METODE PENGAJARAN BACA AL-QUR'AN
A. Muqoddimah
Fenomena yang terjadi di masyarakat
kita, terutama di rumah-rumah keluarga muslim semakin sepi dari bacaan ayat-ayat
suci Al Qur'an. Hal ini disebabkan karena terdesak dengan munculnya berbagai
produk sain dan tehnologi serta derasnya arus budaya asing yang semakin menggeser
minat untuk belajar membaca Al Qur'an sehingga banyak anggota keluarga tidak bisa
membaca Al Qur'an. Akhirnya kebiasaan membaca Al Qur'an ini sudah mulai langka.
Yang ada adalah suara-suara radio, TV, Tape recorder, karaoke, dan lain-lain.
Keadaan seperti ini adalah keadaan
yang sangat memprihatinkan. Belum lagi masalah akhlak, akidah danpelaksanaan
ibadahnya, yang semakin hari semakin jauh dari tuntunan Rasululloh _ . Maka
sangat diperlukan kerjasama dari semua fihak untuk mengatasinya. Yaitu
mengembalikan kebiasaan membaca Al
Qur'an di rumah-rumah kaum muslimin dan membekali kaum muslimin dengan
nilai-nilai Islam, sehingga bisa hidup secara Islami demi kebahagiaan dunia dan
akhirat. Pada dekade belakangan ini telah banyak metode pengajaran baca tulis
Al-Qur'an dikembangkan, begitu juga buku-buku panduannya telah banyak disusun
dan dicetak. Para pengajar baca tulis Al-Qur'an tinggal memilih metode yang paling
cocok baginya, paling efektif
dan paling
murah.
Dunia
pendidikan mengakui bahwa suatu metode pengajaran senantiasa memiliki kekuatan dan
kelemahan. Keberhasilan suatu metode pengajaran sangat ditentukan oleh beberapa
hal, yaitu
:
1. Kemampuan guru.
2. Siswa
3. Lingkungan.
4. Materi pelajaran.
5. Alat pelajaran.
6. Tujuan yang hendak dicapai.
Dalam mengajarkan baca tulis
Al-Qur'an harus menggunakan metode. Dengan menggunakan metode yang tepat akan menjamin tercapainya
tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dan merata bagi siswa.3
B. Metode-metode baca tulis Al-Qur'an di Indonesia.
Metode-metode
pembelajaran baca tulis Al-Qur'an telah banyak berkembang di Indonesia sejak
lama. Tiap-tiap metode dikembangkan berdasarkan karakteristiknya.
1. Metode Baghdadiyah.
Metode ini disebut juga dengan metode
“ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah. Tidak
tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih berkembang secara
merata di tanah air.Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang
kongkrit ke abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya
kepada materi yang terinci ( khusus ). Secara garis besar, Qoidah Baghdadiyah
memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkan secara utuh dalam
tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central dengan berbagai
variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak
didengar ) karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf
yang sama. Metode ini
diajarkan
secara klasikal maupun privat.
Beberapa kelebihan Qoidah Baghdadiyah antara lain :
a. Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif.
b. 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah
secara utuh sebagai tema
sentral.
c. Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi.
d. Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik
tersendiri.
e. Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap
langkah.
Beberapa kekurangan Qoidah baghdadiyah antara lain :
a. Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi
kecil.
b. Penyajian materi terkesan menjemukan.
c. Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan
pengalaman siswa.
d. Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur'an
2. Metode Iqro’.
Metode Iqro’ disusun oleh Bapak As'ad
Humam dari Kotagede Yogyakarta dan dikembangkan oleh AMM ( Angkatan Muda Masjid dan Musholla )
Yogyakarta dengan membuka TK Al-Qur'an dan TP Al-Qur'an. Metode Iqro’ semakin
berkembang dan menyebar merata di Indonesia setelah munas DPP BKPMI di Surabaya
yang menjadikan TK Al-Qur'an dan metode Iqro’ sebagai sebagai program utama
perjuangannya. Metode Iqro’ terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat
perhatian anak
TK Al-Qur'an. 10 sifat buku Iqro’ adalah :
a. Bacaan langsung.
b. CBSA
c. Privat
d. Modul
e. Asistensi
Bentuk-bentuk pengajaran dengan metode Iqro’ antara lain :
a. TK Al-Qur'an
b. TP Al-Qur'an
c. Digunakan pada pengajian anak-anak di masjid/musholla
d. Menjadi materi dalam kursus baca tulis Al-Qur'an
e. Menjadi program ekstra kurikuler sekolah
f. Digunakan di majelis-majelis taklim
3. Metode Qiro’ati
Metode baca al-Qu ran Qira'ati
ditemukan KH. Dachlan Salim Zarkasyi (w. 2001 M) dari Semarang, Jawa Tengah. Metode yang
disebarkan sejak awal 1970-an, ini memungkinkan anakanak mempelajari al-Qur'an
secara cepat dan mudah.Kiai Dachlan yang mulai mengajar al-Qur'an pada 1963,
merasa metode baca al-Qur'an yang ada belum memadai. Misalnya metode Qa'idah
Baghdadiyah dari Baghdad Irak, yang dianggap metode tertua, terlalu
mengandalkan hafalan dan tidak mengenalkan cara baca tartil(jelas dan tepat,
red.) Kiai Dachlan kemudian menerbitkan enam jilid buku Pelajaran Membaca
al-Qur'an untuk TK al-Qur'an untuk anak usia 4-6 tahun pada l Juli 1986. Usai
merampungkan penyusunannya, KH. Dachlan berwasiat, supaya tidak sembarang orang
mengajarkan metode Qira'ati. Tapi semua orang boleh diajar dengan metode
Qira'ati.Dalam perkembangannya, sasaran metode Qiraati kian diperluas.Kini ada
Qiraati untuk anak usia 4-6 tahun, untuk 6-12 tahun, dan untuk mahasiswa.
Secara umum metode pengajaran Qiro’ati adalah :
a. Klasikal dan privat
b. Guru menjelaskan dengan memberi contoh materi pokok bahasan,
selanjutnya siswa
membaca sendiri ( CBSA)
c. Siswa membaca tanpa mengeja.
d. Sejak awal belajar, siswa ditekankan untuk membaca dengan tepat
dan cepat.
4. Metode Al Barqy
Metode al-Barqy dapat dinilai sebagai
metode cepat membaca al-Qur'an yang paling awal. Metode ini ditemukan dosen
Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya, Muhadjir
Sulthon pada
1965. Awalnya, al-Barqy diperuntukkan bagi siswa SD Islam at-Tarbiyah, Surabaya.
Siswa yang belajar metode ini lebih cepat mampu membaca al-Qur'an. Muhadjir
lantas membukukan metodenya pada 1978, dengan judul Cara Cepat Mempelajari
Bacaan al-Qur'an al-Barqy. MUHADJIR SULTHON MANAJEMEN (MSM) merupakan lembaga
yang didirikan untuk membantu program pemerintah dalam hal pemberantasan buta
Baca Tulis Al Qur’an dan f Praktis g Disusun secara lengkap dan semprna h
Variatif i Komunikatif j Fleksibel Membaca Huruf Latin. Berpusat di Surabaya,
dan telah mempunyai cabang di beberapa kota besar di Indonesia, Singapura &
Malaysia. Metode ini disebut ANTI LUPA karena mempunyai struktur yang apabila
pada saat siswa lupa dengan huruf-huruf / suku kata yang telah dipelajari, maka
ia akan dengan mudah dapat mengingat kembali tanpa bantuan guru. Penyebutan
Anti Lupa itu sendiri adalah dari hasil penelitian yang dilakukan oleh
Departemen Agama RI. Metode ini diperuntukkan bagi siapa saja mulai anak-anak hingga
orang dewasa. Metode ini mempunyai keunggulan anak tidak akan lupa sehingga
secara langsung dapat MEMPERMUDAH dan MEMPERCEPAT anak / siswa belajar membaca.
Waktu untuk belajar membaca Al Qur’an menjadi semakin singkat.
Keuntungan yang di dapat dengan menggunakan metode ini adalah :
a Bagi guru ( guru mempunyai keahlian tambahan sehingga dapat
mengajar dengan lebih baik,
bisa menambah penghasilan di waktu luang dengan keahlian yang
dipelajari),
b Bagi Murid ( Murid merasa cepat belajar sehingga tidak merasa
bosan dan menambah
kepercayaan dirinya karena sudah bisa belajar dan mengusainya
dalam waktu singkat, hanya
satu level sehingga biayanya lebih murah),
c Bagi Sekolah (sekolah menjadi lebih terkenal karena
murid-muridnya mempunyai
kemampuan untuk menguasai pelajaran lebih cepat dibandingkan
dengan sekolah lain).
5. Metode Tilawati.
Metode Tilawati disusun pada tahun
2002 oleh Tim terdiri dari Drs.H. Hasan Sadzili, Drs H. Ali Muaffa dkk.
Kemudian dikembangkan oleh Pesantren Virtual Nurul Falah Surabaya. Metode
Tilawati dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang berkembang di TK-TPA, antara
lain :
Mutu Pendidikan
Kualitas santri lulusan TK/TP Al Qur’an belum sesuai dengan Target. Metode
Pembelajaran Metode pembelajaran masih belum menciptakan suasana belajar yang
kondusif. Sehingga proses belajar tidak efektif. Pendanaan Tidak adanya
keseimbangan keuangan antara pemasukan dan pengeluaran. Waktu pendidikan Waktu
pendidikan masih terlalu lama sehingga banyak santri drop out sebelum khatam
Al-Qur'an. Kelas TQA Pasca TPA TQA belum bisa terlaksana. Metode Tilawati
memberikan jaminan
kualitas bagi
santri-santrinya, antara lain :
a. Santri mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil.
b. Santri mampu membenarkan bacaan Al-Qur'an yang salah.
c. Ketuntasan belajar santri secara individu 70 % dan secara
kelompok 80%.
Prinsip-prinsip pembelajaran Tilawati :
a. Disampaikan dengan praktis.
b. Menggunakan lagu Rost.
c. Menggunakan pendekatan klasikal dan individu secara seimbang.
6. Metode Iqro’ Dewasa
7. Metode Iqro’ Terpadu
Kedua metode ini disusun oleh Drs.
Tasrifin Karim dari Kalimantan Selatan. Iqro’ terpadu merupakan penyempurnaan
dari Iqro’ Dewasa. Kelebihan Iqro’ Terpadu dibandingkan dengan Iqro’ Dewasa
antara lain bahwa Iqro’ Dewasa dengan pola 20 kali pertemuan sedangkan Iqro’
Terpadu hanya 10 kali pertemuan dan dilengkapi dengan latihan membaca dan
menulis. Kedua metode ini diperuntukkan bagi orang dewasa.
Prinsip-prinsip pengajarannya seperti yang dikembangkan pada TK-TP
Al-Qur'an.
8. Metode Iqro’ Klasikal
Metode ini dikembangkan oleh Tim
Tadarrus AMM Yogyakarta sebagai pemampatan dari buku Iqro’ 6 jilid. Iqro’
Klasikal diperuntukkan bagi siswa SD/MI, yang diajarkan secara klasikal dan
mengacu pada kurikulum sekolah formal.
9. Dirosa ( Dirasah Orang Dewasa )
Dirosa merupakan sistem pembinaan
islam berkelanjutan yang diawali dengan belajar baca Al-Qur’an. Panduan Baca
Al-Qur’an pada Dirosa disusun tahun 2006 yang dikembangkan Wahdah Islamiyah
Gowa. Panduan ini khusus orang dewasa dengan sistem klasikal 20 kali pertemuan. Buku panduan
ini lahir dari sebuah proses yang panjang, dari sebuah perjalanan pengajaran Al
Qur'an di kalangan ibu-ibu yang dialami sendiri oleh Pencetus dan Penulis buku ini. Telah
terjadi proses pencarian format yang terbaik pada pengajaran Al Qur'an di
kalangan ibu-ibu selama kurang lebih 15 tahun dengan berganti-ganti metode. Dan
akhirnya ditemukanlah satu format yang sementara dianggap paling ideal, paling
baik dan efektif yaitu memadukan pembelajaran baca Al-Qur'an dengan pengenalan
dasar-dasar keislaman.
Buku panduan belajar baca
Al-Qur'annya disusun tahun 2006. Sedangkan buku-buku penunjangnya juga yang
dipakai pada santri TK-TP Al-Qur'an. Panduan Dirosa sudah mulai berkembang di
daerah-daerah, baik Sulawesi, Kalimantan maupun beberapa daerah kepulauan Maluku;
yang dibawa oleh para da,i. Secara garis besar metode pengajarannya adalah
Baca-Tunjuk-Simak-Ulang, yaitu pembina membacakan, peserta menunjuk tulisan,
mendengarkan dengan seksama kemudian mengulangi bacaan tadi. Tehnik ini
dilakukan bukan hanya bagi bacaan pembina, tetapi juga bacaan dari sesama
peserta. Semakin banyak mendengar dan mengulang, semakin besar kemungkinan
untuk bisa baca Al-Qur'an lebih cepat.
10. PQOD ( Pendidikan Qur’an Orang Dewasa )
Dikembangkan oleh Bagian dakwah LM
DPP WI, yang hingga saat ini belum diekspos keluar. Diajarkan di kalangan
anggota Majlis Taklim dan satu paket dengan kursus Tartil Al-Qur'an .
C. Pembahasan
efektivitas metode baca tulis Al-Qur'an.
Seorang pengajar baca tulis Al-Qur'an
, tidak serta merta mengadopsi metode yang baru dikenalnya, apalagi jika hanya
mendapatkan informasi saja tentang metode tersebut . Para Pembina harus
melakukan kajian yang mendalam, sebelum menetapkan metode apa yang akan dipakai
dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur'an kepada santri.
Beberapa
pertimbangan dalam pemilihan metode pengajaran antara lain :
1. Mudah dan murahnya mendapatkan pelatihan-pelatihan bagi para
pembina.
2. Mudah dikuasai oleh mayoritas Ustadz/ah
3. Mudah dan murah mendapatkan buku panduan
4. Mudah dan sederhana pengelolaan pengajarannya.
Jika beberapa metode lolos pertimbangan di atas, maka ditentukan
pemilihan berdasarkan skala
prioritas.
D. Kesimpulan.
Metode apapun yang berkembang,
masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Efektifitas, efisiensi,
cepat mudahnya sebuah metode pengajaran berbeda-beda di tiap daerah. Banyak
faktor yang mempengaruhinya. Penggabungan beberapa metode pengajaran belum
tentu membuahkan hasil yang baik. Perlu konsistensi bagi pembina dalam
menerapkan sebuah metode apabila telah dipilih, sebab ganti-ganti metode akan
menyebabkan kebingungan bagi pembina, terlebih lagi bagi santri…
Dengan
mengetahui metode membaca Al-Qur’an, semoga kalian lebih cinta terhadap
AL-QUR’AN…J
Posting : chefi abdul latif
Sumber : artikel komari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya menunggu kritik dan kesan saudara