Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Siswa yang Bernilai
Siapkah
anda menjadi siswa yang bernilai? Siapa takut dan siapa yang gak mau sih? semua
pelajar (Student) pastinya memiliki keinginan besar menjadi siswa yang bernilai
dimata orang lain. Tapi apa saja kriteria pelajar yang berharga itu ? mari kita
bahas. Let’s go..
Sob,
kalian pada tahu kan bedanya pelajar yang berhasil dan pelajar yang tidak
berhasil ? Nah, dari pelajar yang
berhasilah, kita bisa mengatakannya siswa yang bernilai. Karena, dari siswa
yang berprestasi di sekolahnya baik akademis maupun non akademis, bisa membuat
sekolah yang di tempati menjadi sebuah kepercayaan publik terhadap sekolah
tersebut.
Siswa
dan siswi yang berada di penjuru negeri ini sudah sepantasnya untuk menjadi
siswa yang bernilai. Sob, masa muda jangan dilewatkan begitu saja. Ketertarikan
mu dalam suatu hal harus dijadikan sebagai pondasi dalam mengasah bakat yang
kalian miliki.
Oh
ya sob, ngomong-ngomong kalian tahu tidak ? Bagaimana waktu yang seharusnya
kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari? Nih saya kasih tau sob waktu yang pas
buat seumuran kalian ? diantaranya :
a. Mengikuti organisasi
b. Belajar dengan metode efektif
c. Mengasah bakat
d. Mengikuti ekstrakurikuler yang kalian sukai
e. Istirahat
f. Mengasah bakat
g. Hiburan apa saja yang kalian sukai,
h. Dan kegiatan positif lainnya.
Hidup
kita adalah sebuah kesempatan untuk selalu menjadikan diri mu sendiri berguna
bagi kehidupan ini.
Sebuah
hadist mengatakan “Allah akan mengangkat derajatnya bagi orang-orang yang
berilmu“. Kalian ketika belajar di sekolah niat yang pada akhirnya apa sih ?
nilaikah atau ilmu yang diperoleh ? yaps, betul kita seharusnya sekolah itu
bukan sebagai karena untuk saling berebutan nilai tinggi hanya sekedar ingin
dapat juara kelas. Dan yang sangat
menyedihkan, diantara kalian menghalalkan segala cara hanya untuk
demikian. Na’udzubillah... Mudah mudahan tidak sampe segitunya ya sob.
Hhe
Guys
hidup ini seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir yang saling
berkesinambungan sampai air tersebut habis tidak ada yang tersisa. Jika sudah
demikian, masyarakat di sekitar pasti kebingunan bagaimana bisa mendapatkan air
bersih untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. Bahkan saking mereka
membutuhkannya, air kotor pun yang ada mereka gunakan demi kelangsungan
hidupnya. Sama seperti kita selaku siswa yang pekerjaan kita sebagai penuntut
ilmu setiap hari.
Kita
hanya punya satu pekerjaan, yaitu belajar. That’s Right . Pantaskah kita dimasa
yang seharusnya menuntut ilmu melakukan pacaran, hidup mewah, bahkan melakukan
yang tidak ada artinya bagi dirimu sendiri ? Coba tanyakan kepada hati nurani
mu ? apakah ia mengatakan setuju atau tidak. Sebetulnya, tanpa di jawabpun
kalian sudah tau jawaban yang benernya itu seperti apa ? Andaikan kalian bukan
hanya sekedar tau aja, harapan negeri ini menginginkan anda semua menjadi
generasi penerus yang berbobot, bibit, dan bebetnya. Pelajar tetaplah pelajar,
pacaran itu akan membuat anda lalai dengan apa yang semestinya anda lakukan.
Siswa
haruslah bisa menjadi penebar ispirasi bagi orang lain yang tidak sekolah,
bukan malah menjadi penebar contoh yang jauh dari akhlak yang baik. Dan
sekarang, hal tersebut sudah terbalik. Kebanyakan sekarang orang yang tidak
sekolah bisa sebagai penebar ispirasi bagi yang lainnya. Buktinya, banyak orang
yang tidak sekolah memiliki akhlak yang begitu mulia, dimana mereka terus
bekerja keras, disiplin, memiliki hati yang tulus, hingga sebagian diantara
mereka berani untuk berbagi kepada sesamanya, walaupun tidak terlalu banyak.
Sedangkan, bila bandingkan dengan orang yang mempu untuk berbagi lebih, ini
justru lebih mementingkan kehidupannya sendiri dan golongannya. Benarlah
pepatah yang di sampaikan, “lebih baik sedikit tapi berkah daripada banyak
tidak berguna”.
Seharunya
kita malu, melihat orang –orang seusia kita yang harus duduk di bangku sekolah.
Justru, menari-nari dan bekerja di jalan hingga bergulat dengan setumpukan
sampah demi kelangsungan hidup keluarganya. Dan mereka tidak pernah lelah untuk
mengerjakan itu. Keihklasan dan ketulusan hatilah yang membuat mereka berpikir
dan bekerja keras. Sob, berpikirlah sebelum bertindak berhati-hatilah sebelum
anda menyesal. Oleh karenanya, bukalah hati nurani agar kou bisa berpikir dan melangkah sesuai
dengan apa yang di harapkan bangsa ini, dalam mencetak siswa-siswi generasi
bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.
Negara
indonesia tidak membutuhkan para generasi bangsa yang sekedar cerdas tanpa
tertanam dan tumbuh menjadi pohon yang kuat, karena bukti nya sekarang banyak
orang yang “pinter tapi kebelinger”. Maka dengan semakin banyaknya orang
seperti itu, indonesia akan memiliki keuangan yang lemah karena diambil oleh
para koruptor. Begitu sangat disayangkan kecerdasan otak nya hanya digunakan
untuk mencuri uang rakyat.
Dengan
masih adanya dunia ini, Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk
memperbaiki negeri ini. Maka dari itu, siswa-siswi sekaranglah yang akan
memegang kekuasaan pemerintahan kelak masa yang mendatang. Bila siswa di bimbing dan digembleng serta di
imbangi dengan penerapan akhlak yang mulia. Negera indonesia akan jauh lebih
baik dan terbebas dari tindakan korupsi.
Karena tadi, mereka sebelumnya di berikan jiwa Kedisiplinan dan rasa tanggung jawab
yang kuat. Nah, bilama hal itu sudah tercampur dengan darah muda . Maka kelak,
para generasi indonesia bisa patut dibangggakan. Karena mereka bukan hanya
cerdas tetapi berakhlak baik. Dengan demikian, InsyaAllah negeri ini dimana rakyatnya bisa merasakan
hidup lebih sejahtera. Aamin.
“
Penulis tegaskan siswa yang bernilai bukanlah siswa yang paling cerdas di
kelasnya. Akan tetapi, dia adalah siswa yang bisa menjadikan dirinya berguna
bagi kehidupan masyarakat.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara