Dalam syair lagu “tamba
ati” diduga karya sunan ampel yang
dipopulerkan emha ainun nadjib (cak nun) dan opick, antara lain ada syair yang
berbunyi “ kaping telu, wong kang sholeh kumpulana“ (yang ketiga orang sholeh kumpulilah).
Pandangan ini terjadi amat penting dalam konteks pergaulan, karena mengharap
imbas atau dampak positif darinya.
Secara
keseluruhan teks syair lagu “tamba ati” berbahasa jawa tersebut, yakni :
“Tamba
ati iku ana limang perkara,
Kaping
pisan, maca Qur’an sakmaknane,
Kaping
pidho, shalat wengi lakonana,
Kaping
telu, wongkang sholeh kumpulana,
Kaping
papat, wetengira ingkang luwe,’
Kaping
lima, dzikir wengi ingkang suwe,
Salah
sawijine sapa bisa ngelakoni,
Insyaallah
Gusti pangeran ngibahahi.”
Betapa dahsyatnya isi kandungan lagu ‘tamba ati’
atau ‘obat hati’ itu, sebab mengarah pada ketaqwaan kepada allah Swt. Kelima
pandangana tersebut, secara tidak langsung maupun langsung meupakan sebgai
jalan untuk mendekatkan diri kepada allah (taqarrub ilallah), jika dilaksanakan
secara istiqomah, yakni;
Pertama, kaping pisan maca Qur’an sakmaknane ;ini
merupakan amalan yang tinggi nilainya disisi allh Swt,sebab al-qur’an adalh
firman-Nya yang mulia,yang merupakan petunjuk dan tuntutan bagi orang-orang ynag
beriman. Adalah merupakan sesuatu yang asing, misalnya, jika di rumah kaum
muslimin tidak tersimpan mushaf Al-Qur’an! Toh seandainya pun ada, mushaf
tersebut hanya tersimpan di atas lemari saja, hanya menjadi pajangan saja dan
tak pernah di baca! Jika seseorang membiasakan membaca al-Qur’an every day
secara istiqomah, ia identik dengan dzikir yang tertinggi; adakah bacaan yang
lebih mulia ketimbang al-qu’ranul karim?????
Kedua, kaping pidho shalat wengi lakonana. Shalat
malam termasuk di dalamnya shalat tahajud merupakan amalan yang seolah-olah tak
pernah di tinggalkan oleh rosulullah saw; ia hanya sekali-dua kali saja tidak
melakukan lantaran sakit. Shalat malam identik dengan ‘shalat wajib’ bagi
rosulullah saw,sehingga ia menjadi contoh yang baik bagi kaum muslimin untuk
meraih ‘maqomatul mahmudah’ (posisi yang terpuji di sisi allah). Dalam
keheningan malam, terutama pada seprtiga malam yang terakhir, shalat kaum
muslimin tentunya makin banyak khusyuk; lebih-lebih Allah telah berjanji akan
mengabulkan semua permohonan hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.
Ketiga, Kaping telu wongkang sholeh kumpulana.
Terkait usaha untuk mendekatkan diri seseorang, ada juga jalan dengan mendekatkan
diri dengan orang sholeh; yakni diantara hamba-hamba-Nya yang telah
makrifat(mengenal kepada-Nya). Dalam perspaktif thariqat (tasawuf),orang yang
mendekatkan diri kepada Allah melalui bimbingan sang mursyisd (Guru), memang
sangat efektif! Tentu, bagaimana pun juga semuanya tetap berpulang pada
kesungguhan si salik(penempuh jalan kepada allah). Sebab,ketika si salik
(murid) berhadapan atau besilaturahmi kepada sang guru, biasanya ada saja
sentilan yang mengarah pada peningkatan wilayah spiritual. Jadi, hal itu
terserah kepada si murid; apakah ia mau meningkat diri dengan ber-tawajuh,
be-munajat,ber-taqarrub ialallah!!
Keempat, kaping papat wetengira ingkan luwe. Jika
seseorang ingin mendekatkan diri kepada allah,tentu, salah satu persyaratan
harus dilakukan adalah latihan menahan diri dari rasa lapar sedikit demi
sedikit. Atau seseorang bisa melakukan puasa sunnah, seprti puasa seni-kamis,
puasa nabi daud, puasa syawal , dan sebgainya. Semua itu ‘harus’ ditunjukan
kepada Allah, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada-Nya! Sebab, adakalanya
seseorangf melakukan riyadhah seperti itu justru untuk tujuan yang kurang
islami; seperti untuk kesaktian atau untuk keduniaan! Semua itu tidak dibenaran
dalam pandangan islam, sebab yang akan datang membantunya adalah dari kalangan
jin kafir! Itulah sebabnya , dalm spiritual harus menata niat ssecara murni dan
benar, tidak dengan menyalahi aqidah dan tauhid!
Kelima, kaping lima dzikir wengi ingkang suwe.
Seorang pecinta harus mengingatt kepada
yang di cintainya. Jika allah yang dicinttai dan dituju, maka Dia-lah yang
harus diingat dlam kehidupannya, baik siang atau pun malam, pagi atau petang.
Dan salah satu jalan yang paling efektif untuk menggapi-Nya, yakni dengan
membaca dzikir-wirid. Dalm perspektif (tasawuf) proses ritual mereka di sebut
dengan suluk; yaknio mengamalkan suatu amalan dzikir-wirid dari sang Guru untuk
mendekatkan diri kepada-Nya. Jika para nabi/rosul senantiasa mengingat
Allh-baik ketika jaga maupun tidur-tetapi para salik berusaha secara istiqomah
untuk mengingat-Nya.
Itulah
makna yang terkandung dalam syair lagu tamba ati semoda bisa bermanfaat bagi
kalian semua …
Penulis
: chefi abdul latif
Sumber : buku rahasia
sukses mencari teman (wawan susetya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara