Halaman

Selasa, 08 Desember 2015

MAKNA pelajaran DARI LAGU TAMBA ATI






Dalam syair lagu “tamba ati”  diduga karya sunan ampel yang dipopulerkan emha ainun nadjib (cak nun) dan opick, antara lain ada syair yang berbunyi “ kaping telu, wong kang sholeh kumpulana“ (yang ketiga orang sholeh kumpulilah). Pandangan ini terjadi amat penting dalam konteks pergaulan, karena mengharap imbas atau dampak positif darinya.
Secara keseluruhan teks syair lagu “tamba ati” berbahasa jawa tersebut, yakni :

            “Tamba ati iku ana limang perkara,
            Kaping pisan, maca Qur’an sakmaknane,
            Kaping pidho, shalat wengi lakonana,
            Kaping telu, wongkang sholeh kumpulana,
            Kaping papat, wetengira ingkang luwe,’
            Kaping lima, dzikir wengi ingkang suwe,
            Salah sawijine sapa bisa ngelakoni,
            Insyaallah Gusti pangeran ngibahahi.”

Betapa dahsyatnya isi kandungan lagu ‘tamba ati’ atau ‘obat hati’ itu, sebab mengarah pada ketaqwaan kepada allah Swt. Kelima pandangana tersebut, secara tidak langsung maupun langsung meupakan sebgai jalan untuk mendekatkan diri kepada allah (taqarrub ilallah), jika dilaksanakan secara istiqomah, yakni;

Pertama, kaping pisan maca Qur’an sakmaknane ;ini merupakan amalan yang tinggi nilainya disisi allh Swt,sebab al-qur’an adalh firman-Nya yang mulia,yang merupakan petunjuk dan tuntutan bagi orang-orang ynag beriman. Adalah merupakan sesuatu yang asing, misalnya, jika di rumah kaum muslimin tidak tersimpan mushaf Al-Qur’an! Toh seandainya pun ada, mushaf tersebut hanya tersimpan di atas lemari saja, hanya menjadi pajangan saja dan tak pernah di baca! Jika seseorang membiasakan membaca al-Qur’an every day secara istiqomah, ia identik dengan dzikir yang tertinggi; adakah bacaan yang lebih mulia ketimbang al-qu’ranul karim?????

Kedua, kaping pidho shalat wengi lakonana. Shalat malam termasuk di dalamnya shalat tahajud merupakan amalan yang seolah-olah tak pernah di tinggalkan oleh rosulullah saw; ia hanya sekali-dua kali saja tidak melakukan lantaran sakit. Shalat malam identik dengan ‘shalat wajib’ bagi rosulullah saw,sehingga ia menjadi contoh yang baik bagi kaum muslimin untuk meraih ‘maqomatul mahmudah’ (posisi yang terpuji di sisi allah). Dalam keheningan malam, terutama pada seprtiga malam yang terakhir, shalat kaum muslimin tentunya makin banyak khusyuk; lebih-lebih Allah telah berjanji akan mengabulkan semua permohonan hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.

Ketiga, Kaping telu wongkang sholeh kumpulana. Terkait usaha untuk mendekatkan diri seseorang, ada juga jalan dengan mendekatkan diri dengan orang sholeh; yakni diantara hamba-hamba-Nya yang telah makrifat(mengenal kepada-Nya). Dalam perspaktif thariqat (tasawuf),orang yang mendekatkan diri kepada Allah melalui bimbingan sang mursyisd (Guru), memang sangat efektif! Tentu, bagaimana pun juga semuanya tetap berpulang pada kesungguhan si salik(penempuh jalan kepada allah). Sebab,ketika si salik (murid) berhadapan atau besilaturahmi kepada sang guru, biasanya ada saja sentilan yang mengarah pada peningkatan wilayah spiritual. Jadi, hal itu terserah kepada si murid; apakah ia mau meningkat diri dengan ber-tawajuh, be-munajat,ber-taqarrub ialallah!!

Keempat, kaping papat wetengira ingkan luwe. Jika seseorang ingin mendekatkan diri kepada allah,tentu, salah satu persyaratan harus dilakukan adalah latihan menahan diri dari rasa lapar sedikit demi sedikit. Atau seseorang bisa melakukan puasa sunnah, seprti puasa seni-kamis, puasa nabi daud, puasa syawal , dan sebgainya. Semua itu ‘harus’ ditunjukan kepada Allah, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada-Nya! Sebab, adakalanya seseorangf melakukan riyadhah seperti itu justru untuk tujuan yang kurang islami; seperti untuk kesaktian atau untuk keduniaan! Semua itu tidak dibenaran dalam pandangan islam, sebab yang akan datang membantunya adalah dari kalangan jin kafir! Itulah sebabnya , dalm spiritual harus menata niat ssecara murni dan benar, tidak dengan menyalahi aqidah dan tauhid!

Kelima, kaping lima dzikir wengi ingkang suwe. Seorang pecinta harus mengingatt  kepada yang di cintainya. Jika allah yang dicinttai dan dituju, maka Dia-lah yang harus diingat dlam kehidupannya, baik siang atau pun malam, pagi atau petang. Dan salah satu jalan yang paling efektif untuk menggapi-Nya, yakni dengan membaca dzikir-wirid. Dalm perspektif (tasawuf) proses ritual mereka di sebut dengan suluk; yaknio mengamalkan suatu amalan dzikir-wirid dari sang Guru untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jika para nabi/rosul senantiasa mengingat Allh-baik ketika jaga maupun tidur-tetapi para salik berusaha secara istiqomah untuk mengingat-Nya. 
Itulah makna yang terkandung dalam syair lagu tamba ati semoda bisa bermanfaat bagi kalian semua …

Penulis : chefi abdul latif                                                 
Sumber : buku rahasia sukses mencari teman (wawan susetya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara