Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Kesan
Terakhir Indahku Bersama Ibu
Ibu saya bilang perempuan harus
bisa memasak. Setidaknya satu menu sepanjang hidupnya. Saya merasa tidak
setuju, terlebih ketika hidup sudah nyaris-nyaris mirip di surga urusan lapar
dan makan. Saya kalau mau makan tinggal menyuruh bibi sipembantu di rumah ini.
Jadi tidak perlu masak masak, tinggal perintah dan makan. Begitu nikmat dan
nyamannya hidup saya sekarang.
Dengan kehidupan yang saya jalani
sekarang, ibu masih tetap saja sering menyuruh saya untuk bisa masak satu menu
sepanjang hidupnya. Saya pun sering menolak perintah ibu. Malas dan mager
rasanya belajar masak. Padahalkan tinggal perintah atau pesan lewat digital mudahkan.
Buat apa sih repot-repot masak. Siapapun akan menginginkan kehidupan yang saya
terima sekarang. Karena apapun menjadi mudah dan kemauan apapun bisa
didapatkan.
Hingga terjadilah sebuah
kecelakaan motor dengan mobil yang dikendarai orang tua saya. Ayah dan ibu
terluka parah hingga mereka dibawa ke rumah sakit. Waktu itu saya sedang kuliah,
saya diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa orang tua saya masuk ke rumah
sakit karena mengalami kecelakan. Saat itu juga saya sok banget dan bergegas
segera menuju ke rumah sakit.
Dan, sesampai di rumah sakit
langsung menemui dokter yang menangani orang tua saya.
“Gimana dok, keadaan orang tua
saya ?” Tanya saya
“Mohon maaf, saya tidak bisa
menolong ayah mu. Dia sudah meninggal dunia kondisinya sangat kritis kami tidak
bisa berbuat apa-apa. Tapi alhamdulillah ibu mu bisa kami selamatkan. Dia
sekarang lagi di ruangan sana, dari tadi ibumu memanggil beberapa kali anisa.”
Penjelasan dokter
“Baik dok, terima kasih.” Air mata
saya tak terbendung mendengar kabar itu
Saya pun masuk kedalam ruangan.
Ternyata ibu sudah menanti disana. Begitu sedih melihat kondisi ibu sekarang
dibalut dengan perban. Saya berdoa kepada Tuhan Semoga Ibu bisa sehat
secepatnya.
“Ibu...!!” Saya menghampiri ibu
dan memeluknya dengan mata terus mengeluarkan air.
“Iyaa nak, ibu ndak apa apa ko.
In Syaa Allah ibu bisa segera sehat.” Ibu berusaha tegar
“Buuu....Ayah..ayah...ayah.”
“Iyaa nak, ayahmu sudah tidak
ada. Sabar dan ikhlas yaa. Kita hadapi bersama dengan tabah.” Jelas ibu
“Nak, bolehkah ibu minta satu
permintaan . Boleh ga kalau ibu menyuruhmu memasak satu makanan. Ibu tidak suka
makanan di rumah sakit ini, ingin rasanya ibu mencicipi makanan buatan mu.”
Suara ibu memelas
“Baiklah bu. Sekarang anisa mau
belajar masak dan akan membuat makanan yang enak buat ibu supaya ibu cepat
sembuh.” Saya berusaha tegar
Keesokan harinya, saya mulai
belajar masak bareng pembantu saya.
Beberapa kali saya coba buat makanan agar terasa enak. Hingga percobaan ke
tujuh barulah pembantu saya mengakui cita rasa enaknya makanan buatan saya.
Siangnya saya coba bawakan hasil
masakan saya ke rumah sakit agar ibu bisa mencicipinya. Sesampai dirumah sakit,
ibu sedang tidur terlelap dan saya coba membangunkan.
“Bu..Bu Bangun..! Ini anisa bawa makanan khusus buatan anisa
sendiri.” Sambil menjingjin sebuah makanan
Ibu pun bangun dan terlihat
nampak senang dengan kepribadian saya yang bisa masak saat ini.
“Sini nak, bawakan makanan itu ke
ibu. Ibu tidak sabar ingin mencicipnya.!” Perintah Ibu
“Ini bu.” Menyodorkan makanan
Saya buka toples makanan itu dan
saya suapin ibu. Ibu saya terlihat nampak senang sekali. Siang itu begitu indah
bisa melihat ibu bisa terlihat bahagia
dan menyantap masakan saya. Namun, saya tidak mengetahuinya momen terindah itu
adalah terakhir nya saya membuat ibu bahagia. Malam itu, tiba-tiba kondisi ibu
tambah parah yang semula sudah membaik. Dan pada akhirnya malam itu jam 10.15
WIB ibu saya meninggal dunia. Begitu berharga kenangan itu buat saya. Sangat sedih
rasanya dan begitu hancurnya hati ini.
Penulis : Chefi Abdul
Latif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara