Halaman

Jumat, 13 September 2019

Perspektif Bagaimana Siswa yang Bernilai

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Siswa yang Bernilai


Siapkah anda menjadi siswa yang bernilai? Siapa takut dan siapa yang gak mau sih? semua pelajar (Student) pastinya memiliki keinginan besar menjadi siswa yang bernilai dimata orang lain. Tapi apa saja kriteria pelajar yang berharga itu ? mari kita bahas. Let’s go..

Sob, kalian pada tahu kan bedanya pelajar yang berhasil dan pelajar yang tidak berhasil ?  Nah, dari pelajar yang berhasilah, kita bisa mengatakannya siswa yang bernilai. Karena, dari siswa yang berprestasi di sekolahnya baik akademis maupun non akademis, bisa membuat sekolah yang di tempati menjadi sebuah kepercayaan publik terhadap sekolah tersebut.

Siswa dan siswi yang berada di penjuru negeri ini sudah sepantasnya untuk menjadi siswa yang bernilai. Sob, masa muda jangan dilewatkan begitu saja. Ketertarikan mu dalam suatu hal harus dijadikan sebagai pondasi dalam mengasah bakat yang kalian miliki.

Oh ya sob, ngomong-ngomong kalian tahu tidak ? Bagaimana waktu yang seharusnya kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari? Nih saya kasih tau sob waktu yang pas buat seumuran kalian ? diantaranya :
a.    Mengikuti organisasi
b.    Belajar dengan metode efektif
c.    Mengasah bakat
d.    Mengikuti ekstrakurikuler yang kalian sukai
e.    Istirahat
f.      Mengasah bakat
g.    Hiburan apa saja yang kalian sukai,
h.    Dan kegiatan positif lainnya.
Hidup kita adalah sebuah kesempatan untuk selalu menjadikan diri mu sendiri berguna bagi kehidupan ini.

Sebuah hadist mengatakan “Allah akan mengangkat derajatnya bagi orang-orang yang berilmu“. Kalian ketika belajar di sekolah niat yang pada akhirnya apa sih ? nilaikah atau ilmu yang diperoleh ? yaps, betul kita seharusnya sekolah itu bukan sebagai karena untuk saling berebutan nilai tinggi hanya sekedar ingin dapat juara kelas. Dan yang sangat  menyedihkan, diantara kalian menghalalkan segala cara hanya untuk demikian. Na’udzubillah... Mudah mudahan tidak sampe segitunya ya sob. Hhe

Guys hidup ini seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir yang saling berkesinambungan sampai air tersebut habis tidak ada yang tersisa. Jika sudah demikian, masyarakat di sekitar pasti kebingunan bagaimana bisa mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. Bahkan saking mereka membutuhkannya, air kotor pun yang ada mereka gunakan demi kelangsungan hidupnya. Sama seperti kita selaku siswa yang pekerjaan kita sebagai penuntut ilmu setiap hari.

Kita hanya punya satu pekerjaan, yaitu belajar. That’s Right . Pantaskah kita dimasa yang seharusnya menuntut ilmu melakukan pacaran, hidup mewah, bahkan melakukan yang tidak ada artinya bagi dirimu sendiri ? Coba tanyakan kepada hati nurani mu ? apakah ia mengatakan setuju atau tidak. Sebetulnya, tanpa di jawabpun kalian sudah tau jawaban yang benernya itu seperti apa ? Andaikan kalian bukan hanya sekedar tau aja, harapan negeri ini menginginkan anda semua menjadi generasi penerus yang berbobot, bibit, dan bebetnya. Pelajar tetaplah pelajar, pacaran itu akan membuat anda lalai dengan apa yang semestinya anda lakukan.

Siswa haruslah bisa menjadi penebar ispirasi bagi orang lain yang tidak sekolah, bukan malah menjadi penebar contoh yang jauh dari akhlak yang baik. Dan sekarang, hal tersebut sudah terbalik. Kebanyakan sekarang orang yang tidak sekolah bisa sebagai penebar ispirasi bagi yang lainnya. Buktinya, banyak orang yang tidak sekolah memiliki akhlak yang begitu mulia, dimana mereka terus bekerja keras, disiplin, memiliki hati yang tulus, hingga sebagian diantara mereka berani untuk berbagi kepada sesamanya, walaupun tidak terlalu banyak. Sedangkan, bila bandingkan dengan orang yang mempu untuk berbagi lebih, ini justru lebih mementingkan kehidupannya sendiri dan golongannya. Benarlah pepatah yang di sampaikan, “lebih baik sedikit tapi berkah daripada banyak tidak berguna”.

Seharunya kita malu, melihat orang –orang seusia kita yang harus duduk di bangku sekolah. Justru, menari-nari dan bekerja di jalan hingga bergulat dengan setumpukan sampah demi kelangsungan hidup keluarganya. Dan mereka tidak pernah lelah untuk mengerjakan itu. Keihklasan dan ketulusan hatilah yang membuat mereka berpikir dan bekerja keras. Sob, berpikirlah sebelum bertindak berhati-hatilah sebelum anda menyesal. Oleh karenanya, bukalah hati nurani  agar kou bisa berpikir dan melangkah sesuai dengan apa yang di harapkan bangsa ini, dalam mencetak siswa-siswi generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.

Negara indonesia tidak membutuhkan para generasi bangsa yang sekedar cerdas tanpa tertanam dan tumbuh menjadi pohon yang kuat, karena bukti nya sekarang banyak orang yang “pinter tapi kebelinger”. Maka dengan semakin banyaknya orang seperti itu, indonesia akan memiliki keuangan yang lemah karena diambil oleh para koruptor. Begitu sangat disayangkan kecerdasan otak nya hanya digunakan untuk mencuri uang rakyat.

Dengan masih adanya dunia ini, Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki negeri ini. Maka dari itu, siswa-siswi sekaranglah yang akan memegang kekuasaan pemerintahan kelak masa yang mendatang.  Bila siswa di bimbing dan digembleng serta di imbangi dengan penerapan akhlak yang mulia. Negera indonesia akan jauh lebih baik  dan terbebas dari tindakan korupsi. Karena tadi, mereka sebelumnya di berikan jiwa Kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang kuat. Nah, bilama hal itu sudah tercampur dengan darah muda . Maka kelak, para generasi indonesia bisa patut dibangggakan. Karena mereka bukan hanya cerdas tetapi berakhlak baik. Dengan demikian, InsyaAllah  negeri ini dimana rakyatnya bisa merasakan hidup lebih sejahtera. Aamin.

“ Penulis tegaskan siswa yang bernilai bukanlah siswa yang paling cerdas di kelasnya. Akan tetapi, dia adalah siswa yang bisa menjadikan dirinya berguna bagi kehidupan masyarakat.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara