Halaman

Senin, 20 Januari 2020

Secangkir Inspirasi Menjemput Ridha Allah dengan Basuhan Air Suci Ibu

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.

Misteri Kematian Ibu


Sebelum meninggal, ibu kerap berpesan agar saya selalu menjaga hubungan baik dengan semua saudara tiriku. Dan setiap ibu menyampaikan pesannya itu, saya selalu menganggukkan kepala sebagai tanda mengiyakan kata ibu. Bagi saya pesan dari ibu apapun itu pasti baik buat saya. Meskipun saudara tiri saya sering berbuat jahat.

Saya masih ingat, apa yang telah dilakukan oleh saudara tiri kepada ibu saya. Siang itu kami semua berkumpul dimeja makan untuk makan siang. Di tengah-tengah kami makan, ibu tiba tiba saja mual tidak karuan. Saat itu juga ibu terjatuh kelantai “Brakk” suara ibu terjatuh. Lantas  ibu saya segera dibawa kerumah sakit. Saya panik sejadi jadinya. Diperjalanan menuju ke rumah sakit, saya menangis tiada henti. Saya bertanya-tanya, apa yang terjadi sama ibu.

Mobil melewati jalanan dengan cepat, sesampai di rumah sakit ibu langsung di bawa ke ruangan UGD untuk ditangani segera. Beberapa jam kemudian, keluarlah seorang dokter dari ruangan ibu berada.

“Gimana dok, keadaan ibu saya ?” Tanya saya

“Ibu mu mengalami keracunan makanan, tapi alhamdulillah dia masih bisa tertolong.” Jawab dokter

“Alhamdulillah”

Saya pun bergegas masuk keruangan dimana ibu dirawat.

“Gimana bu sekarang masih sakit ?” Tanya saya spontan

“Alhamdulillah ibu sudah baikan sekarang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Suara ibu lemah

“Ko, ibu bisa keracunan ?, tadi ibu makan apa ?” Lanjut saya

“Ibu tadi makan telor goreng.” Jawab ibu

“Siapa yang memasak telor goreng itu bu ?” Suara saya aga keras

“Saudara Tirimu.” Suara ibu yang masih lemah

“Astaghfirullah, mungkinkah saudara tiri  saya yang memasukan racun ke makanan ibu?” Diiringin rasa penasaran.

“Sudah-sudah, kita tidak boleh menuduh orang jika tidak ada bukti. Itu tidak baik.” Kata Ibu

Saat itu pun, rasa penasaran telah membalut pikiran saya. “Mungkin nanti saya akan menemukan siapa dalang dari ini semua.” Hati kecil saya berbisik

Memang saudara tiri tidak suka kepada ibu saya, dia menginginkan ibu dan saya keluar dari rumah itu karena dia menganggap rumah itu adalah miliknya. Namun begitu, ibu selama hidup tetap saja menyuruh saya berbuat baik kepada dia. Sebagai anak yang mencintai ibunya, saya menurut saja dengan perkataan ibu.

Saya merasa meninggalnya ibu  ada campur tangan saudara tiri saya. Namun, kasus ini belum saya pecahkan. Teka teki ini menjadi sebuah misteri yang harus saya selesaikan dan menemukan dalang atas kematian ibu. Hati ini berprasangka buruk kepada saudara tiri karena dia tidak suka kepada ibu. Namun, pesan dari ibu selalu saya simpan di hati dan pikiran saya. “Janganlah kita berprasangka buruk sebelum ada bukti” Pesan ibu dibulan yang lalu.

Penulis : Chefi Abdul Latif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara