Halaman

Senin, 25 Mei 2020

Narasi Poilitisi : Politik E-Money

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Politik dibalik E-Money


Temen-temen penulis yang dimanapun anda berada. Semoga tulisan opini ini bisa menambah wawasan baru pemahaman baru dan mengerti ada apa dibalik permainan Digital Money ? Nah, kali ini penulis akan mencoba menjelaskan sedikit hal terkait digital money berdasarkan pemikiran sendiri dan beberapa refensi dari dialog bersama teman baik saya.

Hari ini kemudahan membuat daya tarik utama bagi masyarakat. Begitupun penggunaan digital money. Banyak masyarakat tidak mau diribetkan dengan transaksi yang masih menggunakan uang kertas. Kebanyakan diantara kita lebih enak menggunakan dengan media digital hanya satu klik transaksi beres. Baik itu transaksi pembelian maupun transaksi-transaksi kebutuhan yang lainnya.

Banyak orang tidak menyadari ketika membuka aplikasi seperti you tube, instagram, Line, WhatsApp, dll kita telah memberikan uang kita kepada orang pemilik aplikasi tersebut. Tahu siapa yang membuat aplikasi itu ? Ya, mereka adalah orang-orang yahudi dan nasrani. Jadi wajar orang mereka terus bertambah kaya sedangkan kita sebagai pengguna hanya menghambur-hamburkan uang. Penulis tidak mempermasalahkan ketika anda menggunakan aplikasi tersebut dengan bijak tidak berlebihan, tidak menonton sesuatu yang sekiranya tidak berpaedah seperti nonton tik tok-an.

Karena dengan menggunakan aplikasi dengan berlebihan secara tidak langsung anda membuat orang yahudi dan nasrani terus berlipat ganda mendapatkan kekayaan. Ada suatu hal yang mengganjal di pemikiran saya sendiri ? Orang tidak berpikir lebih tajam bagaimana bentuk dari digital money tersebut. Mereka hanya senang dengan menggunakannya. Padahal kalau ditelisik lebih dalam, Islam itu ketika bertransaksi ada wujudnya nampak dan terlihat. Sedangkan digital money bagaimana bentuknya ? hanya tulisan kode dengan angka ?

Temen-temen yang saya banggakan, dahulu sejak rasulullah ketika transaksi menggunakan dinar dan dirham. Jadi dinar dan dirham itu ada bentuknya nampak dan terlihat. Bahkan sampai saat ini dinar dan dirham diakui nilai hargnya makanya tidak pernah inflasi, justru cenderung naik dan atau stagnan. Lah kenapa hari ini harus pakai kertas dan logam apalagi ditambah uang digital ? tentu ini adalah permainan uang  yang sengaja dilakukan para banker.

Umat islam di Indonesia telah dibodohi dengan adanya alat transaksi tesebut. Mereka memprogram adanya digital money, aplikasi-aplikasi, dan program lainnya merupakan sebuah sirkulasi untuk memperkaya orang yahudi-nasrani, membodohi umat Islam, menjauhkan dari agama, dan merusak moral masyarakat Indonesia sendiri. Periu bukti ? coba lihat dr beberapa jurnal dan artikel yang telah dibuat begitu besar dampak dari media digital.

Kuota internet yang anda beli kemana perginya ? jawabannya adalah pergi ke pemilik aplikasi yang dibuka oleh anda yang harus anda bayar dengan kuota tersebut. Jadi siapa sekali lagi yang bertambah kaya ?

Hari ini malah banyak aplikasi baru bernuansa hiburan yang mereka ciptakan. Akibatnya beberapa umat Islam sendiri lebih tertarik sering buka hp daripada al-quran, lebih sering maen game daripada olahraga, dll. Ya, jadinya moral, spiritual dan intelektual WNI amuradul. Ini beberapa unsur politik yang mereka inginkan merusak dan membuat miskin WNI melalui digital. Belum diketahui secara pasti politik terselubung apalagi yang diinginkan bangsa yahudi dan nasrani.

Pikirkanlah dan sadarlah.

Penulis : Chefi Abdul Latif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara