Halaman

Kamis, 12 September 2019

Perspektif Jujur adalah Rahasia Sukses

Welcome to my blogg. Have nice a day and Always God Bless Us.


Jujur Sama Dengan  Pelajar Sukses



Ketika masa dibagi rapot, pastinya deg-degan, tegang, masuk ga ya ranking 10 besar ? perasaan itu selalu ada menyelimuti kita.  Masuk 10 besar itu sebagian mereka para siswa bukan hanya sekedar memang ingin masuk ke 10 besar, melainkan bila tidak masuk takut kena marah orang tua. Karena, ada seorang anak katakanlah ia sekolah tinkgkat SMA ketika selesai pembagian rapot, ia langsung pulang dengan ekspresi muka yang tidak mengenakan.

Dia pun sampai dirumahnya, dan kebiasaan para orang tua hal yang dikatakan ketika anak sudah menerima naskah daftar nilainya “ Ranking berapa nak ?” pertanyan yang salah sudah menjadi kebiasaan para orang tua. Karena,  hal itu dapat membuat anak kita sendiri tambah tidak dapat percaya diri terhadap kemampuan yang ia miliki. Sehingga, para anak banyak yang mengeluh dan meratapi kesedihan karena tidak masuk ranking. Padahal ia melakukannya dengan giat belajar dan penuh kejujuran dengan taburi rasa keikhlasan dalam mengerjakannya. Mending yang masuk ke 10 besar. Nah pertanyaan sekarang dari mana anda bisa masuk ke 10  besar ? kan nilai saya tinggi daripada orang lain. Terus nilai tinggi tersebut kamu peroleh dengan kejujuran atau ...........? kalian jawab sediri-sendiri ya sob. hhe 

Kenapa para orang tua tidak bertanya “Gimana ulangan kemaren bisa gak ?” “Kamu mengerjakannya jujurkan ?” “Kamu tidak menyontek dan menengok kesana kemari kan ?” pertanyaan ini lah yang jarang diajukan oleh para orang tua terhadap anaknya. Melainkan langsung dengan berdalih masalah ranking. Ingat sob proseslah yang akan membuktikan siapa kita dimasa depan.

Ingat sob ranking tidak dapat menjanjikan kita bisa sukses dimasa depan. Kesuksesan hanya bisa diwujudkan dengan kapasitas yang kita miliki, bukan nilai besar yang tertera di raport. Untuk menjadikan anaknya supaya meraih peringkat ke satu di kelasnya. Sebagian mereka rela melakukan penipuan. Itulah peristiwa yang sering terjadi di negara tercinta ini. Ada beberapa hal kecurangan siswa untuk menjadikan dirinya sebagai juara kelas, diantaranya :

    a.  Menyontek ketika ulangan dengan tujuan mendapatkan nilai yang besar.
    b.  Kerja sama antara siswa pandai, sedangkan orang yang kurang pengetahuannya tidak di      ajak kerjasama, takut salah ketika hendak diminta jawabannya.
    c.  Ada uang tip dari orang tuanya.
    d. Karena gurunya masih satu keluarga dengan siswa, jadi nilainya secara sengaja di            besarkan.
    e.  Dll.
  
Bila mekanisme dalam dunia pendidikan terus terjadi seperti ini. tidak akan salah sikap para koruptorlah sebagai inspirasi mereka. Sebenarnya hati nurani mereka pun mengatakan bahwa menyontek itu salah. Tapi, kenapa kok tetap aja dilakukan ? Mau tau penjalasan nya sob? Ockeh,, let’s go...

Gini nih penjelasannya. Kalian tau remedial ? Jangan ditanya pak ? gua dari sejak SD pun bukan hanya tahu teorinya saja, saya pernah mengalaminya setiap mengikuti ulangan ? Walah... Perbaiki lagi cara belajar mu !!

Yaps,, ketika ada salah satu ulangan yang belum mencapai rata-rata KKM maka sobat akan menerima perintah perbaikan untuk salah satu mata pelajaran tertentu. Ketika harus mengikuti perbaikan atau remedial apa yang kalian rasakan sob ? melihat orang lain santa-santai eh kamu harus mengikuti remedial ? kesel, marah dan malu pak soalnya sebagian mereka berpikir bahwa orang yang mengikuti remedial berarti kurang pengetahuannya, Padahalkan itu memang bener juga pak ? hha... kalau memang bener kenapa kamu malu ? justru yang kamu harus lakukan adalah menggiatkan lagi belajar, dan diantara mereka ada pula yang menikmati remedial tersebut.

Jangan kau takut remedial yang kemudian, kalian mengambil cara yang tidak halal. Mungkin bisa saja kalian merasa enak pada saat itu hasil yang besar dan yang jelas tidak ikut perbaikan, karena menyontek atau lain sebagainya. Akan tetapi, kalian akan merasakan 5 atau 10 tahun kedepan sob. Begitu penting sebuah arti kejujuran, ada yang mengatakan “emas tetap emas”. Artinya ketika kita memiliki sikap bijak dan kepribadian yang mulia dan berharga akan selama seperti emas. Menjadi orang yang mahal dan dibutuhkan oleh semua orang.

Sebagian mereka ada pula yang tergantung hidupnya dengan orang lain. Padahal dia sendirian pun bisa melakukannya. Tapi, mereka tetap berontak kepada hati nuraninya. Kita bisa bayangkan jika kita selalu terselimuti kebohongan setiap hari. Berapa banyak dosa yang sudah kalian buat sob. Jangan mentang-mentang berbohong itu dosa nya kecil. Menyontek sama artinya membohongi kemampuan diri sendiri, dan ketika ulangan bergantung sama orang yang pintar supaya nilainya bagus-bagus. Ingat ! Tuhan menciptakan setiap hamba dengan memiliki kompetensinya masing-masing. 

“Jadilah menjadi dirimu sendiri. Karena orang lain juga bukan dirimu. Ciptakan perubahan agar orang lain ingin menjadi seperti dirimu sendiri.”


1 komentar:

Saya menunggu kritik dan kesan saudara