Welcome to my blog.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Cermin Kepribadian Ku
Dalam
hidup sering terjadi hal yang telat kita pikirkan tentang suatu hal. Padahal
suatu hal tersebut jika di kerjakan banyak manfaatnya. Hanya saja karakter
setiap individu amatlah berbeda. Dan keberbedaan itu, dibentuk oleh lingkungan
keluarga dan masyarakat sekitar. Ya, keluarga adalah pendidikan dan pembinaan
pertama dalam membentuk kepribadian seseorang yang kemudian di tunjang
lingkungan sekitar. Seperti yang dikatakan seorang disiplin ilmu dalam
psikologi, “Bahwa keluarga adalah pendidikan awal kemudian lingkungan.”
Tuhan
menciptakan dunia ini sudah lengkap selengkap-lengkapnya. Mulai dari kebutuhan
jasmani dan rohani, aturan main, dsb. Selain itu, Tuhan telah menciptakan
manusia pun berbeda-beda dengan karakternya masing-masing. Maka tidak ada
manusia yang sama, sekalipun itu anak kembar. Karena nyatanya, meskipun mereka
kembar pasti saja ada yang berbeda baik itu ada di fisik ataupun di karakternya
sendiri.
Selain
itu, Tuhan menciptakan dunia ini sangat amatlah indah, Dia adalah desainer dan
konseptual yang super hebat. Lihat saja! Bagaimana Dia mendesain alam yang
seluas ini berlapis-lapis dengan megah dan cocok dengan kebutuhan manusia yang
ada di tempat tersebut. Bahkan, musim di setiap negara pasti berbeda-beda, adat
dan tradisi serta kebudayaannyapun satu negara dengan negara lain pasti berbeda.
Maka dari itu, tidak salah karakter dan kebudayaan seseorang bisa di cetak
lewat lingkungan nya.
Benua
Eropa, Asia, Amerika, Afrika, dan Australia pastinya masing-masing diantara
mereka memiliki sejarah, adat, kebudayaan hingga karakter yang berbeda. Itulah
Maha Besar Tuhan yang tidak ada sebanding dengan-Nya. Hanya manusia yang sering
ingkar dengan kerahman dan kerahiman-Nya. Mereka menganggap seakan bahwa dunia
ini bisa diraih hanya dengan bekerja, bekerja, bekerja tanpa ada akhlaq yang
melandasinya.
Bekerja
tanpa akhlaq tidak akan benar. Kenapa ? Bilama anda bekerja atau sedang
mengerjakan apapun itu baik tugas kantor, tugas sekolah, tugas rumah tangga,
dan tugas tugas lainnya. Yang dimana itu banyak sekali tidak cukup dengan sejam
atau dua jam, tapi anda di tuntut bekerja seharian untuk menyelesaikan tugas
tersebut. Maka bisa di duga, bagi orang yang bekerja tanpa akhlaq akan dilanda
setres tertekan, tidak ikhlas, marah-marah, dsb.
Dan itu
akan berberda bagi orang yang mengerjakannya dengan dibarengi akhlaq. Bagi
orang ini, mereka sadar bahwa dengan marah atau stres suatu pekerjaan tidak
akan cepat selelsai dengan baik. Melainkan macam orang ini, tau betul bahwa ini
adalah sebagian dari amal ibadah kepada Allah, dan amal itu akan dipandang
lebih mulia di hadapan-Nya jika dikerjakan penuh keikhlasan dan kebanggan.
Sudut
pandang seseorang akan memebedakan pola pikir dan keputusan dalam bekerja. Dan
sudut pandang itu bisa jadi di tunjang dengan pengetahuan umum, pengetahuan
keagamaan, pengetahuan spiritual, pengetahuan hukum, pengetahuan adat dan
kebudayaan, serta pengetahuan-pengetahuan lainnya.
Kembali
lagi, jika bekerja tidak di landasi akhlaq yang mulia. Maka bisa jadi, dia sangat
berani melakukan sebuah kecurangan. Kenapa ? orang yang hanya mengandalkan
bekerja bekerja dan bekerja. Mereka hanya fokus dengan pekerjaannya bukan
dengan hakikat bekerja itu buat apa sih selain untuk mendapatkan uang sebagai
nafakah keluarga ?
Sebagian
mereka tidak berpikir kesana. Oleh karenanya, dengan hanya fokus ujung-ujungnya
uang. Segala apapun yang dia kerjakan semata-mata karena uang. Ini salah satu
contohnya saja. ‘KORUPSI’.
Banyak
pejabat melakukan tindakan korupsi itu di karenakan minimnya akhlaq mulia.
Mereka hanya mengandalkan kualitas kecerdasannya saja, tidak dengan EQ
(Emosional Quation) dan SQ (Spiritual Quation). Makanya, mereka begitu berani
melakukan penyelipan uang baik itu kecil maupun besar. Harusnya di tulis 10.000
eh malah yang ditulisnya 1.000. yang 9.000 lagi kemana ?
Nah, dari
sinilah penulis ingin memberikan secuil gambaran mengenai cerminan kehidupan
ku. Maksudnya, kita sangat tahu betul bahwa orang sekarang dari 100% hanya 40%
orang yang jujur. Tau dari mana ? Kalian bisa mengatahuinya sendiri.
Coba cek,
ketika siswa UAS dan UN berapa orang dari mereka yang berani jujur untuk
mendapatkan nilai kecil?, pengamen sekarang di jakarta sudah menjadi pekerjaan,
kita tiap tahun bayar pajak 31 Pajak OP dan 30 April Pajak Badan tapi kenapa
jalan jalan pada butut,seorang penjual sering bohong bilangnya belinya 2.000
padahal yang asli belinya 1.000 karena ingin untuk lebih, konektur bus buat
anak sekolah 5.000 pas ada anak sekolah di mintanya 6.000 karena bensin naik
padahal bensin belum naik, ada juga yang mau nikahpun harus berbohong punya
mobil padahal mobilnya hasil ngerental, dsb.
Dan, Coba
lihat di sekeliling kita. jaman sekarang banyak orang pacaran. Dan kita sering
mendengar si cowok akan setia, tapi coba lihat dia justru punya pacar lebih
dari satu. Dan begitupun yang dilakukan sebagian cewek. Mau anda punya suami
yang pembohong, hawa ? dan mau anda punya istri pembohong, adam ?
Jika tidak
mau. Maka kita harus memperbaiki diri dari saat ini juga!. Karena hukum
mengataka, jodohmu itu adalah cerminan dari dirimu sendiri. Jika anda orang
sholeh maka insya Allah andapun akan mendapatkan istri yang sholehah juga,
begitupun anda seorang pemabuk maka istri anda juga pasti pencandu mabukan
hingga dimana anak dari kita akan mengikuti garis kebiasaan kita saat ini.
Keputusan
baik atau buruk itu ada diri kita sendiri saat ini. Syurga dan neraka siap
menerima kita dari segala apa yang telah kita pebuatan selama hidup di dunia
ini. mulai sekarang cobalah bercermin ! tanyakan pada diri sendiri, apakah saya
pantas berbuat maksiat padahal Allah selalu memberikan kita rizki dan
rahmat-Nya setiap hari tiada henti ? Jika Allah tidak memiliki 99 nama sempurna
asmaul husna, misalnya Maha pengasih dan penyayang. Kita saat ini yang
melakukan maksiat, bisa jadi langsung di hantam bencana. Tapi, Allah SWT tidak
demikian, Dia senantiasa sabar menunggu hamba-hamba-Nya untuk bertaubat
walaupun hamba tersebut di penuh segunung dosa. Subhanaallah.
Kembali
lagi kepada orang jujur. Ya, saat ini negeri kita membutuhkan orang yang selain
bekerja keras dan cerdas diapaun memiliki akhlaq yang begitu mulia. Sehingga
dimanapun dia bekerja, jabatan apapun yang dia pegang, setinggi apapun
kedudukannya, bagi orang ini semuanya itu tidak menjadikan dirinya ujub,
sombong, paling ini dan paling itu pokoknya deh.
Dia selalu
tawadhu, menganggap dirinya adalah manusia lemah tidak ada kebesaran selain
miliki Allah semata. Dan dia pastinya akan memegang amanatnya itu dengan penuh
ketakutan dan syukur. Takutnya dimana ia berlaku khianat dan syukurnya bahwa
dimana dia telah mendapatkan kepercayaan dari Allah. Makanya orang seperti ini
akan sungguh-sungguh dengan segenap jiwa dan raganya walaupun harus mati, demi
memegang amanatnya itu karena Allah.
Dan ini
amat jauh berbeda dengan pejabat saat ini. kita bisa membayangkannya, andaikan
semua pejabat yang ada di seatera nusantara ini dari sabang sampai merauke
memiliki sikap kepribadian akhalq yang mulia. Maka Indonesia tidak akan seperti
ini. kemiskinanlah, pengangguranlah, diskriminasilah, korupsilah, sogokanlah,
pembunuhanlah, pencurianlah, gelandanganlah, banjirlah, dsb.
Dengan
demikian, mari sebelum semuanya sampai ketitik nadir. Kita masih ada harapan
yang besar, dan harapan itu ada dipundak kita pemuda/i ibu pertiwi. Kita
seimbangkan pengetahuan akhirat dan dunia, kita seimbangkan hukum alam dan
hukum buatan manusia, jadikanlah Muhamad teladan kita, dan Allah sebagai
penolong serta pelindung kita bersama.
Kita
jadikan pribadi ini menjadi pribadi yang bercahaya, sehingga dimanapun kita
berada bisa memberikan penerangan bagi siapapun juga. Dan itu wajib dimulai
dari saat ini juga, saat ini juga, saat ini juga, saat ini juga, dan saat ini
juga. Mari kita, tanami bibit akhlaq di hati ini hingga kelak menjadi pohon
yang kuat, tak lekang oleh panas dan tak kuyup dengan hujan.
Kita
bersama wujudkan cita-cita besar Republik Indonesia ini agar lebih baik. Kita
retas permasalahan yang ada dengan jiwa cahaya kita, kita tumbangkan
orang-orang munafik, dan kita buat para pahlawan dulu tersenyum manis dan
bangga bahwa Indonesia bisa terbang laksana gagahnya burung garuda. Dan itu
karena pemuda/i yang berbudi luhur dan menjaga kebudayaannya sendiri.
Semoga
Allah SWT meridhoi kita bersama. Kita pasti bisa. Aamin.
Cal As-Sayyid Al-'Azhim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara