Halaman

Minggu, 19 Juni 2016

Strategi Jitu Menjadi Pribadi sukses


Hukum Bagi Pribadi Sukses



Bila gagal dibuat sendiri
Maka Suksespun bisa dicari

Sukses bukan dicapai melalui sebuah Impian di atas tempat tidur, tetapi terlahir dari teriknya sinar matahari, derasnya air hujan dan gelapnya keheningan malam. Banyak orang mengira bahwa pribadi sukses merupakan cetak biru yang dibawa sejak lahir. Tidak... tak ada bayi yang lahir dengan membawa lempengan emas. Semua orang berjuang diatas penderitaan dan keyakinan diri. Lakukan tips sederhana dibawah ini :

ยช       Tanamkan dalam hati : Aku Harus Sukses!!
o   Jadilah diri sendiri
Ketika kita mencoba melakukan suatu kegiatan, dapat dipastikan ada yang pro dan kontra. Tetapi kalau kita kalah karena pujian atau mundur karena ejekan,  berarti Anda belum berhasil menjadi diri Anda sendiri. Perlu dicatat, bahwa orang yang semula mengejek kita, kemudian kita berhenti, akankah dia menolong kita?, Tentu tidak. Demikian pula dari orang pro kita, belum tentu bersedia membantu kita sepenuh hati. Pro atau kontra, hanyalah sebagai warning, bukanlah sebuah keputusan.
o   Tampilan kualitas prima
Tanamkan pada diri sendiri Anda, bahwa orang yang semula menertawakan diri Anda, dikemudian hari haruslah orang yang menjadi mengikuti Anda. Tampikan kinerja Anda secara prima, agar Anda menjadi anutan dan panutan setiap dari apa yang Anda lakukan.
o   Jadilah pemain cerdik
Tak ada pekerjaan yang bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kecerdasan tunggal atau linier. Setiap pekerjaan sesederhana apapun butuh gabungan multi kecerdasan. Gardner (2003) mengemukakan adanya kecerdasan majemuk dalam setiap diri seseorang, yaitu : musik, gerak badan, logika matematika, linguistik ruang, antar personal dan intrapersonal. Untuk menjadi pemain cerdik dalam hidup atau usaha membutuhkan kecerdasan yang terintegrasi, antar berbagai kecerdasan, seperti kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosional, kecerdasan kreativitas, kecerdasan sosial, kecerdasan komunikasi dan kecerdasan spiritual.
o   Maju tanpa penghambat
Air mengalir tanpa penghambat, dengan berjalan menelusuri bagian-bagian kontur tanah yang lebih bawah. Ia mengalir tanpa toleransi dan tanpa kompromi. Setiap penghalang akan ditembus dan dirembesi, begitu karakter air, yang bisa jadi pelajaran bagi manusia. Manusia dengan berbagai potensi dan kekuatan yang dimiliki, dapat menembus batas-batas yang jadi penghalang bagi mengalirnya bah kekuatan dan kejatidiran (cultural block), maka dapat diterabas dan diterobos dan digosok melalui revolusi mental, pada saat kecerdasan menjadi pengikis, maka dapat diasah dan diasuh melalui ‘mamala’, maka dapat diukur dan diukir lewat rasionalisasi. Ketika usia jadi kendala, maka dapat dikenali dan dikendalikan melalui intropekasi. Ketika lelah menjadi penghalang, maka dapat diolah dan dialih kearah motivasi yang penuh gairah.

ยช       Bergerak Mencapai Tujuan
Perjalanan mencapai tujuan bukanlah sebuah pertarungan tinju yang bisa selesai dalam satu atau dua ronde. Gerak panjang mencapai tujuan, merupakan sebuah perjalanan alami yang sistemik, bukan merupakan gertakan, hentakan dan loncatan yang terjalin dalam episode perepisode. Upaya mencapai tujuan hendaknya dilakukan seperti mata rantai yang kait mengkait, berjalan simultan dan terpadu. Kealamiahan mencapai tujuan, hendaklah :
o   Berjalan seperti ular
o   Mengalir bagai air
o   Terbang laksana burung
o   Menyelam bagai ikan
Pencapaian tujuan adalah sebuah seni hidup atau usaha yang sebaiknya berjalan perlahan tapi pasti, seperti seseorang yang naik tangga. Kita mulai dari tangga pertama dan akan berakhir pada tangga yang paling ujung dengan melangkahinya satu per satu. Renungkan kembali bagaimana tantangan melewati tangga, itulah gambaran yang mungkin terjadi pada upaya pencapaian tujuan. Capai tujuan tapi ‘Ulah geutas harupateun, kudu leuleus jeujeur liat tali, harus ulet, telaten dan tawakal.

ยช       Lakukan Pencapaian Tiap Waktu
Perencanaan bukulanlah sebuah persiapan untuk bertindak, tetapi suatu rangkaian tindakan yang dilakukan secara kontinyu dan simultan. Sedang penilaian, merupakan peristiwa yang mendahului perencanaan dan menyertai setiap tindakan. Penilaian bukanlah akhir suatu kegiatan, tetapi awal dari suatu tindakan yang memberikan timbal balik pada seluruh rangkaian. Kegiatan yang dilakukan. Ingat bahwa upaya kita merupakan peristiwa dari:
o   Rencana                                 : Hasil Akhir
o   Proses                                    : Produk
o   Produk itu                               : Rencana awal
o   Nikmat akhir                            : Derita proses
Terlampau banyak orang yang melakukan kesalahan, dengan cara menempatkan penilaian sebagai ujung dari kesalahan yang tak terdekteksi. Penilaian adalah detektor proses dan berometer produk yang harus berjalan menyertai dan menyerupai setiap tindakan.

Drs. Mursidin, M.Pd., M.BA.
Penulis : chefi abdul latif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara