Welcome to my blogg.
Have nice a day and Always God Bless Us.
Jujur Sama Dengan Pelajar Sukses
Ketika
masa dibagi rapot, pastinya deg-degan, tegang, masuk ga ya ranking 10 besar ?
perasaan itu selalu ada menyelimuti kita.
Masuk 10 besar itu sebagian mereka para siswa bukan hanya sekedar memang
ingin masuk ke 10 besar, melainkan bila tidak masuk takut kena marah orang tua.
Karena, ada seorang anak katakanlah ia sekolah tinkgkat SMA ketika selesai
pembagian rapot, ia langsung pulang dengan ekspresi muka yang tidak mengenakan.
Dia
pun sampai dirumahnya, dan kebiasaan para orang tua hal yang dikatakan ketika
anak sudah menerima naskah daftar nilainya “ Ranking berapa nak ?” pertanyan
yang salah sudah menjadi kebiasaan para orang tua. Karena, hal itu dapat membuat anak kita sendiri
tambah tidak dapat percaya diri terhadap kemampuan yang ia miliki. Sehingga,
para anak banyak yang mengeluh dan meratapi kesedihan karena tidak masuk
ranking. Padahal ia melakukannya dengan giat belajar dan penuh kejujuran dengan
taburi rasa keikhlasan dalam mengerjakannya. Mending yang masuk ke 10 besar.
Nah pertanyaan sekarang dari mana anda bisa masuk ke 10 besar ? kan nilai saya tinggi daripada orang
lain. Terus nilai tinggi tersebut kamu peroleh dengan kejujuran atau
...........? kalian jawab sediri-sendiri ya sob. hhe
Kenapa
para orang tua tidak bertanya “Gimana ulangan kemaren bisa gak ?” “Kamu
mengerjakannya jujurkan ?” “Kamu tidak menyontek dan menengok kesana kemari kan
?” pertanyaan ini lah yang jarang diajukan oleh para orang tua terhadap
anaknya. Melainkan langsung dengan berdalih masalah ranking. Ingat sob
proseslah yang akan membuktikan siapa kita dimasa depan.
Ingat
sob ranking tidak dapat menjanjikan kita bisa sukses dimasa depan. Kesuksesan
hanya bisa diwujudkan dengan kapasitas yang kita miliki, bukan nilai besar yang
tertera di raport. Untuk menjadikan anaknya supaya meraih peringkat ke satu di
kelasnya. Sebagian mereka rela melakukan penipuan. Itulah peristiwa yang sering
terjadi di negara tercinta ini. Ada beberapa hal kecurangan siswa untuk
menjadikan dirinya sebagai juara kelas, diantaranya :
a. Menyontek ketika ulangan dengan tujuan mendapatkan nilai
yang besar.
b. Kerja sama antara siswa pandai, sedangkan orang yang
kurang pengetahuannya tidak di ajak kerjasama, takut salah ketika hendak
diminta jawabannya.
c. Ada uang tip dari orang tuanya.
d. Karena gurunya masih satu keluarga dengan siswa, jadi
nilainya secara sengaja di besarkan.
e. Dll.
Bila
mekanisme dalam dunia pendidikan terus terjadi seperti ini. tidak akan salah
sikap para koruptorlah sebagai inspirasi mereka. Sebenarnya hati nurani mereka
pun mengatakan bahwa menyontek itu salah. Tapi, kenapa kok tetap aja dilakukan
? Mau tau penjalasan nya sob? Ockeh,, let’s go...
Gini
nih penjelasannya. Kalian tau remedial ? Jangan ditanya pak ? gua dari sejak SD
pun bukan hanya tahu teorinya saja, saya pernah mengalaminya setiap mengikuti
ulangan ? Walah... Perbaiki lagi cara belajar mu !!
Yaps,,
ketika ada salah satu ulangan yang belum mencapai rata-rata KKM maka sobat akan
menerima perintah perbaikan untuk salah satu mata pelajaran tertentu. Ketika
harus mengikuti perbaikan atau remedial apa yang kalian rasakan sob ? melihat
orang lain santa-santai eh kamu harus mengikuti remedial ? kesel, marah dan
malu pak soalnya sebagian mereka berpikir bahwa orang yang mengikuti remedial
berarti kurang pengetahuannya, Padahalkan itu memang bener juga pak ? hha...
kalau memang bener kenapa kamu malu ? justru yang kamu harus lakukan adalah
menggiatkan lagi belajar, dan diantara mereka ada pula yang menikmati remedial
tersebut.
Jangan kau takut remedial yang kemudian,
kalian mengambil cara yang tidak halal. Mungkin bisa saja kalian merasa enak
pada saat itu hasil yang besar dan yang jelas tidak ikut perbaikan, karena
menyontek atau lain sebagainya. Akan tetapi, kalian akan merasakan 5 atau 10
tahun kedepan sob. Begitu penting sebuah arti kejujuran, ada yang mengatakan
“emas tetap emas”. Artinya ketika kita memiliki sikap bijak dan kepribadian
yang mulia dan berharga akan selama seperti emas. Menjadi orang yang mahal dan
dibutuhkan oleh semua orang.
Sebagian
mereka ada pula yang tergantung hidupnya dengan orang lain. Padahal dia
sendirian pun bisa melakukannya. Tapi, mereka tetap berontak kepada hati
nuraninya. Kita bisa bayangkan jika kita selalu terselimuti kebohongan setiap
hari. Berapa banyak dosa yang sudah kalian buat sob. Jangan mentang-mentang
berbohong itu dosa nya kecil. Menyontek sama artinya membohongi kemampuan diri
sendiri, dan ketika ulangan bergantung sama orang yang pintar supaya nilainya
bagus-bagus. Ingat ! Tuhan menciptakan setiap hamba dengan memiliki
kompetensinya masing-masing.
“Jadilah
menjadi dirimu sendiri. Karena orang lain juga bukan dirimu. Ciptakan perubahan
agar orang lain ingin menjadi seperti dirimu sendiri.”

👍
BalasHapus