Halaman

Jumat, 23 Desember 2016

Nasihat Tentang Cermin Kepribadian Ku

Welcome to my blog. Have nice a day and Always God Bless Us.

Cermin Kepribadian Ku


Dalam hidup sering terjadi hal yang telat kita pikirkan tentang suatu hal. Padahal suatu hal tersebut jika di kerjakan banyak manfaatnya. Hanya saja karakter setiap individu amatlah berbeda. Dan keberbedaan itu, dibentuk oleh lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Ya, keluarga adalah pendidikan dan pembinaan pertama dalam membentuk kepribadian seseorang yang kemudian di tunjang lingkungan sekitar. Seperti yang dikatakan seorang disiplin ilmu dalam psikologi, “Bahwa keluarga adalah pendidikan awal kemudian lingkungan.”

Tuhan menciptakan dunia ini sudah lengkap selengkap-lengkapnya. Mulai dari kebutuhan jasmani dan rohani, aturan main, dsb. Selain itu, Tuhan telah menciptakan manusia pun berbeda-beda dengan karakternya masing-masing. Maka tidak ada manusia yang sama, sekalipun itu anak kembar. Karena nyatanya, meskipun mereka kembar pasti saja ada yang berbeda baik itu ada di fisik ataupun di karakternya sendiri.

Selain itu, Tuhan menciptakan dunia ini sangat amatlah indah, Dia adalah desainer dan konseptual yang super hebat. Lihat saja! Bagaimana Dia mendesain alam yang seluas ini berlapis-lapis dengan megah dan cocok dengan kebutuhan manusia yang ada di tempat tersebut. Bahkan, musim di setiap negara pasti berbeda-beda, adat dan tradisi serta kebudayaannyapun satu negara dengan negara lain pasti berbeda. Maka dari itu, tidak salah karakter dan kebudayaan seseorang bisa di cetak lewat lingkungan nya.

Benua Eropa, Asia, Amerika, Afrika, dan Australia pastinya masing-masing diantara mereka memiliki sejarah, adat, kebudayaan hingga karakter yang berbeda. Itulah Maha Besar Tuhan yang tidak ada sebanding dengan-Nya. Hanya manusia yang sering ingkar dengan kerahman dan kerahiman-Nya. Mereka menganggap seakan bahwa dunia ini bisa diraih hanya dengan bekerja, bekerja, bekerja tanpa ada akhlaq yang melandasinya.

Bekerja tanpa akhlaq tidak akan benar. Kenapa ? Bilama anda bekerja atau sedang mengerjakan apapun itu baik tugas kantor, tugas sekolah, tugas rumah tangga, dan tugas tugas lainnya. Yang dimana itu banyak sekali tidak cukup dengan sejam atau dua jam, tapi anda di tuntut bekerja seharian untuk menyelesaikan tugas tersebut. Maka bisa di duga, bagi orang yang bekerja tanpa akhlaq akan dilanda setres tertekan, tidak ikhlas, marah-marah, dsb.

Dan itu akan berberda bagi orang yang mengerjakannya dengan dibarengi akhlaq. Bagi orang ini, mereka sadar bahwa dengan marah atau stres suatu pekerjaan tidak akan cepat selelsai dengan baik. Melainkan macam orang ini, tau betul bahwa ini adalah sebagian dari amal ibadah kepada Allah, dan amal itu akan dipandang lebih mulia di hadapan-Nya jika dikerjakan penuh keikhlasan dan kebanggan.

Sudut pandang seseorang akan memebedakan pola pikir dan keputusan dalam bekerja. Dan sudut pandang itu bisa jadi di tunjang dengan pengetahuan umum, pengetahuan keagamaan, pengetahuan spiritual, pengetahuan hukum, pengetahuan adat dan kebudayaan, serta pengetahuan-pengetahuan lainnya.

Kembali lagi, jika bekerja tidak di landasi akhlaq yang mulia. Maka bisa jadi, dia sangat berani melakukan sebuah kecurangan. Kenapa ? orang yang hanya mengandalkan bekerja bekerja dan bekerja. Mereka hanya fokus dengan pekerjaannya bukan dengan hakikat bekerja itu buat apa sih selain untuk mendapatkan uang sebagai nafakah keluarga ?

Sebagian mereka tidak berpikir kesana. Oleh karenanya, dengan hanya fokus ujung-ujungnya uang. Segala apapun yang dia kerjakan semata-mata karena uang. Ini salah satu contohnya saja. ‘KORUPSI’.

Banyak pejabat melakukan tindakan korupsi itu di karenakan minimnya akhlaq mulia. Mereka hanya mengandalkan kualitas kecerdasannya saja, tidak dengan EQ (Emosional Quation) dan SQ (Spiritual Quation). Makanya, mereka begitu berani melakukan penyelipan uang baik itu kecil maupun besar. Harusnya di tulis 10.000 eh malah yang ditulisnya 1.000. yang 9.000 lagi kemana ?

Nah, dari sinilah penulis ingin memberikan secuil gambaran mengenai cerminan kehidupan ku. Maksudnya, kita sangat tahu betul bahwa orang sekarang dari 100% hanya 40% orang yang jujur. Tau dari mana ? Kalian bisa mengatahuinya sendiri.

Coba cek, ketika siswa UAS dan UN berapa orang dari mereka yang berani jujur untuk mendapatkan nilai kecil?, pengamen sekarang di jakarta sudah menjadi pekerjaan, kita tiap tahun bayar pajak 31 Pajak OP dan 30 April Pajak Badan tapi kenapa jalan jalan pada butut,seorang penjual sering bohong bilangnya belinya 2.000 padahal yang asli belinya 1.000 karena ingin untuk lebih, konektur bus buat anak sekolah 5.000 pas ada anak sekolah di mintanya 6.000 karena bensin naik padahal bensin belum naik, ada juga yang mau nikahpun harus berbohong punya mobil padahal mobilnya hasil ngerental, dsb.

Dan, Coba lihat di sekeliling kita. jaman sekarang banyak orang pacaran. Dan kita sering mendengar si cowok akan setia, tapi coba lihat dia justru punya pacar lebih dari satu. Dan begitupun yang dilakukan sebagian cewek. Mau anda punya suami yang pembohong, hawa ? dan mau anda punya istri pembohong, adam ?

Jika tidak mau. Maka kita harus memperbaiki diri dari saat ini juga!. Karena hukum mengataka, jodohmu itu adalah cerminan dari dirimu sendiri. Jika anda orang sholeh maka insya Allah andapun akan mendapatkan istri yang sholehah juga, begitupun anda seorang pemabuk maka istri anda juga pasti pencandu mabukan hingga dimana anak dari kita akan mengikuti garis kebiasaan kita saat ini.

Keputusan baik atau buruk itu ada diri kita sendiri saat ini. Syurga dan neraka siap menerima kita dari segala apa yang telah kita pebuatan selama hidup di dunia ini. mulai sekarang cobalah bercermin ! tanyakan pada diri sendiri, apakah saya pantas berbuat maksiat padahal Allah selalu memberikan kita rizki dan rahmat-Nya setiap hari tiada henti ? Jika Allah tidak memiliki 99 nama sempurna asmaul husna, misalnya Maha pengasih dan penyayang. Kita saat ini yang melakukan maksiat, bisa jadi langsung di hantam bencana. Tapi, Allah SWT tidak demikian, Dia senantiasa sabar menunggu hamba-hamba-Nya untuk bertaubat walaupun hamba tersebut di penuh segunung dosa. Subhanaallah.

Kembali lagi kepada orang jujur. Ya, saat ini negeri kita membutuhkan orang yang selain bekerja keras dan cerdas diapaun memiliki akhlaq yang begitu mulia. Sehingga dimanapun dia bekerja, jabatan apapun yang dia pegang, setinggi apapun kedudukannya, bagi orang ini semuanya itu tidak menjadikan dirinya ujub, sombong, paling ini dan paling itu pokoknya deh.

Dia selalu tawadhu, menganggap dirinya adalah manusia lemah tidak ada kebesaran selain miliki Allah semata. Dan dia pastinya akan memegang amanatnya itu dengan penuh ketakutan dan syukur. Takutnya dimana ia berlaku khianat dan syukurnya bahwa dimana dia telah mendapatkan kepercayaan dari Allah. Makanya orang seperti ini akan sungguh-sungguh dengan segenap jiwa dan raganya walaupun harus mati, demi memegang amanatnya itu karena Allah.

Dan ini amat jauh berbeda dengan pejabat saat ini. kita bisa membayangkannya, andaikan semua pejabat yang ada di seatera nusantara ini dari sabang sampai merauke memiliki sikap kepribadian akhalq yang mulia. Maka Indonesia tidak akan seperti ini. kemiskinanlah, pengangguranlah, diskriminasilah, korupsilah, sogokanlah, pembunuhanlah, pencurianlah, gelandanganlah, banjirlah, dsb.

Dengan demikian, mari sebelum semuanya sampai ketitik nadir. Kita masih ada harapan yang besar, dan harapan itu ada dipundak kita pemuda/i ibu pertiwi. Kita seimbangkan pengetahuan akhirat dan dunia, kita seimbangkan hukum alam dan hukum buatan manusia, jadikanlah Muhamad teladan kita, dan Allah sebagai penolong serta pelindung kita bersama.

Kita jadikan pribadi ini menjadi pribadi yang bercahaya, sehingga dimanapun kita berada bisa memberikan penerangan bagi siapapun juga. Dan itu wajib dimulai dari saat ini juga, saat ini juga, saat ini juga, saat ini juga, dan saat ini juga. Mari kita, tanami bibit akhlaq di hati ini hingga kelak menjadi pohon yang kuat, tak lekang oleh panas dan tak kuyup dengan hujan.

Kita bersama wujudkan cita-cita besar Republik Indonesia ini agar lebih baik. Kita retas permasalahan yang ada dengan jiwa cahaya kita, kita tumbangkan orang-orang munafik, dan kita buat para pahlawan dulu tersenyum manis dan bangga bahwa Indonesia bisa terbang laksana gagahnya burung garuda. Dan itu karena pemuda/i yang berbudi luhur dan menjaga kebudayaannya sendiri.

Semoga Allah SWT meridhoi kita bersama. Kita pasti bisa. Aamin. 

Cal As-Sayyid Al-'Azhim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara