Halaman

Jumat, 17 Januari 2020

Secangkir Inspirasi Pintu Taubat bagi si Pembunuh

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Akibat Perbuatan Baik


Jam yang saya genggam menunjukkan pukul 23.45. Lelaki itu masih berdiam diri. Tubuhnya seperti membatu di ruang tunggu. Dia duduk sendirian dengan kedua tangan menopang dagu. Wajahnya layu. Sorot mata sendu. Sesekali bibirnya bergemetar.

Saya tidak tahu harus berbuat apalagi. Langit seakan sudah runtuh menimpa saya, seakan tidak ada lagi jalan hidup untuk memperbaiki kesalahan dan kekhilafan saya kepada Tuhan. Saya bingung harus berbuat apa untuk menembus dosa saya ini. Ntah bagaimana caranya saya bisa menjadi orang yang ada disana, berbuat kebaikan dan taat kepada Tuhan.

Beberapa menit berlalu, tiba-tiba datang seorang berbaju putih memakai sarung dan peci menghampiri saya dan duduk disampingsaya.

“Kenapa mas, ko kaya yang lagi sedih ?” Tanya orang itu

“Saya sudah membunuh orang.” Jawab saya

“Astaghfirullah. Ko bisa sampai membunuh orang mas. Kenapa ?” Tanya orang itu lagi

“Saya terbawa emosi sehingga membunuhnya. Saya merasa bersalah dan berdosa besar kepada Tuhan. Saya bingung harus bagaimana caranya bisa menembus kesalahan ini.” Tanggapan saya sambil sedih mencucurkan air mata

“Bertaubatlah mas dengan sungguh-sungguh. Karena Tuhan Maha Pengampun. Dia akan mengampuni segala dosa yang kita lakukan kecuali dosa syirik kepada Nya.Yakinlah mas dengan bertaubat sungguh sungguh maka kesalahanmu, Allah akan ampuni. In syaa Allah.” Penjelasan orang itu.

Itu terjadi beberapa menit antara saya dan seorang yang nampak seperti ustadz itu. Dari sana saya mulai berpikir untuk berubah dan melakukan taubat dengan sungguh-sungguh. Dari sanalah saya mulai belajar kepada ustadz itu untuk melakukan pertaubatan.

Sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan setiap hari saya berusaha untuk melakukan kebaikan kepada sesama manusia dan tentu melakukan ibadah sesuai dengan perintah Allah Swt. Dengan cara itu, ada rasa ketenangan dan kedamaian yang menyusup kedalam sanubari saya. Saya berusaha dengan sebaik mungkin agar saya bisa menjadi orang yang memberikan manfaat sesama manusia.

Saya mulai sadar dengan kebaikan hidup menjadi damai sedangkan dengan keburukan hidup menjadi risau dan gelisah. Inilah suatu hal yang saya tidak sadari bahwa memang benar manusia jika ingin berubah menjadi baik pasti ada jalan. Dan saya percaya bahwa ampunan Allah seluas langit dan bumi.

Penulis : Chefi Abdul Latif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara