Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Penulis : Chefi Abdul Latif
Misteri
Kematian Ibu
Sebelum meninggal, ibu kerap
berpesan agar saya selalu menjaga hubungan baik dengan semua saudara tiriku.
Dan setiap ibu menyampaikan pesannya itu, saya selalu menganggukkan kepala
sebagai tanda mengiyakan kata ibu. Bagi saya pesan dari ibu apapun itu pasti
baik buat saya. Meskipun saudara tiri saya sering berbuat jahat.
Saya masih ingat, apa yang telah
dilakukan oleh saudara tiri kepada ibu saya. Siang itu kami semua berkumpul
dimeja makan untuk makan siang. Di tengah-tengah kami makan, ibu tiba tiba saja
mual tidak karuan. Saat itu juga ibu terjatuh kelantai “Brakk” suara ibu
terjatuh. Lantas ibu saya segera dibawa
kerumah sakit. Saya panik sejadi jadinya. Diperjalanan menuju ke rumah sakit, saya
menangis tiada henti. Saya bertanya-tanya, apa yang terjadi sama ibu.
Mobil melewati jalanan dengan
cepat, sesampai di rumah sakit ibu langsung di bawa ke ruangan UGD untuk
ditangani segera. Beberapa jam kemudian, keluarlah seorang dokter dari ruangan
ibu berada.
“Gimana dok, keadaan ibu saya ?”
Tanya saya
“Ibu mu mengalami keracunan
makanan, tapi alhamdulillah dia masih bisa tertolong.” Jawab dokter
“Alhamdulillah”
Saya pun bergegas masuk keruangan
dimana ibu dirawat.
“Gimana bu sekarang masih sakit
?” Tanya saya spontan
“Alhamdulillah ibu sudah baikan
sekarang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Suara ibu lemah
“Ko, ibu bisa keracunan ?, tadi
ibu makan apa ?” Lanjut saya
“Ibu tadi makan telor goreng.”
Jawab ibu
“Siapa yang memasak telor goreng
itu bu ?” Suara saya aga keras
“Saudara Tirimu.” Suara ibu yang
masih lemah
“Astaghfirullah, mungkinkah
saudara tiri saya yang memasukan racun
ke makanan ibu?” Diiringin rasa penasaran.
“Sudah-sudah, kita tidak boleh
menuduh orang jika tidak ada bukti. Itu tidak baik.” Kata Ibu
Saat itu pun, rasa penasaran
telah membalut pikiran saya. “Mungkin nanti saya akan menemukan siapa dalang
dari ini semua.” Hati kecil saya berbisik
Memang saudara tiri tidak suka
kepada ibu saya, dia menginginkan ibu dan saya keluar dari rumah itu karena dia
menganggap rumah itu adalah miliknya. Namun begitu, ibu selama hidup tetap saja
menyuruh saya berbuat baik kepada dia. Sebagai anak yang mencintai ibunya, saya
menurut saja dengan perkataan ibu.
Saya merasa meninggalnya ibu ada campur tangan saudara tiri saya. Namun,
kasus ini belum saya pecahkan. Teka teki ini menjadi sebuah misteri yang harus saya
selesaikan dan menemukan dalang atas kematian ibu. Hati ini berprasangka buruk
kepada saudara tiri karena dia tidak suka kepada ibu. Namun, pesan dari ibu
selalu saya simpan di hati dan pikiran saya. “Janganlah kita berprasangka buruk
sebelum ada bukti” Pesan ibu dibulan yang lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara