Halaman

Rabu, 09 Desember 2015

Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam


1.      Seni bangunan      

Seni dan arsitektur bangunan islam di Indonesia sangat unik , menarik dan akulturatif. Seni bangunan yang menonjol di zaman perkembangan islam ini terutama mesjid dan menaranya serta makam.


a.       Mesjid dan menara

Di jaman perkembangan islam ,Nampak ada perpaduan antara unsur islam dengan kebundayaan praislam yang telah ada.

Seni bangunan islam yang menonjol adalah mesjid . fungsi utama dari mesjid adalah beribadah bagi umat islam.

Bangunan mesjid kuno di Indonesia memiliki cirri-ciri senagai berikut :



Ø  Atap berupa atap tumpang , yaitu atap yang tersusun semakin keatas semakin kecil dan tingkat paling atas berbentuk limas, bagian puncak/kemuncak biasanya di sebut mustaka. Jumlah tumpang biasanya selalu ganjil.

Ø  Tak ada menara yang berfungsi sebagai tempat mengumandangkan adzan. Pada mesjid kuno di Indonesia untuk menandai datangnya shalat dengan menggunakan bedhug dab kentongan.

Ø  Mesjid umumnya didirikan di ibukota atau dekat istana kerjaan, adapula didirikan di dekat makam.

b.      Makam

Bangunan makam muncul saat perkembangan islam pada periode perkembangan kerajaan islam. Jika yang meninggal orang terhormat wali atau raja, bangunan makamnya nampak begitu megah bahkan ada bangunan rumah yang di sebut cungkup.

Kemudian letak makam orang-orang yang di anggaps suci biasanya berada di dekat mesjid di daratan rendah dan adapula di daratan tinggi.

2.      Seni ukiran

Pada masa perkembangan islam di jaman madya berkembang ajaran bahwa seni ukir,patung dan melukis mehkluk hidup, apalagi menusia secara nyata, tidak di perbolehkan. Di Indonesia sendiri ajaran tersebut di taati. Hal ini menyebabkan seni patung di Indonesia pada jaman madya kurang berkembang.



Walaupun ajaran tadi tidak di perbolehkan , akan tetapi seni pahat dan seni ukir terus berkembang. Para seniman mengembangkan seni hias dan seni ukir dengan motif daun-daunan dan bunga-bungaan seperti yang telah di kembangkan sebelumnya. Kemudian di tambah dengan motif keligrafi. Banyak sekali banguna-bangunan islam yang di hiasi dengan berbagai motif ukiran-ukiran.



3.      Aksara dan seni sastra

Tersebarnya islam di Indonesia membawa pengaruh dalam bidang aksara atau tulisan. Huruf arab sebagai abjad mulai di gunakan di Indonesia.kan arab di gunakan di bidang seni ukir . berakaitan dengan itu berkembang seni kaligrafi.



a.       Hikayat adalah krya sastra yang berisi cerita sejarah ataupun dongeng. Dalam hikayat banyak di tulis berbagai peristiwa yang menarik, keajaiban atau hl-hal yang tidak masuk akal.

b.      Babad mirip dengan hikayat. Sejarah yang isinya tidak terlalu berdasarkan fakta. Jadi, isinya campuran antara fakta sejarah, mitos dan kepercayaan.

c.       Syair berasal dari perkataan untuk menamakan karya sastra berupa sajak-sajak yang terdiri atas empat (4) baris setiap baitnya.

d.      Suluk merupakan karya sastra yang berupa kitab-kitab dan isinya menjelaskan soal-soal tasawufnya. Contohnya yaitu suluk sukarsa,suluk wujil, dan suluk sumirang.

4.      Kesenian

Islam menghasilkan kesenian bernapas islam yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran islam.

a.       Permainan debus , yaitu tarian yang pada puncak acara para penari memasukan benda tajam ketubuhnya tanpa meinggalkan luka . tarian ini di awali dengan pembacaan ayat-ayat al-qur’an dan shalawat nabi.

b.      Sendati , sebuah bentuk tarian dari aceh. Sendati berasal dari perkataan syaidati yang artinya permainan orang-orang besar-besar. Sendati sering di sebut delapan , alasanya karena tarian ini di maiankan oleh delapan orang penari. Para pemain menyanyikan lagu  yang isinya antara lain sholawat nabi.

c.       Wayang

Di sini yang berkembang seni wayang golek.

5.      Kalender

  Perhitungan tahun yang di pakai berdasarkan peradaran bulan (komariyah).  
       Peta perkembangan budaya islam :








Penulis : Chefi Abdul Latif
Sumber : Buku Sejarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara