Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always
Matahari
sudah masuk ke rumah Tiya. Ya rumah yang sudah cukup lama tak berpenghuni. Ayah
dan ibu Tiya sengaja membeli rumah itu agar sewaktu-waktu jika berlibur ke luar
kota mereka tak perlu lagi menyewa sebuah hotel.
Ini adalah
hari ketiga Tiya pindah dari rumahnya. Jam di dinding menunjukkan pukul 7
tepat. Hari ini tepat pertama ia resmi menjadi seorang mahasiswa disalah satu
universitas ternama di kota itu, setelah menjalani ospek yang cukup melelahkan.
Saatnya bersiap ke kampus. Setelah siap, Tiya pun pergi menggunakan sepeda
motor yang ia miliki.
....
Sesampainya
di kampus Tiya melihat seorang gadis seusianya yang sedang berbincang dengan
hantu, di pojok kampus.
Melihat itu
Tiya hanya diam terpaku di tempat ia berdiri. Menyadari bahwa dirinya tengah
diperhatikan oleh Tiya, gadis itu menghampiri Tiya.
"Hay.."
sapa gadis itu
"Hhaayy.."
jawab Tiya dengan gugup. Ini kali pertama Tiya kembali di sapa oleh orang lain,
setelah sekian lama ia dijauhi oleh teman-temannya.
"Ko
melamun?" Tanya gadis itu sembari menepuk pundak Tiya.
"Eehh,,
maaf" jawabnya singkat
"Kenalin
gw Shella" ucap gadis itu sembari mengulurkan tangannya.
"Eeee,,
aku Tiya mahasiswa baru disini", balas Tiya, seraya menjabat tangan gadis
yang bernama Shella itu.
"Mmm,
lo bisa liat juga ya ?" Tanpa basa-basi Shella bertanya seperti itu.
Mendengar
itu Tiya terkejut dan menjawab dengan kikuk.
"Eh..?
Iya, ko kamu bisa tahu ?"
"Ya
dari cara lo liat lah, lagian juga gw bisa liat juga, tenang lo ga
sendiri".
Mendengar
jawaban shella, Tiya bingung dengan kata 'bisa melihat' dan bagaimana bisa
Shella tahu dirinya tengah merasa kesepian.
"Ga
usah bengong, kalo heran ntar lo dateng kesini lagi kalo lo udh selesai kelas,
oke. Gw mau kasih tahu lo sesuatu" ucap Shella sembari pergi meninggalkan
Tiya sendiri.
"Aneh"
pikir Tiya, lalu pergi menuju kelasnya.
....
Sesampainya
di kelas, ia duduk sendiri di pojokan kelas. Ia ditatap aneh oleh seisi kelas,
hal yang sudah biasa bagi Tiya saat menjadi seorang siswa baru, tak hanya
sekarang dulu pun saat awal masuk SMP dan SMA, ia juga mendapat tatapan yang
sama.
Karena
melamun Tiya tidak sadar bahwa dosen sudah masuk ke dalam kelas dan terus
menerus menyebut nama dirinya untuk mengisi daftar hadir. Dengan gugup ia
menjawab dan mengangkat tangannya.
"Hhaa-ddiirrr
pak"
Setelah
semua terabsen, kelas pun dimulai.
....
"Oke
semuanya, berhubung waktu sudah habis. Hari ini kelas kita sudahi saja, kaya
hubungan kita:(" kata dosen
Mendengar
itu seisi kelas tertawa, ya kecuali Tiya, "ah bapak ada-ada saja".
Ucap salah seorang mahasiswa. "Ah bapak udah ketularan bucin anak jaman
sekarang", kata mahasiswa yang lain.
"Sudah-sudah,
ayo bubar bapak ada kelas selanjutnya, dadahhh" kata dosen tersebut sambil
melambaikan tangan. "Dadah bapakkkk" jawab seisi kelas.
...
Hari ini
Tiya memiliki 2 kelas, kelas pertama sudah selesai dan kelas selanjutnya akan
dimulai pukul 2 sore nanti. Ketika semua orang pergi ke kantin berbeda dengan
Tiya, ia bingung hendak kemana, karena bingung Tiya memutuskan untuk pulang.
Tetapi, setelah dipikir Kembali, cukup melelahkan jika harus pulang kerumah dan
kembali lagi ke kampus. Tiba-tiba Tiya teringat dengan Shella, bukankah Shella
menyuruhnya untuk kembali ketempat dimana mereka bertemu, ya mungkin ia dapat
pergi ke sana sembari menunggu kelas berikutnya. Mungkin Tiya juga bisa
berteman dengan gadis bernama Shella itu, sejujurnya Tiya juga penasaran dengan
sesuatu yang akan dikatakan oleh Shella.
Bersambung… Dan
nantikan cerita selanjutnya..
Penulis :
Shella Qurratus Syaripah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara