pribadi yang tangguh untuk selalu membantu saudaranya
sendiri. Inilah langkah seorang pejuang hidup bagaimana hidupnya bisa
bermanfaat bagi saudaranya. Karena, hidup adalah kesempatan untuk mengabdi
kepada Tuhan YME dan berkhidmat kepada umat sampai akhir hayat.
“Walaupun membuat sejarah hidup itu memang
sulit. Tapi saya punya keyakinan, semua orang bisa melakukannya dimulai dengan
suatu hal yang sederhana. Membantu mereka dengan
kemampuannya sendiri.“
#Cal alazfar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara