UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT DBD
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan laju
penularan penykit DBD di masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, pengendalian
kepadatan populasi vector DBD mendapat perhaatian yang besar.
Cara yang
paling efektif dalam pengendalian populasi larva dan vector DBD adalah dengan
penatalaksanaan lingkukngan, yang selama ini dikenal dengann gerakan
pemberantasan sarang nyamuk (GERTAK
PSN), di harapkan akan mengurangi kepadatan populasi larva dan vector
DBD, yang secara langsung akan mengurangi kontak antara vector DBD dan manusia.
Upaya
penatalaksaan lingkungan antara lain dapat di tempuh dengan perbaikan suplai
dan penyimpanan air, pengelolaan sampah padat serta modifikasi habitat larva
nyamuk yang dibuat manusia.
Upaya perbaikan
suplai dan penyimpanan air.
Upaya yang dapat ditempuh untuk menekan kepadatan
populasi vector DBD di daerah perkotaan
adalah dengan memperbaiki suplai air rumah tangga (domestik) air bersih.
Namun, pengiriman air bersih dan sehat domestic saja seperti yang dilakukan
oleh PDAM misalnya, tidak memadai untuk mencapai tujuan ini.
Sebagai contoh,
setelah air besih disaluran melalui pipa ke banyak rumah tangga di satu
kotamadya di Thailand ,WHO mencatat masyarakat masih menampung kira-kira
delapan gentong air bersih di setiap rumah. Karena itu, penutupan wadah-wadah
tersebut juga mesti mendapat perhatian masyarakat.
Semestinya,
wadah-wadah penampunan air bersih di rumah tangga, di rancang untuk mencegah
vector DBD berkembang biak. Malaysia dapat menjadi contoh yang baik akan upaya
ini. Di serak (Malaysia),wadah penyimpanan wadah air minum di buat dari
politilen densitas tinggi yang memiliki layar dari bahan serat kaca pada lubang
yang memungkinkan air hujan dapat tertampung, tetapi mencegah nyamuk dewasa
dapat kelur-masuk untuk berkembang biak.
Disini
terihat jelas bahwa teknologi tepat guna akan sangat bermanfaat dalam
mengurangi kepadatan vector DBD di masayarakat. Karena itu, pemarintah dan
masayarakat perlu terus mengupayakan lahirnya teknologi seperti ini.
A. Pengelolaan
sampah padat.
Prinsip pengelolaan sampah yang
baik oleh masyarakat memenuhi criteria 3 R, yaitu:
1.
Reduce
(mengurangi kepadatan sampah)
2.
Re-use(memakai
kembali barang bekas)
3. Recycle(mendaur
ulang sampah)
© Upaya mengurangi
volume kepadatan sampah
Pada awal 2007, kota bandung mengalami
Sesutu masalah terkait dengan buruknya system pengelolaan sampah. Pemandangan
kota kembang yang indah ini sempat tercemar oleh fenomena penumpukan sampah
yang banyak di sudut kota. Beragam persoalan punbermunculan sebagai infliksai
dari fenomena tersebut, utamanya sector kesehatan dan pariwisata.
Pengelolaan sampah yang buruk potensional
menimbulkan masalah kesehatan, terutama dengan masalah yang berhubungan dengan
penyakit-penyakit infeksi, misalnya penyakit diare,disentris, bahkan penyakit
DBD. Dan tidaklah adil rasanya, jika persoalan sampah ini semat-mata di bebanka
kepada pemerintah atau dinas kebersihan. Masyarakat pun dapat berpartisipasi
aktif dalam mengurangi volume dan kepadatan sampah, muli dari lingkungan rumah
tangga.
© Pembentukan
kompos rumah tangga.
Pengelolaan
sampah yang baik, sesungguhnya bisa di lakukan dengan memilah-milah sampah.
Secara umum, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah
organik ini persentasenya dapat mencapai kurang lebih 80% sehingga teknik
pengomposan dapat menjadi alternatif yang tepat untuk mengurangi volume dan
kepadatan sampah.
Pengomposan merupakan penguraian dan
pemantapan bahan-bahan organik secara biologis dalam temperatur tinggi, dengan
hasil akhir berupa bahan yang cukup baik untuk di aplikasikan ke tanah.
Pengomposan dapat dilakukan secara bersih dan tanpa di menghasilkan kegaduhan
di dalam maupun di lusr ruangan.
Bahan baku pengomposan adalah semua materian
organik yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan peliharaan,
sampah yang banyak berasal dari tanaman di sekitar pekarangan rumah, ataupun
sampah sayur-mayur sisa olaha.
Teknologi pengomposan sampah sangat
beragam, baik secara aerobik, dengan satu tanpa bahan tambahan. Bahan tambahan
yang biasa digunakan aktivator kompos, seperti green phoskko organik decomposer
dan SUPERFARM atau menggunakan cacing untuk mendapatkan kompos.
Keunggulan dari proses pengomposan
antaralain teknologinya yang sederhana, biaya penangan yang relatif murah,
serta dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak.
Pengomposan secara aerobik paling banyak
yang digunakan, karena mudah dan murah untuk di lakukan, serta tidak
membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh
mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Adapun
pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan
udara dalam mengurai bahan organik.
Adapula keutungan yang akan diperoleh
masyarakat dengan upaya pengomposan ini, antara lain terpeliharanya kebersihan
dan keindahan lingkungan, serta keuntungan ekonomis jika pembuatan pupuk kompos
ini bisa dilakukan dalam skala yang besar. Bukankah belakangan ini pemerintah
tengah berupaya mengurangi pemakaian atau komsumsi pupuk kimia?? Pupk kompos
tentu menjadi alternatif solusi yang tepat.
© Upaya memakai
ulang sampah
Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita
jumpai kebiasaan masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Misalnya saja
penggunaan kantong pembukus berbahan plastik ketika membeli barang-barang atau
kebutuhan rumah tangga, termasuk barang yang dikemas kering. Hah ini juga tifak
terlepas dari kodisi belum banyak tersedia pembukus berbahan kertas di
mayoritas toko kelontong atau pusat-pusat pembelanjaan di indonesia.
Kantong plastik memang relatif lebih murah
dan praktis, tetapi bahan pembukus ini tidak dapat di uraikan secara alamiah.
Akibatnya, sampah berbahan plastik ini berpotensi menumpuk lama, dan dapat
menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk sebgai vektor DBD.
Dampak negatif dari kondisi di atas, dapat
kita minimalisasi dengan memakai ulang
kantong-kantong plastik yang kita peroleh saat berbelanja barang-barang atau
kebutuhan rumah tangga yang dikemas kering. Dengan demikian, dengan sendirinya
volume sampah kering akan berkurang.
© Upaya mendaur
ulang sampah
Kegiatan mendaur
ulang sampah dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah padat yang baik,
selain juga memiliki nilai ekonomis yang sangat menjanjikan. Saat ini, di
daerah-daerah di indonesia banyk di jumpai industri rumah tangga yang bergerak
di sektor usaha daur ulang. Keuntungan yang mereka peroleh mulai dari ratusan
ribu perbulan, bahkan hingg jutaan rupiah. Sebagian produk hasil daur ulang ini
bahkan bisa menembus pasar mancanegara.
Teknik dan
peralatan yang relatif sederhana memungkinkan setiap orang untuk menekuni
bidang usaha daur ulang ini. Sektor yang tidak sedikit menyerap tenaga kerja
ini, perlu mendapatkan pembinaan dan dukungna dana dari pemerintah. Pembinaan
ini terutama dalam bentuk pendampingan pemasaran produk hingga memperluas
pangsa pasar. Masyarakat luas pun akan memperoleh manfaat tidak lansung melalui
pengelolaan sampah padat dengan teknik ini, berupa lingkungan yang bersih dan
sehat.
Semoga apa yang
saya sampaikan dengan melalui artikel ini sobaatt semua dapat mengetahui
bagaimana caranya agar terhindar dari bahaya DBD ini...:)
Penulis : chefi abdul latif
Sumber
: buku kesehatan
May God Bless You
May God Bless You

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara