Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Politik dibalik E-Money
Temen-temen penulis yang dimanapun anda berada. Semoga
tulisan opini ini bisa menambah wawasan baru pemahaman baru dan mengerti ada
apa dibalik permainan Digital Money ? Nah, kali ini penulis akan mencoba
menjelaskan sedikit hal terkait digital money berdasarkan pemikiran sendiri dan
beberapa refensi dari dialog bersama teman baik saya.
Hari ini kemudahan membuat daya tarik utama bagi
masyarakat. Begitupun penggunaan digital money. Banyak masyarakat tidak mau
diribetkan dengan transaksi yang masih menggunakan uang kertas. Kebanyakan
diantara kita lebih enak menggunakan dengan media digital hanya satu klik
transaksi beres. Baik itu transaksi pembelian maupun transaksi-transaksi
kebutuhan yang lainnya.
Banyak orang tidak menyadari ketika membuka aplikasi
seperti you tube, instagram, Line, WhatsApp, dll kita telah memberikan uang
kita kepada orang pemilik aplikasi tersebut. Tahu siapa yang membuat aplikasi
itu ? Ya, mereka adalah orang-orang yahudi dan nasrani. Jadi wajar orang mereka
terus bertambah kaya sedangkan kita sebagai pengguna hanya menghambur-hamburkan
uang. Penulis tidak mempermasalahkan ketika anda menggunakan aplikasi tersebut
dengan bijak tidak berlebihan, tidak menonton sesuatu yang sekiranya tidak
berpaedah seperti nonton tik tok-an.
Karena dengan menggunakan aplikasi dengan berlebihan
secara tidak langsung anda membuat orang yahudi dan nasrani terus berlipat
ganda mendapatkan kekayaan. Ada suatu hal yang mengganjal di pemikiran saya
sendiri ? Orang tidak berpikir lebih tajam bagaimana bentuk dari digital money
tersebut. Mereka hanya senang dengan menggunakannya. Padahal kalau ditelisik
lebih dalam, Islam itu ketika bertransaksi ada wujudnya nampak dan terlihat.
Sedangkan digital money bagaimana bentuknya ? hanya tulisan kode dengan angka
?
Temen-temen yang saya banggakan, dahulu sejak rasulullah
ketika transaksi menggunakan dinar dan dirham. Jadi dinar dan dirham itu ada
bentuknya nampak dan terlihat. Bahkan sampai saat ini dinar dan dirham diakui
nilai hargnya makanya tidak pernah inflasi, justru cenderung naik dan atau
stagnan. Lah kenapa hari ini harus pakai kertas dan logam apalagi ditambah uang
digital ? tentu ini adalah permainan uang yang sengaja dilakukan para banker.
Umat islam di Indonesia telah dibodohi dengan adanya alat
transaksi tesebut. Mereka memprogram adanya digital money, aplikasi-aplikasi,
dan program lainnya merupakan sebuah sirkulasi untuk memperkaya orang yahudi-nasrani,
membodohi umat Islam, menjauhkan dari agama, dan merusak moral masyarakat
Indonesia sendiri. Periu bukti ? coba lihat dr beberapa jurnal dan artikel yang
telah dibuat begitu besar dampak dari media digital.
Kuota internet yang anda beli kemana perginya ? jawabannya
adalah pergi ke pemilik aplikasi yang dibuka oleh anda yang harus anda bayar
dengan kuota tersebut. Jadi siapa sekali lagi yang bertambah kaya ?
Hari ini malah banyak aplikasi baru bernuansa hiburan
yang mereka ciptakan. Akibatnya beberapa umat Islam sendiri lebih tertarik sering buka
hp daripada al-quran, lebih sering maen game daripada olahraga, dll. Ya,
jadinya moral, spiritual dan intelektual WNI amuradul. Ini beberapa unsur
politik yang mereka inginkan merusak dan membuat miskin WNI melalui digital.
Belum diketahui secara pasti politik terselubung apalagi yang diinginkan bangsa
yahudi dan nasrani.
Pikirkanlah dan sadarlah.
Penulis : Chefi Abdul Latif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara