Halaman

Senin, 18 Mei 2020

Kisah Hantu Wanita yang Meminta Bantuan

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.




MOR EXPEDITION

PROLOG

Dunia terasa kejam, ketika Tiya harus menerima takdir bahwa dirinya memiliki kemampuan istimewa. Kemampuan yang membuat dirinya tak lagi dianggap ada.

Kemampuan yang cukup membuatnya hampir gila. Apalagi setelah kedua orangtuanya yang mulai tak lagi memperdulikannya, begitupun dengan teman-temannya yang mulai tak mau lagi berdekatan dengannya.

Setiap hari, ia hanya bisa berteriak dengan ketakutan, takut dengan apa yang ia lihat selama ini. Ya begitulah, kemampuan istimewanya. Tiya dapat melihat sesuatu yang kita sebut HANTU.

AWAL MULA

Mobil berjalan melewati satu persatu rumah-rumah besar. Terlihat Tiya sedang malamun, ia kini harus pindah dari rumahnya karena ia harus kuliah di luar kota sembari bekerja.

Banyak kenangan yang ia tinggalkan dirumahnya, termasuk hari pertama ia dapat melihat "MEREKA".

Ya pada hari itu...

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Tiya saat itu masih berumur 10 tahun, kala itu ia sedang tertidur pulas di kamarnya. Namun, tiba-tiba lampu mati, Tiya kecil terbangun karena ia tak biasa tidur dalam kegelapan, Tiya berusaha berjalan keluar dari kamarnya, hingga langkahnya terhenti saat ia melihat sesosok bayangan putih di atas lemarinya.

Ketika ia mencoba melihat dengan jelas, sosok itu menoleh ke arahnya dengan matanya yang melotot serta senyumannya yang menyeringai disertai suara tawanya yang melengking, melihat itu Tiya kecil menjerit dengan lantangnya dan terjatuh ke lantai beberapa saat kemudian.

Mendengar teriakan Tiya yang begitu lantang, kedua orang tua Tiya terbangun dan berlari ke arah kamarnya Tiya.

....

Malam itu terlihat Tiya sedang terbaring di rumah sakit, setelah kedua orang tuanya mendengar teriakan Tiya dan melihat Tiya pingsan di kamarnya, mereka langsung membawa Tiya ke rumah sakit.

Tiya masih terbaring lemas saat kedua orangtuanya, berbicara dengan dokter.

" Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya seoarang ibu dengan nada ke khawatiran

"Anak ibu dan bapak baik-baik saja, dia hanya syok dan kelelahan saja, tidak perlu dirawat hanya butuh istirahat, malam ini anak ibu boleh pulang. Ini resep obatnya, harus habis ya Pak, Bu." Tutur sang dokter menjelaskan

" Ohh, begitu ya dok, kalo begitu kami permisi dulu, mari" ucap sang ayah, sembari melangkah pergi menuju ruangan tempat Tiya dirawat.

....

Setelah kejadian itu Tiya sering melihat 'mereka' yang tidak bisa dilihat oleh kedua orangtuanya. Dan sejak saat itu lah Tiya dijauhi oleh semua orang yang ia sayangi.

Bersambung… Dan nantikan cerita selanjutnya..

Penulis : Shella Qurratus Syaripah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara