Halaman

Rabu, 20 Mei 2020

Kisah Hantu Wanita yang Meminta Bantuan Part 1

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always             


           

BAB I

Matahari sudah masuk ke rumah Tiya. Ya rumah yang sudah cukup lama tak berpenghuni. Ayah dan ibu Tiya sengaja membeli rumah itu agar sewaktu-waktu jika berlibur ke luar kota mereka tak perlu lagi menyewa sebuah hotel.

Ini adalah hari ketiga Tiya pindah dari rumahnya. Jam di dinding menunjukkan pukul 7 tepat. Hari ini tepat pertama ia resmi menjadi seorang mahasiswa disalah satu universitas ternama di kota itu, setelah menjalani ospek yang cukup melelahkan. Saatnya bersiap ke kampus. Setelah siap, Tiya pun pergi menggunakan sepeda motor yang ia miliki.

....

Sesampainya di kampus Tiya melihat seorang gadis seusianya yang sedang berbincang dengan hantu, di pojok kampus.

Melihat itu Tiya hanya diam terpaku di tempat ia berdiri. Menyadari bahwa dirinya tengah diperhatikan oleh Tiya, gadis itu menghampiri Tiya.

"Hay.." sapa gadis itu

"Hhaayy.." jawab Tiya dengan gugup. Ini kali pertama Tiya kembali di sapa oleh orang lain, setelah sekian lama ia dijauhi oleh teman-temannya.

"Ko melamun?" Tanya gadis itu sembari menepuk pundak Tiya.

"Eehh,, maaf" jawabnya singkat

"Kenalin gw Shella" ucap gadis itu sembari mengulurkan tangannya.

"Eeee,, aku Tiya mahasiswa baru disini", balas Tiya, seraya menjabat tangan gadis yang bernama Shella itu.

"Mmm, lo bisa liat juga ya ?" Tanpa basa-basi Shella bertanya seperti itu.
Mendengar itu Tiya terkejut dan menjawab dengan kikuk.

"Eh..? Iya, ko kamu bisa tahu ?"

"Ya dari cara lo liat lah, lagian juga gw bisa liat juga, tenang lo ga sendiri".

Mendengar jawaban shella, Tiya bingung dengan kata 'bisa melihat' dan bagaimana bisa Shella tahu dirinya tengah merasa kesepian.

"Ga usah bengong, kalo heran ntar lo dateng kesini lagi kalo lo udh selesai kelas, oke. Gw mau kasih tahu lo sesuatu" ucap Shella sembari pergi meninggalkan Tiya sendiri.

"Aneh" pikir Tiya, lalu pergi menuju kelasnya.

....

Sesampainya di kelas, ia duduk sendiri di pojokan kelas. Ia ditatap aneh oleh seisi kelas, hal yang sudah biasa bagi Tiya saat menjadi seorang siswa baru, tak hanya sekarang dulu pun saat awal masuk SMP dan SMA, ia juga mendapat tatapan yang sama.

Karena melamun Tiya tidak sadar bahwa dosen sudah masuk ke dalam kelas dan terus menerus menyebut nama dirinya untuk mengisi daftar hadir. Dengan gugup ia menjawab dan mengangkat tangannya.

"Hhaa-ddiirrr pak"

Setelah semua terabsen, kelas pun dimulai.

....

"Oke semuanya, berhubung waktu sudah habis. Hari ini kelas kita sudahi saja, kaya hubungan kita:(" kata dosen

Mendengar itu seisi kelas tertawa, ya kecuali Tiya, "ah bapak ada-ada saja". Ucap salah seorang mahasiswa. "Ah bapak udah ketularan bucin anak jaman sekarang", kata mahasiswa yang lain.

"Sudah-sudah, ayo bubar bapak ada kelas selanjutnya, dadahhh" kata dosen tersebut sambil melambaikan tangan. "Dadah bapakkkk" jawab seisi kelas.

...

Hari ini Tiya memiliki 2 kelas, kelas pertama sudah selesai dan kelas selanjutnya akan dimulai pukul 2 sore nanti. Ketika semua orang pergi ke kantin berbeda dengan Tiya, ia bingung hendak kemana, karena bingung Tiya memutuskan untuk pulang. Tetapi, setelah dipikir Kembali, cukup melelahkan jika harus pulang kerumah dan kembali lagi ke kampus. Tiba-tiba Tiya teringat dengan Shella, bukankah Shella menyuruhnya untuk kembali ketempat dimana mereka bertemu, ya mungkin ia dapat pergi ke sana sembari menunggu kelas berikutnya. Mungkin Tiya juga bisa berteman dengan gadis bernama Shella itu, sejujurnya Tiya juga penasaran dengan sesuatu yang akan dikatakan oleh Shella.



Bersambung… Dan nantikan cerita selanjutnya..
Penulis : Shella Qurratus Syaripah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara