Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
MOR EXPEDITION
PROLOG
Dunia terasa
kejam, ketika Tiya harus menerima takdir bahwa dirinya memiliki kemampuan
istimewa. Kemampuan yang membuat dirinya tak lagi dianggap ada.
Kemampuan
yang cukup membuatnya hampir gila. Apalagi setelah kedua orangtuanya yang mulai
tak lagi memperdulikannya, begitupun dengan teman-temannya yang mulai tak mau
lagi berdekatan dengannya.
Setiap hari,
ia hanya bisa berteriak dengan ketakutan, takut dengan apa yang ia lihat selama
ini. Ya begitulah, kemampuan istimewanya. Tiya dapat melihat sesuatu yang kita
sebut HANTU.
AWAL MULA
Mobil
berjalan melewati satu persatu rumah-rumah besar. Terlihat Tiya sedang malamun,
ia kini harus pindah dari rumahnya karena ia harus kuliah di luar kota sembari
bekerja.
Banyak
kenangan yang ia tinggalkan dirumahnya, termasuk hari pertama ia dapat melihat
"MEREKA".
Ya pada hari
itu...
Jam sudah
menunjukkan pukul 9 malam. Tiya saat itu masih berumur 10 tahun, kala itu ia
sedang tertidur pulas di kamarnya. Namun, tiba-tiba lampu mati, Tiya kecil
terbangun karena ia tak biasa tidur dalam kegelapan, Tiya berusaha berjalan
keluar dari kamarnya, hingga langkahnya terhenti saat ia melihat sesosok
bayangan putih di atas lemarinya.
Ketika ia
mencoba melihat dengan jelas, sosok itu menoleh ke arahnya dengan matanya yang
melotot serta senyumannya yang menyeringai disertai suara tawanya yang
melengking, melihat itu Tiya kecil menjerit dengan lantangnya dan terjatuh ke
lantai beberapa saat kemudian.
Mendengar
teriakan Tiya yang begitu lantang, kedua orang tua Tiya terbangun dan berlari
ke arah kamarnya Tiya.
....
Malam itu
terlihat Tiya sedang terbaring di rumah sakit, setelah kedua orang tuanya
mendengar teriakan Tiya dan melihat Tiya pingsan di kamarnya, mereka langsung
membawa Tiya ke rumah sakit.
Tiya masih
terbaring lemas saat kedua orangtuanya, berbicara dengan dokter.
"
Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya seoarang ibu dengan nada ke
khawatiran
"Anak
ibu dan bapak baik-baik saja, dia hanya syok dan kelelahan saja, tidak perlu
dirawat hanya butuh istirahat, malam ini anak ibu boleh pulang. Ini resep
obatnya, harus habis ya Pak, Bu." Tutur sang dokter menjelaskan
" Ohh,
begitu ya dok, kalo begitu kami permisi dulu, mari" ucap sang ayah,
sembari melangkah pergi menuju ruangan tempat Tiya dirawat.
....
Setelah
kejadian itu Tiya sering melihat 'mereka' yang tidak bisa dilihat oleh kedua
orangtuanya. Dan sejak saat itu lah Tiya dijauhi oleh semua orang yang ia
sayangi.
Bersambung… Dan nantikan
cerita selanjutnya..
Penulis :
Shella Qurratus Syaripah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara