Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Tahun terus bergannti
Bulan terus berubah
Bulan terus berubah
Hari terus tergantikan
Waktu
terus berjalan
Menit
terus bergerak
Detik
terus berlari
Hukum
alam mengatakan, “Tidak ada satu masalahpun yang tak menghampiri kehidupan yang
berjalan” Dengan hal itu, jelaslah bahwa kehidupan ini akan penuh dengan
lika-liku permasalahan yang ada. Namun, jangan gelisah merana seperti itu.
Tuhan memberikan sebuah cobaan kepada kita diiringi dengan solusinya, kecuali
permasalahan yang tidak ada solusi atas kehendaknya.
Sebuah
permasalahan dapat diatasi lebih cepat apabila diretas secara bersama-sama.
Seperti halnya permasalahan yang terjadi saat ini yang melanda dunia politik
indonesia. Permasalahan sepele dimana
ketua DPR Setya Novanto melakukan pelanggaran kode etik sebagai fungsi kekusaan
legislator. Dia melakukan kerjasama dengan pihak PT. Preefot secara individual. Padahal yang bertanggung
jawab dalam kerja sama dengan PT. Preefot adalah kekuasaan eksekutif. Tentu
saja apa yang dilakukan ketua DPR tidak
sesuai dengan aturan main yang ada. Dia justru melakukan tindakan itu di atas
kekuasaan lain. Inilah alasan dasarnya mengapa disebut pelanggaran hukum yang
menyangkut kode etik.
Ketika
hendak bermain logika yang besar. Kita harus dapat melakukan perlawanan logika
yang kuat juga. Masalah ini dapat dikatakan masalah sepele. Akan tetapi,
permasalahan ini menjadi besar karena tidak adanya ketidakjujuran dan
ketidakmalu nya dari pihak sipelaku. Masalah ini menjadi tontonan masyarakat.
Perdebatan saling serang pun sudah menjadi skenario dalam pemeriksaan. Yang
penulis khawatirkan, para jaksa tidak lagi berlaku adil kepada siapa saja.
Dimana yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Harapan penulis para
penegak hukum harus dapat menegakan hukum seutuhnya. Tidak ada yang namanya,
uang mulai memasuki kantong celana mu, sehingga keputusan mu wahai yang mulia
tidak fair atau tidak adil. Inilah dasar dari kehancuran suatu bangsa. Kita
katakan KORUPSI.
Korupsi
sudah menjadi teman bagi sebagian para penguasan negara ini. Dalam kasus diatas
menyangkut ketua DPR dengan PT. Preefot bisa dikatakan korupsi. Setya Novanto
saya katakan begitu bodohnya, menjual SDA negara ini begitu saja tanpa ada
persetujuan dari pihak yang berkepentingan. Dia melakukan hal itu atas dasar
keinginannya sendiri. Namun, dari pernyataan ketua Dpr itu ketika dalam forum
pemeriksaan dia mangatakan “ Saya melakukan itu untuk kepentingan bersama”.
Disinilah tidak ada mekanisme demokrasi. Meskipun tujuan dia mulia, jika proses
yang diupayakannya salah. Maka itu dapat dikatakan salah. Karena, belum tentu
yang dilakukan sendiri walaupun menyangkut tujuan yang baik dapat berdampak
baik pula. Keputusan bersama itulah yang sepatutnya dilakukan, bukan melakukan
tugas di atas kekuasaan yang lain.
Ditambah
dengan aparat hukum pula tidak jauh dari perbuatan skandal korupsi. Buktinya
ada jaksa yang menerima sogokan uang
dari pelaku, yang pada akhirnya jaksa hakim itu masuk pernjara. Mungkin
sekarang mayoritas para penegak hukumpun tidak lupur melakukan pelanggaran
hukum yang ada berupa menghianati negara, korupsi, penyuapan dan tindak pidana
besar lainnya atau melakukan perbuatan tercela. Maka pantas saja banyak rakyat
mainoritas tidak lagi percaya terhadap pemerintah. Seakan hukum hanya sebuah
aturan yang ada tanpa ada penegakan hukum yang seutuhnya. Dimana hukum bisa
dibeli dengan lembaran kertas. Pertanyaannya dimana keadilannmu wahai yang
mulia ?
Dikutip
dari syair lagu “Mafia Hukum “ dari
Navicula. Hukum di rekayasa dan yang menjadi korbannya adalah rakyat jelata.
Begitu miris kondisi hukum saat ini, dimana hukum sudah mengennal politik uang.
Hal itu menunjuka seakan hukum dapat berjalan jika ada uang. Hidup indonesia harus menuntut banyak uang. Bisa
kita pahami bersama, berdasarkan fakta. Bahwa bagi orang yang memiliki
modal besar bisa membeli hukum. Sehingga
, yang seharusnya dia di penjara. Akan tetapi, dengan adanya uang dia pun tidak
masuk penjara. Kesimpulannya siapa saja yang mempunyai modal tidak akan masuk
bui.

Memang begitu siklusnya jika uang jadi kepentingan di atas tanggung jawab
BalasHapusngeri jugaa yaa
BalasHapus