Halaman

Selasa, 08 Desember 2015

ETIKA MEMBACA AL-QUR’AN


1.      Sebaiknya orang yang membaca al-qur’an dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaiannya,badannya dan tempatnya serta telah bergosok gigi.

2.      Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas, karena hal tersebut lebih dapat berkonsentrasi dan keadaan jiwa lwbih tenang.

3.      Hendaknya memulai tilawah dengan ta’awwudz, kemudian basmalah pada setiap awal surah selai surah at-taubah, allah berfirman yang artinya:”apabila kamu akan  membaca al-qur’an, maka memohon perlindunganlah kamu kepada allah dari godaan syaitan yang terkutuk”. (QS. An-nahl:98)

4.      Hendaknya selalu memperhatikan hokum-hukum tajwid dan membunyikanhuruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil(perlahan-lahan). Allah berfirman:” Dan bacaan al-qur’an itu perlahan-lahan”.(QS.al-Muzzammil:4).

5.     Di sunnahkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara disaat membacanya. Anas bin malik pernah di Tanya, “Bagaimana bacaan Nabi terhadap Al-qur’an?” Anas menjawab, “bacaannya panjang (mad),kemudian Nabi membaca ‘bismillahirrohmanirrohim, dan memanjangakan bacaan arrahmani dan memanjangakan arrahim”. (HR.al-Bukhari) Dan Nabi juga bersabda “ Hiasilah suara kalian dengan Al-Qur’an.” (HR. abu daud, dan di shahihkan oleh Al-Albani)

6.     Hendaknya membaca sambil di merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat-ayat yang di baca.

Berinteraksi dengannya, sambil memohon surga kepada allah bila terbaca ayat-ayat surga, dan berlindung kepada allah dari neraka bila terbaca ayat-ayat neraka. Allah berfirman yang artinya, “ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS.Shad: 29).

Dan di dalam hadist hudzaifah ia menuturkan ,”……Apabila nabi membaca ayat yang mengandung makna bertasbih (kepada Allah) beliu bertasbih, dan apabila membaca ayat yang mengandung do’a, maka beliu berdo’a, dan apabila membaca ayat yang bermakna meminta perlindungan (kepada Allah) beliu memohon perlindungan”. (HR. muslim)

7.      Hendaklah mendengarkan bacaan al-qur’an dengan baik dan diam, tidak berbicara. Allah berfirman yang artinya, “Dan apabila al-eur’an dibacakan, naka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS. Al-a’raf: 204).

8.      Hendaklah selalu menjaga al-qur’an dan tekun membacanya dan mempelajarinya (bertadarus) hingga tidak lupa. Rosulullah bersabda, “periharalah al-qur’an baik-baik, karena demi tuhan yang diriku berada di tangan-Nya, ia benar-benar lebih liar (mudah lepas) daripada unta yang terikat di kali kendalinya.” (HR.Al-bnukhari).

9.      Hendaknya tidak menyentuh al-qur’an kecuali dalam keadaan suci. Allah berfirman yang artinya, “Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang di sucikan”. (al-waqi’ah: 97).

10.  Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca al-qur’an dengan tidak menyentuh mushafnya. Menurut salah satu pendapat ulama yang lebih kuat, karena tidak ada hadist shahih dari Rasulullah yang melarang hal tersebut.

11.  Di sunnahkan menyaringkan bacaan al-qur’an selagi tidak ada unsure yang negatif, seperti riya’ atau yang serupa dengannya, atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat, atau orang lain yang juga membaca al-qur’an.

12.  Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bilasudah mengantuk, karena Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang kamu  bangun di malam hari, lalu lisannya merasa sulit untuk membaca al-qur’an hingga tidak menyadari apa yang ia baca, maka hendaknya ia berbaring(tidur)”. (HR. muslim)

Semoga kalian semua menjadi tahu bahwa pada intinya ketika kita akan melakukan suatu hal itu, sudah ada SOP nya yang harus kita lakukan terlabih dahulu sobbb...
   
 Semoga dapat berguna bagi kalian semua sahabattku...
 Penulis : chefi abdul latif 
 Sumber : Etika kehidupan muslim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya menunggu kritik dan kesan saudara