Belajar Dari Orang-Orang Besar
Bila ingin menjadi orang besar
Belajarlah hal kecil dari orang besar
Kisah kecil dari pengalaman orang besar,
John D. Rockefeller, yang menjadi
milioner dari sebutir telur sangan menggugah kesadaran dan kesabaran. Pada suatu
waktu Rockefeller meminta makan pada orang tuanya, karena tidak tersedia
makanan maka ayahnya mempersilakan dia untuk menggoreng sebutir terlur dari
pemberian tetangganya. Namun Rockefeller malah mengeramkannya pada unggas yang
sedang mengeram di belakang rumahnya. Setelah beberapa lama menetas,
Rockefeller ditanya oleh ayahnya, dari mana kau memiliki anak kalkun ? ia
Menjawab, dari telur yang tidak saya goreng beberapa minggu lalu. Dari sebutir
telur inilah kemudian dibudidayakan hingga menjadi jumlah yang sangat banyak.
Untuk menjual kalkun dengan harga mahal,
kemudian ia menghadiahkan beberapa ekor kalkun pada temannya yang berulang
tahun. Dari cara inilah kemudian, lahir tradisi bakar kalkun pada waktu ulang
tahun. Gagasan kecil—dari orang besar— inilah yang mengantarkan ia menjadi
milioner terkemuka di Amerika Serikat. Andai sebutir telur itu diberikan bukan
kepada sang Rockefeller, kepada anda misalnya, apa yang akan anda lakukan ?
Tentu Andalah yang lebih tahu.
Kisah di atas bukanlah menceritakan sebutir
telur ajaib, tetapi ingin mengungkapkan bahwa dalam pikiran, ‘bagaimana yang
kecil bisa bernilai besar‘. Pikiran Rickofeller, bila ditimbang oleh gagasan
John C. Maxwell yang dikutif Ary Ginanjar, 2001:255), menunjukan kuatnya
kebervisian pikiran. Maxwell lebih lanjut membagi kebervisian berpikir orang
pada 4 kategori, yaitu Pengembara, Pengikut, Peraih Prestasi dan Pemimpin. Keunikan
luar biasa dari orang besar seperti Rickofeller, Alpha Edison atau Newton,
bukanlah dari kemampuan berpikirnya, tetapi dari cara dia menggunakan pikiran
untuk menemukan mutiara berharga sekalipun dibalik onggokan sampah.
Drs. Mursidin, M.Pd., M.BA.
Penulis :chefi abdul latif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara