Halaman

Sabtu, 12 Desember 2015

SOP (Standard Operating Procedures)



Pengertian POS
SOP (Standard Operating Procedures) adalah panduan hasil kerja yang diinginkan serta proses kerja yang harus dilaksanakan. SOP dibuat dan di dokumentasikan secara tertulis yang memuat prosedur (alur proses) kerja secara rinci dan sistematis. Alur kerja (prosedur) tersebut haruslah mudah dipahami dan dapat di implementasikan dengan baik dan konsisten oleh pelaku. Implementasi SOP yang baik akan menunjukkan konsistensi hasil kerja, hasil produk dan proses pelayanan seluruhnya dengan mengacu kepada kemudahan, pelayanan dan pengaturan yang seimbang.

Prinsip penyusunan POS :

1.Kemudahan dan kejelasan.
2.Efisiensi dan efektivitas.
3.Keselarasan.
4.Keterukuran.
5.Dinamis.
6.Berorientasi pada pengguna (mereka yang dilayani).
7.Kepatuhan hukum.
8.Kepastian hukum.

Prinsip pelaksanaan :
1.Konsisten.
2.Komitmen.
3.Perbaikan berkelanjutan.
4.Mengikat.
5.Seluruh unsur memiliki peran penting.
6.Terdokumentasi dengan balk.


Symbol-simbol POS













JENIS SOP:
  1. SOP Profesl (Keilmuan/Teknis) : merupakan SOP keilmuan / teknis untuk profesi Medis , Keperawatan, dan profesi lainnya. SOP memuat proses kerja untuk Diagnostik, Terapi. Tindakan, Asuhan.
  2. SOP Pelayanan (Manajerial) : merupakan SOP Pelayanan Medik, Keperawatan, Penunjang Medik yang bersifat manajerial / administrasi atau berhubungan dengan pelayanan pasien.
  3. SOP Administrasi : mengatur tata cara kegiatan dalam organisasi termasuk hubungan antar unit kerja. dan kegiatan-kegiatan non-medis.
Cara membuat SOP

Langkah terakhir adalah mengetahui cara membuat SOP dengan menggunakan template sbb:
  • Esensi dari SOP adalah mudah dipahami dan diaplikasikan oleh pegawai yang melaksanakan. Oleh sebab itu gunakan kaidah “Mudah dibaca, dipahami dan dilaksanakan”.
  • Tuliskan langkah demi langkah secara bertahap.
  • Gunakan kata kerja dalam kalimat aktif, karena diharapkan pembaca SOP melakukan sesuatu. Contoh “Kirim analisa ke supplier” bukan “Analisis dikirim kepada supplier
  • Gunakan kalimat positif dan hindari kata “tidak“, “jangan“.
  • Instruksi kata dibuat singkat, padat dan mudah dipahami.
  • Buat bagan alurnya (flow chart).
  • Buat penjelasan yang dibutuhkan, jika diperlukan.
  • Buat dan cantumkan dokumen pendukun SOP (form, sheet, SK, dll).
  • Cantumkan tanggal pembuatan SOP, serta tanggal Revisi (jika ada).
  • Cantumkan petugas pembuat SOP dan siapa yang mengesahkan.
  • Cantumkan tanggal waktu pelaksanaan.
 Penulis  : chefi abdul latif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara