Hukum Bagi Pribadi Sukses
Bila gagal dibuat sendiri
Maka Suksespun bisa dicari
Sukses bukan dicapai melalui sebuah Impian di atas tempat tidur, tetapi
terlahir dari teriknya sinar matahari, derasnya air hujan dan gelapnya
keheningan malam. Banyak orang mengira bahwa pribadi sukses merupakan cetak
biru yang dibawa sejak lahir. Tidak... tak ada bayi yang lahir dengan membawa
lempengan emas. Semua orang berjuang diatas penderitaan dan keyakinan diri.
Lakukan tips sederhana dibawah ini :
ยช Tanamkan dalam hati : Aku Harus Sukses!!
o
Jadilah diri sendiri
Ketika kita mencoba
melakukan suatu kegiatan, dapat dipastikan ada yang pro dan kontra. Tetapi
kalau kita kalah karena pujian atau mundur karena ejekan, berarti Anda belum berhasil menjadi diri Anda
sendiri. Perlu dicatat, bahwa orang yang semula mengejek kita, kemudian kita
berhenti, akankah dia menolong kita?, Tentu tidak. Demikian pula dari orang pro
kita, belum tentu bersedia membantu kita sepenuh hati. Pro atau kontra,
hanyalah sebagai warning, bukanlah sebuah keputusan.
o
Tampilan kualitas prima
Tanamkan pada diri
sendiri Anda, bahwa orang yang semula menertawakan diri Anda, dikemudian hari
haruslah orang yang menjadi mengikuti Anda. Tampikan kinerja Anda secara prima,
agar Anda menjadi anutan dan panutan setiap dari apa yang Anda lakukan.
o
Jadilah pemain cerdik
Tak ada pekerjaan yang
bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kecerdasan tunggal atau linier. Setiap
pekerjaan sesederhana apapun butuh gabungan multi kecerdasan. Gardner (2003)
mengemukakan adanya kecerdasan majemuk dalam setiap diri seseorang, yaitu :
musik, gerak badan, logika matematika, linguistik ruang, antar personal dan
intrapersonal. Untuk menjadi pemain cerdik dalam hidup atau usaha membutuhkan
kecerdasan yang terintegrasi, antar berbagai kecerdasan, seperti kecerdasan
intelegensi, kecerdasan emosional, kecerdasan kreativitas, kecerdasan sosial,
kecerdasan komunikasi dan kecerdasan spiritual.
o
Maju tanpa penghambat
Air mengalir tanpa
penghambat, dengan berjalan menelusuri bagian-bagian kontur tanah yang lebih
bawah. Ia mengalir tanpa toleransi dan tanpa kompromi. Setiap penghalang akan
ditembus dan dirembesi, begitu karakter air, yang bisa jadi pelajaran bagi
manusia. Manusia dengan berbagai potensi dan kekuatan yang dimiliki, dapat
menembus batas-batas yang jadi penghalang bagi mengalirnya bah kekuatan dan
kejatidiran (cultural block), maka dapat diterabas dan diterobos dan digosok
melalui revolusi mental, pada saat kecerdasan menjadi pengikis, maka dapat
diasah dan diasuh melalui ‘mamala’, maka dapat diukur dan diukir lewat
rasionalisasi. Ketika usia jadi kendala, maka dapat dikenali dan dikendalikan
melalui intropekasi. Ketika lelah menjadi penghalang, maka dapat diolah dan
dialih kearah motivasi yang penuh gairah.
ยช Bergerak Mencapai Tujuan
Perjalanan mencapai
tujuan bukanlah sebuah pertarungan tinju yang bisa selesai dalam satu atau dua
ronde. Gerak panjang mencapai tujuan, merupakan sebuah perjalanan alami yang
sistemik, bukan merupakan gertakan, hentakan dan loncatan yang terjalin dalam episode
perepisode. Upaya mencapai tujuan hendaknya dilakukan seperti mata rantai yang
kait mengkait, berjalan simultan dan terpadu. Kealamiahan mencapai tujuan,
hendaklah :
o
Berjalan seperti ular
o
Mengalir bagai air
o
Terbang laksana burung
o
Menyelam bagai ikan
Pencapaian tujuan adalah sebuah seni hidup atau usaha
yang sebaiknya berjalan perlahan tapi pasti, seperti seseorang yang naik
tangga. Kita mulai dari tangga pertama dan akan berakhir pada tangga yang
paling ujung dengan melangkahinya satu per satu. Renungkan kembali bagaimana
tantangan melewati tangga, itulah gambaran yang mungkin terjadi pada upaya
pencapaian tujuan. Capai tujuan tapi ‘Ulah geutas harupateun, kudu leuleus
jeujeur liat tali, harus ulet, telaten dan tawakal.
ยช Lakukan Pencapaian Tiap Waktu
Perencanaan
bukulanlah sebuah persiapan untuk bertindak, tetapi suatu rangkaian tindakan
yang dilakukan secara kontinyu dan simultan. Sedang penilaian, merupakan
peristiwa yang mendahului perencanaan dan menyertai setiap tindakan. Penilaian
bukanlah akhir suatu kegiatan, tetapi awal dari suatu tindakan yang memberikan
timbal balik pada seluruh rangkaian. Kegiatan yang dilakukan. Ingat bahwa upaya
kita merupakan peristiwa dari:
o
Rencana : Hasil Akhir
o
Proses : Produk
o
Produk itu :
Rencana awal
o
Nikmat akhir :
Derita proses
Terlampau banyak
orang yang melakukan kesalahan, dengan cara menempatkan penilaian sebagai ujung
dari kesalahan yang tak terdekteksi. Penilaian adalah detektor proses dan
berometer produk yang harus berjalan menyertai dan menyerupai setiap tindakan.
Drs. Mursidin,
M.Pd., M.BA.
Penulis : chefi
abdul latif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara