Halaman

Kamis, 10 Desember 2015

PENGERTIAN,BIDANG KEGIATAN, DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI



A.    PENGERTIAN AKUNTANSI

Di pandang dari sudut kegiatannya, secara umum akuntansi dapat diartikan sebagai rangkaian kegitan pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan pelaporan transaksi keuangan yang dilakukan suatu unit usaha, agar pihak-pihak yang berkempentingan terhadap perkembangan unit usaha yang bersangkutan dapat membuat pertimbangan-pertimbangan dan mengambil keputusan ekonomi sesuai dengan kepentingannya.
Dipandang dati sudut pihak pemakai informasi akuntansi, pengertian akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang diperlukan dalam pembuatan perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputuasan. Bagi pihak manajemen (pimpinan) perusahaan, selain untuk kepentingan tersebut juga sebgai pertanggungjawaban kepada para investor, kreditor,instansi pemerintah, dan pihak lainnya.
Pengetian-pengertian akuntansi tersebut diatas berimplikasi sebagai berikut.
Ø  Akuntansi diterapkan dalam suatu unit usaha (entitas) yang berdiri sendiri, memiliki hartadan kewajiban pemiliknya maupun unit usaha lainnya.
Ø  Sasaran (objek) kegiatan akuntansi adalah transaksi keuangan yaitu kejadain atau peristiwa yang pengaruhnya dapat diukur dengan nilai uang.
Ø  Tujuan kegiatan akuntansi, menyediakan informasi ekonomi menyangkut keuangan perusahaan untuk dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Ø  Hasil proses akuntansimenyangkut kepentingan berbagai pihak, baik pihak intern (manajemen) maupun pihak ekstern (pemilik unit usaha, penanam modal/calon, pemerintah, karyawan, dan pihka lainnya). Oleh karena itu, proses akuntansi dalam pelaksanannya harus berpegang pada prinsip-prinsip yang lazim, mengacu pada standar akuntansi yang berlaku umum, sehingga semua pihak yang berkepentingan mempunyai persepsi yang sama atas hasilnya.
Ø  Fungsi akuntansi sebagai aktivitas jasa penyediaan data keuangan unit usaha untuk pihak yang berkepentingan, dalam proses pelaksanannya diperlukan penerapan suatu sistem pencatatan dan penyajian laporan , serta didukung dengan prosedur transaksi yang menjamin bisa menghasilkan data keuangan yang dapat dipercaya (andal).

B.    KEGIATAN AKUNTANSI
 
Kegitan akuntansi dalam suatu periode dan berulang pada periode-periode selanjutnya, dikenal dengan sebutan siklus akuntansi meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut.
1.    Pencatatan data transaksi (recording) dalam buku jurnal (journal).
2.    Penggolonga data transaksi (classification) dan buku besar (ladger).
3.    Pengikhtisaran data transaksi (summarizing), merupakan kegiatan pengolahan data buku besar hingga tersedia data yang dapat disusun dalam bentuk laporan keuangan.
4.    Penyusunan laporan (reporting), merupakan kegiatan penyusunan laporan keuanngan berdasarkan hasil pengolahan data buku besar dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan dalam Standara Akuntansi Keuangan (SAK) yang belaku umum.

C.   BIDANG-BIDANG AKUNTANSI.

Spesialis bidang akuntansi berkembang sejalan dengan  perkembangan dunia usaha. Perkembangan itu mengakibatkan maslah-masalah yang dihadapi manajemen (pimpinan) unit usaha semakin kompleks. Bidang-bidang akuntansi antara lain sebagai berikut.
1.    Akuntansi keuangan

Akuntansi keuangan (financial accounting) disebut juga akuntansi umum (general accounting). Bidang kegiatan akuntansi keuangan berhubungan dengan trnasaksi keuangan khusus yang mnyangkut aktiva, kewajiban dan ekuits perusahaan. Tujuan kegiatannya ialah menyediakan ikhtisar data transaksi keuangan yang dilakukan dalam suatu periode tertentu, dan disusun dalam bentuk laporan keuangan (financial statement).

2.    Akuntansi biaya

Akuntansi biaya (cost accounting) adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan transaksi keuangan khusus  yang menyangkut biaya. Dalam pengertian sempit, kegiatan akuntansi biaya berhubugan dengna transaksi keuangan khusus yang menyangkut biaya pengelohan bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Tujuan kegiatannya ialah menyediakan laporan biaya produksi untuk memenuhi kepentingan intern perusahaan.

3.    Akuntansi manajemen

Bidang kegiatan akuntansi manajemen (management accouting) berhubungan dengan pengumpulan  dan pengolahan data biaya. Khususnya data biaya yang relevan dengan  keputusan yang akan diambil manajemen, baik da;lam operasi sehari-hari maupun untuk keputusan ynag khusus. Misalnya keputusan untuk mengganti bahan baku, memproduksi produk baru, dan menghentikan atau menghlangkan suatu departemen tertentu. Tujuan kegiatan akuntansi manajemen yaitu membantu manajemen baik tingkat atas mapaun tingkat menengah. Misalnya, membantu menajer penjualan dalam penetapan harga jual produk baru.

4.    Akuntansi perpajakan

Bidang kegiatan akuntansi  perpajakan 9tax accounting) berhubungan dengan penerapan peraturan perpajakan. Tujuan kegiatan akuntansi perpajakan ialah membantu menejemen dalam memebuhi peraturan perpajakan yang berlaku sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan, dan membentuk pilihan transaksi  yang menguntungkan dalam kaitan dengan penerapan peraturan perpajakan.

5.    Akuntansi  anggaran

Bidang akuntansi anggaran berhubungan dengan pengumpulan data masa lalu yang diinformasikan dalam laporan akuntansi. Tujuan kegiatan akuntansi anggaran ialah menetapkan rencana (anggaran) untuk  mencapai suatu sasaran, misalnya sasaran penjualan dan laba. Anggaran yang telah ditetapkan, disamping sebagai pedoman atau acuan juga sebagai alat pengawasan dalam pelaksanaanya. Perbedaan antara anggaran dengan pelaksanannya merupakan penyimpangan.

6.    Akuntansi pemeriksaan

Bidang kegiatan akuntansi  pemeriksaan (auditing) berhubungan dengan aktivitas jasa pemeriksaan akuntansi untuk memenuhi kepentingan pihak-pihak yang memerlukan. Pemeriksaan dilakukan terhadap laporan keuangan secara independent, yaitu tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak mana pun. Tujuan kegitan akuntansi pemeriksaan ialah menguji atau menilai tingkat kelayakan laporan keuangan.

D.   KEGUNAAN AKUNTANSI

Bidang kegiatan, data transaksi keuangan diproses sehingga dihasilkan laporan keuangan yang siap di gunakan sebagai dasar pembuatan keputusan. Semakin rumit masalah-masalah yang timbul dalam organisasi, mengakibatkan para pengambil keputusan semakin bergantung pada data akuntansi, sehingga akuntansi merupkan suatu sistem informasi yang sangat diperlukan dewasa ini. Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak baik intern maupun ekstern perusahaan. Informasi akuntansi digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar pembuatan keputusan ekonomi sesuai kepentingannya. Pihak yang berkpentingan terhadap informasi akuntansi antara lain sebagai berikut.

1.    Manajemen (pimpinan) perusahaan, menggunakan informasi akuntansi sebagai  alat penilaian pelaksanaan rencana operasi dan untuk penyusunan rencana operasi di masa datang. Selain itu, informasi akuntansi dalam betuk laoran keuangan,  digunakan juga sebagai  bukti pertanggungjawaban organisasi kepada pihak lain yang terkait seperti para investor, kreditor, dan pihka lainnya.
2.    Para invvestor sebagai penanam modal dala perusahaan, menggunakan informasi akuntansi  sebagi alat untuk menilai apakah investasinya menguntungkan atau tidak sehingga dapat diambil keputusan investasi ditarik atau dilanjutkan.
3.    Para kreditor sebagai pihak pemberi pinjaman kepada perusahaan, menggunakan informasi akuntansi sebagai alat untuk menilai apakah perusahaan yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman pada saata jatuh tempo pembayaran, dan apakah pinjaman yang diberikan cukup terjamin atau tidak.
4.    Instansi pemerintah menggunakan informasi  akuntansi untuk kepentingan yang terkait dengan bidang tugasnya. Misalnya: Dinas perindustrian dan perdagangan untuk kepentingan pengumpulkan data statistik, kantor pelayanan pajak untuk penentuan besarnya pajak perusahaan yang terutang, Badan pengembangan pasar Modal (Bapepam), untuk kepentingan pengawasan keuangan perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal.

E.    PRINSIP AKUNTANSI

Informasi akuntansi dihashilkan dari suatu proses akuntansi untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak. Informasi akuntansi disediakan bukan hanya untuk memenuhi kepentingan pihak tertentu. Artinya, informasi akuntansi itu harus mempunyai persepsi atau pandangan yang sama terhadap informasi akuntansi. Oleh karena itu, proses akuntansi harus dilaksanakan dengan berpegang pada prinsip-prinsip atau konsep dasar yang lazim dan berlaku secara umum. Beberapa prinsip akuntansi yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan proses akuntansi  antara lain sebagai berikut.

1.    Kesatuan akuntansi
Konsep dasar yang menganggap bahwa akuntansi diterapkan dalam suatu kesatuan usaha (entitas) yang berdiri sendiri, memiliki harta (aktiva) dan kewajiban yang terpisah baik dari harta dan kewajiban pemilik unit usaha maupun dari harta dan kewajiban unit usaha lain sehingga memliki tanggungjawab keuangan sendiri.
2.    Kesinanmbungan
Prinsip yang menganggap bahwa akuntansi  diterapkan dalam suatu unit usaha yang didirikan jangka waktu yang tidak terbatas, paling tidak dalam kondisi usaha normal tidak ada maksud untuk membubarkan unit usaha. Prinsip ini memungkinkan jangka waktu selama berdirinya unit usaha dibagi menjadi periode-periode akuntansi sehingga pertanggungjawaban keuangan unit usaha dapat dibuat secara periodik.
3.    Harga petukaran
Prinsip ini mengharuskan transaksi dicatat sebesar harga pertukaran, yaitu jumlah yang harus dibayar atau diterima yang disepakati pihak-pihak terkait pada saat terjadi transaksi. Prinsip harag pertukaran menganggap bahwa haraga pertukaran merupaka harga objektif, ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak yang terkait dengan transaksi dan didukung oleh dokumen transaksi.
4.    Prinsip pengakuan penghasilan dan beban
Laba rugi unit usaha ditentukan secara periodik, penghasilan diakui menurut prinsip realisasi, artinya saat terjadinya penghasilan. Beban diakui secara propesional dengan waktu penggunaan manfaat pengeluaran (dasar akrual). Artinya, penentuan besarnya beban yang diakui tidak hanya berdasarkan jumlah uang yang diakui tidak hanya berdasarkan jumlah uang yang dikeluarkan atau akan dibayarkan. Pengakuan beban, baik langsung maupun tidak langsung, selalu dihubungkan dengan penghasilan yang diperoleh pada periode yang sama.

F.    BADAN USAHA

Di awal bab disebutkan bahwa akuntansi diterapka dalam unit usaha. Dalam buku ini dibahas. Tentang penerapan akuntansi keuangan dalam unit usaha yang bertujuan memperoleh laba, atau unit usaha yang melakukan trnsasi bisnis dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok badan usaha sebagai berikut.

1.    Badan usaha perseorangan (proprietorship)
2.    Badan usaha persekutuan (partnership)
3.    Badan usaha perseoran (corporation)

Selain ketiga bentuk badan usaha tersebut diatas, dinegara kita dikembangkan bentuk badan usaha koperasi. Karakterristik bentuk badan usaha koperasi dipandang lebih cocok dengan sistem perekonomian  menurut UUD 1945.
Dalam konteks akuntansi, perbedaan antara bentuk-bentuk badan usaha diatas terutama terletak pada struktur modal berikut.

1.    Modal dalam Badan Usaha Perseorangan berasal dari satu orang, sehingga perusahaan dimiliki oleh satu orang.
2.    Modal dalam Badan Usaha Persekutuan (firma) berasal dari  dua orang atau lebh yang terikat dalam suatu perjanjian firma, sehingga perusahaan dimiliki oleh para sekutu firma. Alam peraktik, sering ditemui bentuk persekutuan komanditer (CV).
3.    Modal  dalam Badan Usaha Perseroan berasal dari hasil jual saham (sero). Perusahaan dimiliki oleh para pedagang/pemilik saham. Dalam praktik, sering ditemui bentuk badan usaha perseroan terbatas (PT).
4.    Modal dalam Badan Usaha Koperasi berasal dari simpanan anggota koperasi, cadangan koperasi, dan donasi. Koperasi dimiliki  oleh seluruh anggota koperasi yang bersangkutan.

G.   JENIS PERUSAHAAN

Jenis perushaan berkaitan erat dengan jenis bidang usaha pokok perusahaan yang bersangkutan. Jenis perusahaan menunjukan bidang usaha pokok perusahaan yang bersangkutan. Secara garis besar, jenis perusahaan dapat dikelompokan sebagai berikut.

1.    Perusahaan jasa (service firms), kegiatan usaha pokoknya ialah menyediakan jasa untuk dijual kepada konsuman pengguna jasa.
2.    Perusahaan dagang (merchandising firms), kegiatan usaha pokoknya ialah membeli barang yang siap jual kembali, kemudian barang yang bersangkutan dijual untuk mendapatkan keuntungan.
3.    Perusahaan manufaktur (manufacturing firms), kegiatan usaha pokoknya ialah mengolah bahan baku hingga jadi produk yang siap dijual, kemudian produk yang bersangkutan dijual untuk memperoleh  penghasilan.

Penulis : chefi abdul latif
Sumber : Buku Akuntansi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara