Halaman

Senin, 25 Mei 2020

Narasi Poilitisi : Politik E-Money II

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Politik dibalik E-Money II



Korea bisa mantap dan maju dari pada Indonesia, ada yang tahu alasannya apa ? Ya, salah satunya pemerintah mereka mewajibkan rakyatnya menggunakan produk dalam negeri. Bagaimana dengan Indonesia ? bebas dan lepas. Mereka lebih bangga menggunakan produk iphone dan xiomi. Ini artinya produk amerika dan china tersebar luas di Indonesia.

Sedangkan produk yang diciptakan orang putra putri bangsa sendiri dalam teknologi pemerintah tidak mendukung. Adanya mobil esemka gagal, adnya aplikasi komunikasi buatan sendiri tidak digunakan, begitupun dengan contoh yang lainnya. Bagaimana mau maju ? kalau produk sendiri dimatikan sedangkan produk luar  dibanggakan.

Bayangkan kalau satu aplikasi komunikasi hasil ciptaan sendiri lalu digunakan oleh warga Indonesia sendiri maka kuota Internet itu akan membuat kaya warga Indonesia sendiri tinggal bagaimana nanti pemerintah mengatur hal itu untuk tetap bisa memberikan kesejahteraan dan keadilan. Itu hanya satu aplikasi, bagaimana kalau banyak aplikasi buatan negeri sendiri dan digunakan oleh seluruh manusia di bumi ? berpikirlah, sudah cukup kita membuat orang luar negeri kaya sudah saat nya membuat warga sendiri kaya.

Pemerintahaan sudah mereka pegang, system pemerintahaan sudah mereka pegang, ekonomi politik sudah mereka pegang, para pejabatan sudah mereka pegang. Nasib bangsa ini seakan akan sudah terkunci gembok dengan mata rantai. Tidak bisa melakukan apa-apa.  Cobalah renungkan apa pelajarannya dari tulisan ini. Sadarlah apa yang kita lakukan secara berlebihan menggunakan ponsel berdampak buruk bagi Indonesia secara tidak disadari.

Solusi yang bisa ku tawarkan adalah mulai menggunakan produk dalam negeri, beralih kepada dinar dan dirham, bekerja sama antara rakyat dengan para tokoh dan pejabat yang masih dijalan Tuhan untuk memperbaiki keruwetan ini.

Semoga ada solusi terbaik. Aamiin.

Penulis : Chefi Abdul Latif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara